Sekian lama aku mengeja rasa ini

Saat itu aku tak bisa membacanya

Hingga sampai hari ini bukan aku lagi yg mengejanya, tapi ia yg membacakannya untukku

Ternyata ini adalah rasa akan harapan kosong yg telah nyata di hadapan

Kini aku mengerti bahwa tidak perlu mengeja rasa jika akhirnya tersakiti

Harusnya kusimpan saja rasa ini rapat2 tanpa seorang pun tau, kecuali DIA