26 July 2013

Dear Jenderal..

Minggu pertama Pratik Keterampilan Mengajar (PKM) begitu luar biasa.
Saya merasa sangat dimudahkan oleh semua pihak pada PKM ini.
Dimulai dari birokrasi yang tidak rumit, guru pamong yang sangat baik, lingkungan yang nyaman, dan juga guru-guru yang sangat ramah.

Emm.. awannya bagus ya.

Mestinya minggu ini tugas saya dan kelompok hanya observasi.
Ada dua hal yang harus diobservasi, yaitu tentang lingkungan sekolah dan cara guru mengajar.
Tadinya saya pikir hal tersebut dapat memakan waktu yang cukup lama, tapi ternyata tidak.
Hanya dengan dua hari, observasi selesai.
Lantas?

Saya sangat tidak menyangka kalau minggu ini kita sudah mulai mengajar.
WAW.
Di saat kelompok lain yang ada di sekolah lain masih sibuk luntang lantung menantikan jadwal pelajaran dan observasi sana sini, kelompok saya sudah dipercaya untuk mengajar.
Ini luar biasa.

Seperangkat atribut penilaian dosen dan guru pamong dibayar tunai

Saya dan keempat teman saya berada di bawah naungan guru pamong yang sama.
Dengan total 20 jam pelajaran di 4 kelas, maka masing-masing orang mendapatkan jatah 4 jam pelajaran.
Setelah melalui diskusi yang panjang dan pelik *ini lebay*, akhirnya kita pun bisa membagi 4 kelas untuk 5 orang.
Saya pun mendapat bagian mengajar kelas 8F pada hari Senin dan Jumat.

Sesungguhnya mengajar di kelas asli sangat jauh berbeda dengan kelas microteaching.
Dimana kita harus menghadapi situasi yang sebenarnya, dengan peserta didik yang sebenarnya.
Pertama kali masuk kelas 8 F jujur saya kaget.
Anak-anak di kelas tersebut sangat berbeda dengan kelas yang diobservasi sebelumnya.
Kalau kelas yang diobservasi sebelumnya cenderung pasif, di kelas ini justru ekstra 'aktif''.
Dan ternyata menurut penuturan guru-guru disana, 8F dan 8H memang gudangnya anak-anak yang berisik sewaktu kelas 7.
Ya salam... betapa beruntungnya saya...

Karena baru awal pertemuan, saya masih menggunakan cara konvensional, yaitu dengan menjelaskan di papan tulis.
Tidak mudah sebenarnya, karena selama beberapa semester ini saya selalu menggunakan media untuk presentasi.
Pertemuan pertama saya akui berjalan kurang baik. Saya terlalu takjub dengan keadaan dan juga kurang persiapan.

Amunisi perang:
Buku absen buatan sendiri, bola-bola cinta soal,
buku paket Matematika, spidol 3 warna,  kertas bekas

Pertemuan kedua, saya merasa lebih siap dari sebelumnya.
Walaupun bahan ajar baru dipersiapkan 30 menit sebelum masuk, tapi alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.
Saya tidak bisa menyalahkan mereka karena mereka ribut dan berisik.
Justru di situlah tantangannya.
Bagaimana membuat pembelajaran yang dapat menarik minat siswa, dan menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang lebih baik.
Berlaku tegas atau keras tidak bisa membuat mereka takluk.
Yang ada malah mereka semakin membenci pelajaran tersebut karena gurunya galak.
*uhuk!*

Bersama keempat teman saya yang luar biasa yang sering mangkal di Ramayana, saya akan menghabiskan waktu kurang lebih 4 bulan di sekolah itu.
Di sebuah Sekolah Menengah Pertama tempat saya menimba ilmu dahulu kala, SMPN 49 Jakarta.
Ternyata guru-guru di sana masih ada yang ingat saya.
Hiks. Jadi terharu ya..
Tak disangka sekarang kita satu ruangan ya ibu bapak guru. :)

Sok Diskusi di ruang guru

Beruntung saya sekelompok dengan teman-teman yang selalu bisa menghadirkan gelak tawa.
Jadi tidak berasa semester tuanya hahaha.
Beruntung juga saya mendapatkan guru pamong yang super baik.
Beliau baik hati dan sangat mengerti kami.
Beruntung juga saya mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah saya dulu.
Selain dekat dengan rumah, sekolah ini juga banyak kenangannya.
Termasuk banjir yang sering mampir ke gedung B SMP ini.

Disambut banjir

Banyak hal berubah karena PKM ini.
Mulai dari cara berpakaian yang jauh dari segala macam jeans, kaos dan sepatu kets; cara bicara yang lebih dibuat sopan; cara jalan yang tidak serabutan; sampai cara boncengan di motor.
Jumat, 26 Juli 2013, seorang Okky Tri Rahayuningsih Larasati untuk pertama kalinya dalam hidup duduk nyamping ala Princess sewaktu dibonceng motor.
Nampaknya saya harus berterimakasih kepada saudari Nova Juwita Sari.

Jadi orang cantik menyenangkan, tapi sulit dijalanin kalau bukan karena lagi PKM.
Salam kece,






21 July 2013

Dear Jenderal..

Ramadan tahun ini terasa beda dari tahun sebelumnya ya?
Bukan. Bukan karena Sailormoon berhasil ditayangkan ulang di salah satu televisi swasta.
Tapi karena jadwal imsaknya yang tidak seperti dulu.
Kalau di tahun-tahun sebelumnya makin mendekati lebaran jadwal imsak dan azan magribnya semakin cepat, tidak pada tahun ini.

 

Satu lagi yang berbeda dari Ramadan kali ini.
Yaitu status sebagai mahasiswa tingkat akhir yang telah melekat pada diri saya.
Ya, sekarang saya sudah memasuki babak baru sebagai mahasiswa tingkat 4.
Angkatan tua, tapi muka masih maba (mahasiswa baru).

Di semester 7 ini saya bersama teman-teman harus menghadapi sebuah mata kuliah bernama PKM atau Praktik Keterampilan Mengajar. Ini adalah nama baru dari PPL (Program Pengalaman Lapangan). Bedanya PKM dan PPL adalah dari jumlah SKSnya. Kalau PPL 4 SKS, kalau PKM hanya 2 SKS. Nah karena hanya 2 SKS, maka jadwal mahasiswa di sekolah jadi lebih sedikit, yaitu hanya 2 hari perminggu. Seperti itu..

Kamis, 18 Juli 2013 adalah hari pertama saya kembali ke sekolah.
Dengan status dan peran berbeda tentunya.
Lepas salat Subuh, saya langsung bersiap-siap dengan kantuk yang bergelayut di pelupuk mata. *jiaaah..*

Saya PKM di sebuah Sekolah Menengah Pertama di daerah Jalan Raya Bogor, tidak begitu jauh dari rumah saya.
Kegiatan pada hari pertama dihabiskan dengan menunggu, jalan-jalan, foto-foto, bertemu guru pamong, dan pembagian kelas.
Saya dan teman-teman dipercayakan untuk mengajar kelas VIII.
Seharusnya bisa mengajar kelas VII juga, tapi karena kurikulumnya baru dan hanya guru-guru yang sudah ikut workshop yang diizinkan mengajar, maka semuanya mengajar di kelas VIII.

Masih cocok jadi anak SMP. *kata Om saya -_-*

Komentar orang-orang tentang hari pertama saya:
Tumben ini rapi kayak cewe. Biasanya kaya preman. Nah gitu dong jalannya kayak cewek jangan ngangkang. (Tante M, tetangga sebelah rumah)
Mbak kan bagusan ngajar pake sepatu kets tau. terus pake jeans, terus bawa ransel. (Tantri, bukan adik kesayangan)
Sekarang kalian paham kan kalau semesta selalu sirik sama orang cantik.

Kelompok PKM kece:
RR, NJS, AR, MRZ

Semester ini akan banyak menghabiskan waktu untuk membuat RPP dan antek-anteknya, SPS (Seminar Pra Skripsi), dan juga beberapa mata kuliah lain yang rencananya akan saya ambil.

Haaaaah! Keep watermelon!
Salam kece,






14 July 2013

Dear Jenderal..

Selamat hari Minggu! Selamat tanggal 14 Juli!
Saya kembali ke sekolah sebentar lagi.
Tapi kali ini dengan status dan pakaian yang berbeda tentu saja.

Sebelum bertransformasi menjadi ibu guru yang cantik jelita, anggun, lembah lembut, dan mempesona, saya melakukan ritual pelepasan suatu benda yang sangat saya sayang, yaitu sepatu.
Saya adalah tipe wanita yang jarang sekali menggunakan 'sepatu wanita pada umumnya'.
Alasannya hanya karena masalah kenyamanan.
Tapi karena sudah semester 7, harus praktik mengajar di sekolah, dan sepatunya sudah minta pensiun, mau tidak mau saya harus membiasakan diri menggunakan 'sepatu wanita pada umumnya'.
Hikshiks.

Setelah berhasil menaklukan Kp. Makasar-Kalideres seorang diri beberapa hari yang lalu, akhirnya kemarin, 13 Juli 2013, saya kembali menyusuri ibukota dengan sepatu kesayangan.
Kali ini Kota Wisata Cibubur yang menjadi tujuan jalan-jalan dengan bermodal GPS dan kesokberanian.

Kota Wisata Cibubur

Kenapa Kota Wisata Cibubur?
Karena Kotwis sering digunakan untuk syuting tempatnya bagus seperti di luar negeri.
Dengan rumah-rumah mewah seperti rumah Barbie, udara yang sejuk, dan arsitektur khas Eropa.. eh Amerika.. eh Asia.. eh....
Ah sudahlah.
Yang jelas bagus.

Kampung Cina

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kampung Cina.
Tempat ini sudah terkenal sebagai tempat wisata belanja dengan konsep China Town yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia.
Sebuah gerbang kemakmuran berdiri dengan gagah di depan Kampung Cina untuk menyambut para pengunjung.
Jadi buat yang ingin makmur, silakan bolak balik melewati gerbang ini hehehe..

Gerbang kemakmuran

Banyak pernak pernik khas budaya Cina yang dijual di sana.
Salah satunya adalah Cheongsam alias pakaian tradisional khas Tionghoa.

Lu olang tau ini? Hayah.. ini namanya Cheongsam

Selain Kampung Cina, di Kota Wisata juga ada Kampung Indonesia, Kampung Amerika, Kampung Eropa, dan Kampung Jepang.
Namun karena sedang bulan Ramadan, maka tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.
Ya iyalah kan lebih enak di Mall ada ACnya.. *PLAK!!*

Keren ya......... yang belakang.

Setelah bosan mengelilingi kampung Cina, Indonesia, Jepang, dan Amerika, yang sepi dan sedikit toko yang buka, saya pun berjalan menuju Fantasy Island yang letaknya tidak jauh dari sana.
Tapi belum sampai sana, tiba-tiba semesta berubah moodnya.
Hujan turun tanpa permisi, dan ternyata saya lupa tidak membawa payung.
Ya salaaam..

Tiket masuk Fantasy Island

Karena hujannya tidak terlalu deras, maka saya tetap melanjutkan perjalanan.
Setelah melewati sebuah jembatan yang sangat indah, yang sering ada di ftv-ftv, saya membeli tiket masuk seharga Rp10.000 dan langsung masuk ke dalam Fantasy Island.

Hujaaaan~

Bukannya reda, hujan malah semakin deras.
Karena bingung mau kemana, akhirnya saya hanya bisa diam sambil menghitung air hujan.
Sepuluh ribu hanya untuk berteduh. Ya salam..

Jadi, Fantasy Island ini sesungguhnya adalah tempat bermain anak-anak.
Di dalamnya terdapat taman Jurassic, ada beberapa patung dinosaurus, dan juga berbagai permainan darat maupun air.
Namun untuk menikmati permainannya pengunjung harus mengeluarkan uang tambahan.

Fantasy Island

Karena hujan, tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.
Sejauh mata memandang, tak satu pun permainan yang dioperasikan.
Namun suasana paska hujan di sana benar-benar menyenangkan.
Tenang, sepi, ditemani pemandangan hutan pinus, danau dan air becekan, bagus deh pokonya.

The best view

Berniat datang ke sini?

Ini hari terakhir saya dengan sepatu kesayangan saya.
Setelah melewati tempat-tempat yang luar biasa, akhirnya kami akan berpisah.
Panas, terik, hujan, badai, telah kita lalui bersama.
Hiks sedih ya.

Di depan gerbang Kota Wisata
Patung orang naik kuda di Kota Wisata

Jurassic Park

Dinosaurunyu
Pintu Gerbang Kemerdekaan Pertama Fantasy Island

Pintu Gerbang Kemerdekaan Kedua Fantasy Island
*hapenya keujanan gambarnya jadi burem -_-*

Wanita cantik melawan Dinosaurus


Sepatu gembel

Salam kece,






Dear Jenderal..


Setelah mengendap selama dua minggu dan hampir membusuk, akhirnya dengan susah payah saya mengumpulkan segenap daya upaya untuk menyelesaikan tulisan ini. Huft.
Tulisan tentang hasil perjalanan saya ke suatu tempat wisata pendidikan di kawasan Taman Ismail Marzuki yang bernama Planetarium.
Tempat dimana kita bisa melihat bintang, walaupun langit di luar masih terang.
Hehehe.

Planetarium Jakarta

Ini bukan kali pertama saya mengunjungi tempat ini.
Selain saat karya wisata SD, saya juga pernah mengunjungi tempat ini bersama teman-teman saya sewaktu duduk di kelas 2 SMA.
Dan saya rasa ada beberapa yang berubah dari tempat ini.



Saya mengunjungi Planetarium pada Sabtu pagi, 29 Juni 2013, tepat pada saat weekend dan juga liburan anak-anak sekolah.
Maka tak heran jika antrean sudah mengular sejak pagi.

Dengan harga tiket pertunjukan yang jauh lebih murah dibandingkan harga tiket bioskop, Rp3.500 untuk anak-anak dan Rp7.000 untuk dewasa, saya rasa tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi tempat ini.

Berikut adalah jadwal pertunjukan Planetarium: (sumber Wikipedia)
  • Selasa - Kamis : 09.30 - 10.30, 11.00 - 12.00, 13.30 - 14.30, dan 16.30 - 17.30
  • Jum'at : 9.30 - 10.30, 13.30 - 14.30 dan 16.30 - 17.30
  • Sabtu - Minggu : 10.00 - 11.00, 11.30 - 12.30, 13.00 - 14.00, dan 14.30 - 15.30;
  • Libur Nasional : Tutup;
  • Senin : TUTUP untuk pemeliharaan;
Antrean loket Planetarium

Panorama Antrean Planetarium

Saya sempat kehabisan tiket untuk pertunjukan jam 13.30.
Tapi karena kebijakan penyelenggara, akhirnya saya pun bisa membeli tiket penonton lesehan.
Dengan harga yang sama, tetapi duduknya lesehan dan masuknya terakhir setelah penonton legal.
Tadinya saya pikir tidak apa karena saya akan mendapat pengalaman baru.
Namun ternyata begitu saya masuk, masih ada beberapa bangku kosong jadi saya tidak perlu lesehan apalagi sampai tidur-tiduran di jalanan.
Beruntung.

Ada yang tau ini apa?
Bukan. Bukan bakso.

Penonton legal dan penonton lesehan

Di tempat ini, pengunjung disuguhkan sebuah pertunjukan tentang luar angkasa.
Dimulai dari perbintangan, rasi bintang, tata surya, hingga galaksi.
Konsepnya seperti gedung bioskop, namun layarnya adalah atap yang berbentuk setengah bola. *ngerti ga? Ga? yaudah.. -_-*
Durasi pertunjukan yang kurang lebih 60 menit berhasil membuat leher saya sakit karena harus melihat ke atas.
Belum lagi pendingin ruangan yang tidak berasa membuat ruangan menjadi pengap karena sekitar 300 orang ada di ruangan tersebut.

Tidak hanya di ruang pertunjukan, pendingin ruangan pun tidak terasa saat di luar ruang pertunjukan (loket antrean dan ruang tunggu).
Dengan jumlah pengunjung yang sangat banyak waktu itu, tentu ini membuat tingkat kenyamanan menjadi berkurang.
Planetarium Exhibition Hall sedang dalam tahap renovasi

Selain pertunjukan, di sini juga disajikan ruang pameran foto benda-benda ruang angkasa.
Namun sayang, sekarang sedang dalam tahap renovasi.
Ada pula pajangan baju ruang angkasa untuk para astronot untuk mengarungi bahtera rumah tangga ruang angkasa.
Konon katanya beratnya mencapai ratusan kilo loh!

Baju Astronot.
Tangannya panjang bener -_-

Di tempat ini, aroma vetsin semerbak di seluruh penjuru tempat.
Aroma yang tak lain berasal dari sebuah mie instan dalam bentuk cup yang biasa disebut 'Piiip" Mie itu menggoda perut-perut yang kelaparan.
Dan sebagai wanita yang lemah, saya pun tergoda..

Piiip Mie.


Planetarium

Tukang jualan di depan Planetarium

Selain Planetarium, di Taman Ismail Marzuki pun ada bioskop dan tempat pameran.
Biasanya ada pameran lukisan, foto, dan lain-lain.
Jadi buat yang bosan di rumah, butuh tempat hiburan baru selain pusat perbelanjaan, tak ada salahnya mengunjungi tempat ini.

XXI Taman Ismail Marzuki

Sekian laporan tidak niat dari saya.
Salam kece,






09 July 2013

Dear Jenderal..

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 dan 4 Juli 2013, idol group JKT48 melangsungkan konser tunggalnya di Jakarta.
Konser yang bertajuk "Perkenalkan, Nama Kami JKT48" ini berlangsung di 5 kota di Indonesia.
Sebagai penutup, konser dilaksanakan selama 2 hari dalam 3 show di Jakarta.


Suatu hari yang cerah, seorang Okky Tri Rahayuningsih Larasati yang rendah hati dan baik budi yang sedang mengalami masa liburan semester mengalami suatu hal yang menakjubkan.
Di malam yang sunyi senyap, Senin 1 Juli 2013, saya iseng mengisi sebuah form di situs INI karena belum bisa tidur.
Sebuah situs persembahan salah satu provider di Indonesia yang menawarkan tiket konser JKT48 secara gratis.


Tak disangka, esoknya saya mendapatkan surel yang menyatakan bahwa saya adalah pemenang tiket konser JKT48.
Seketika bunga-bunga bermekaran dalam hati saya. *oke ini berlebihan*
Bukan masalah tiketnya, tapi masalah...

emm..

masalah..

masalah apa ya?

Tunggu sebentar.
Biar saya cari kata-kata yang pas dulu ya.
Nanti kalau sudah ketemu saya balik lagi.
Kamu tunggu di situ.


Rabu siang, 3 Juli 2013, saya melucur ke alamat yang diberikan.
Di sana tertulis alamat kantor di sebuah gedung di kawasan Sudirman.
Wow.
Ini pertama kalinya saya masuk ke sebuah perkantoran di kawasan tersebut.
Sebuah kawasan elit, dengan gedung-gedung yang menjulang dengan gagahnya menantang langit.
Norak, kampungan, udik, apapun namanya, yang jelas saya merasa sangat asing dengan tempat itu.

Setelah mengalami beberapa kejadian memalukan yang disebabkan karena keluguan dan ketidaktahuan gadis manis seperti saya ini, akhirnya tiket konsernya sudah berada di tangan saya.
Sebuah tiket tribun tengah show 2, yang jika beli sendiri harus merogoh uang seharga Rp300.000, saya dapatkan secara cuma-cuma.

Tiket Konser "Perkenalkan, Nama Kami JKT48"

Karena hanya mendapatkan satu tiket, saya ragu apakah akan saya gunakan atau tidak tiket tersebut.
Awalnya saya berniat mengajak teman saya, Liana Putri Maharani alias Kapten Kinal KW superrr, untuk menonton konser ini jika mendapat dua buah tiket.
Namun karena hanya mendapat satu, akhirnya saya memutuskan untuk tidak datang.
Lagipula esoknya saya ada pelatihan pengembangan media dan presentasi lisan di kampus, pikir saya.
Maaf ya JKT48, saya tidak bisa datang..

Akhirnya karena merasa sayang dengan tiket yang ada, saya menawarkan ke teman-teman saya di Twitter.
Hingga Kamis pagi, beberapa orang sekadar bertanya tanpa memberi kepastian.
Saya pikir memang saya tidak berbakat menjadi calo tiket konser.
Sudah saya pasrahkan jika memang tiketnya tidak jadi dijual.
Lumayan untung kenang-kenangan kalau saya pernah beruntung, pikir saya.

Tapi ternyata sejam sebelum konser dimulai, pukul 13.00 WIB, teman dari kakak tingkat saya datang untuk mengambil alih tiket saya.
Kemudian tiket gratisan saya pun dihargai Rp50.000 oleh kakak itu.
Hahaha lumayan untuk mengganti uang bensin saya.
Walaupun kata bapak seharusnya saya bisa menjual lebih mahal.

Awalnya saya takut memberikan harga mahal karena takut kalau tiketnya tidak bisa dipindahtangankan.
Maka dari itu saya meminjamkan kartu identitas saya, berupa SIM A, sebagai pegangan kepada sang kakak.
Meminimalisasi kemungkinan terburuk lah.
Eh, tapi ternyata tidak diperiksa.
Aaaaaaaaaah.. tuh kan harusnya memang bisa dijual lebih mahal!

Saya sempat iri ketika sang kakak menceritakan betapa serunya konser tersebut.
Tapi pasti lain cerita jika saya yang berada di posisinya waktu itu.
Nonton konser, sendirian, di tengah lautan penggemar JKT48 yang didominasi oleh kaum lelaki, dan yang terpenting adalah saya belum pernah nonton konser sebelumnya.
Jangankan nonton konser, nonton Indonesia Open live saja saya pusing saking berisiknya.
Iya, saya memang tidak cocok kerja di air. (eh?)

Beruntunglah, ternyata pada tanggal 8 Juli 2013 konsernya ditayangkan di televisi.
Hal ini membuat saya jadi tidak terlalu menyesal telah menolak kesempatan untuk menonton secara langsung.
Karena saya tetap bisa menikmati lagu-lagu yang mereka, melihat seifukunya yang sangat bagus berpadu dengan dancenya yang super keren.
Hahahahaha berlebihan.

Oiya, berhubung ini 1 Ramadhan 1434 H, saya mohon maaf ya atas kesalahan yang pernah saya lakukan.
Baik secara lisan, maupun tulisan.
Semoga lancar puasanya, ibadahnya, nyari jodohnya ya.

Salam kece,