26 August 2013

Dear Jenderal..


Minggu lalu, tiba-tiba jadwal pelajaran di sekolah berubah lagi.
Karena harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah, akhirnya mau tidak mau kelompok saya mengatur kembali jadwal mengajar.
Tadinya saya mengajar di kelas 8 F, yang kata bapak ibu guru merupakan salah satu kelas paling berisik.
Tapi karena jadwalnya bentrok dengan jadwal kuliah, akhirnya saya bertukar tempat dengan teman saya.
Saya pindah ke kelas 8 E, kelas yang cukup pasif menurut pengamatan saya beberapa waktu lalu.

Hari ini, 26 Agustus 2013, untuk pertama kalinya lagi saya masuk ke kelas baru, 8 E.
Kenalan lagi, pendekatan lagi.
Ibarat orang abis putus, ini masa-masa yang cukup berat.
Kenapa? Karena harus membuka diri untuk mempelajari hal-hal yang baru lagi.
Kalau kemarin sudah mulai hapal nama-nama anak di kelas dan sifat-sifatnya, sekarang harus mulai dari 0 lagi.

Kelas itu ibarat pacar.
Ga ada yang sempurna. Selalu ada lebih dan kurangnya.
Tapi begitu jadi mantan, yang sering keinget baik-baiknya.
Begitu dapet yang baru, entah kenapa si mantan terlihat lebih menawan.
*apa sih ki -_-* 

Pindah kelas rasa diputusin pacar. Ada kepingan hati yang tertinggal. #aihsedaaap
Padahal baru beberapa kali saya masuk kelas 8 F, tapi saya sudah merasa sayang sama mereka.
Iya, yang namanya Okky Tri Rahayuningsih Larasati itu memang terlalu mudah jatuh hati sama anak-anak.
Dan sepertinya mereka juga sayang sama saya *uhuk! sotoy!*
"Miss kok ga ngajar kita lagi?"
"Miss kangen miss.."
"Miss ngajar di sini aja dong miss.."
"Kangen sama bintangnya miss.."
"Kangen sama 1.2.3.Siap!-nya Miss"
"Yah, kita ga jadi agen rahasia lagi.."

Itu tuh yang bikin syedih :'(

Jadi guru itu ga gampang. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Silabus, rencana pembelajaran, program tahunan, program semester, instrumen penilaian, bahan ajar, ulangan, remidial, banyak deh pokonya.
Dan yunowat, kurikulum 2013 itu RPPnya untuk satu pertemuan bisa sampe 15 lembar.
Oke, semester ini saya kerja rodi.

Saya ga ngerti ini saya nulis apa.
Udah dulu ya.
Salam kece,






17 August 2013

Dear Jenderal..




Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. (QS. Ali Imran:185)


Kamis, 15 Agustus 2013, selepas solat Subuh ponsel saya berdering berkali-kali.
Beberapa nomor asing mencoba menghubungi saya, tapi tidak saya jawab.
Tak lama ada sebuah pesan yang cukup mengagetkan saya.
Sebuah pesan yang berisi kabar burung kalau seorang teman meninggal, dan disuruh memastikan.
Tiba-tiba ada nomor asing lagi menghubungi saya, dan kali ini saya jawab.

Seketika tubuh saya lemas, tidak percaya.
Sebuah kabar duka datang dari salah seorang teman SMA saya.
Ternyata kabar burung tersebut benar adanya.
NH, teman semasa SMA saya, sudah terlebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Pagi itu saya melihat tubuh kecilnya ditutup kain, terbaring lemah tanpa napas, matanya tertutup, dan tak ada lagi senyum yang menghias wajahnya.
Saya menyaksikan bagaimana dia dimandikan dan dikafani.
Dan sampai malam hari badan saya lemas karena terbayang pemandangan tersebut.

Bocil, kecil, begitulah saya biasa memanggilnya.
Orang yang menyenangkan, sederhana, lucu.
Anak IPA yang ingin sekali jadi akuntan.
Kami pernah sekelas di XI IPA 3 dan XII IPA 5.
Ada nama dia di beberapa postingan yang saya tulis di blog ini.
Pengalaman dikejar satpam di salah satu pusat perbelanjaan, pengalaman saat ujian, pengalaman salah motor, dan lain-lain.
Sebuah sms darinya sebelum ujian praktik fisika yang masih terekam jelas di benak saya,
12 jam menuju praktek fisika. belajar yang bener ya. kita pasti bisa.
Waktu itu ujiannya berpasangan.
Kami menjadi partner karena nomor absen kami berurutan.
Terkadang saya menyesali keputusan saya untuk menjadikan blog ini sebagai moment recorder. :"(

Semenjak lulus SMA, dia susah dihubungi.
Terakhir saya menghubungi dia beberapa minggu yang lalu saat ada acara buka puasa bersama.
Pesan terkirim, namun tidak ada balasan.
Mungkin sibuk, pikir saya.

Ia meninggal di usia 20 tahun.
Bersyukurlah kita yang masih diberikan kesempatan hidup sampai saat ini.
Ya, kematian memang tidak pernah menunggu kita untuk siap, tidak juga menunggu kita untuk tua.
Kematian datang jika memang sudah waktunya.
Bisa kapan saja.

Menurut penuturan ibunya, beberapa waktu yang lalu dia baru menjalani operasi usus besar.
Harusnya dia tidak boleh puasa dulu, tapi dia malah puasa.
Lalu dia sakit, dan dibawa ke puskesmas.
Karena ibunya tidak bilang kalau ada riwayat operasi usus besar, dokter puskesmas mendiagnosis N tifus.
Akhirnya dia diberikan obat tifus.
Karena memang tidak tifus, kondisinya tidak juga membaik.
Konon katanya keracunan.
Dia muntah-muntah darah dan badannya panas tinggi.
Dan begitu dibawa ke ICU Rumah Sakit POLRI, kondisinya makin menurun.
Selanjutnya.........
Ya, seperti itu.
Semoga bisa menjadi pelajaran ya.

Trio bocil XII IPA 5

Selamat jalan, N.
Semoga kamu dapat tempat terbaik di sana ya.. :"(

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Jumua'ah: 8)


"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al A'raf: 34)

Jangan takut pada kematian, takutlah pada kehidupan setelah mati.

Tolong dimaafkan saya yang banyak salah ini ya.
Salam kece,






10 August 2013

Dear Jenderal..

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin.
Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan.
Aamiin.

Sumber: KLIK!


Selamat Idul Fitri 1434 H. Selamat jalan Ramadan. Semoga kita berjumpa lagi tahun depan. :')
Hayoooo berapa hari bolong puasanya?
Berapa kali khatam Alqurannya?
Berapa pun jumlahnya, semoga Ramadan bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sehingga tidak menyesal kelak hari pembalasan tiba. Aamiin. #tsaaaaah

Mengadaptasi dari judul drama religi, postingan kali ini dipersembahkan untuk anak-anak, calon anak-anak, dan mantan anak-anak (apaan dah ki -_-) dimana pun kalian berada.
Kisah ini based on a true story alias berdasarkan kisah nyata penulisnya.
Mari kita mulai ceritanya..

Di suatu hari lebaran yang berbahagia, seorang gadis yang lagi-lagi berinisial O, tiba-tiba berkeinginan untuk keliling Jakarta sambil mengendarai sepeda.
Ini adalah efek dari media yang terus menerus mengabarkan bahwa Jakarta sedang lengang.
Namun ibunya menolak dengan tegas begitu sang gadis mengutarakan keinginan hatinya.
"Ngapain sih naik sepeda segala. Mecem-mecem aja. Lagi PKM, de. Nanti item. Dekil. Mending berenang aja sana." kata sang ibu.
"Lagi PKM, bu. Nanti item. Dekil." balas sang gadis.
Sebagai anak yang baik, akhirnya sang gadis pun menuruti apa kata ibunya.


TAMAT.





























Eeeeeeeeh... Belum selesai ternyata.

Di lebaran hari kedua, kedua orang tuanya mengajak sang gadis berkunjung ke rumah saudara.
Nah di rumah saudaranya itu ada sepeda.
Sang gadis langsung bersorak gembira sambil menuntun sepedanya.
Namun kemudian datanglah adik dari sang gadis yang badannya lebih besar dari gadis itu.
Dia ingin ikut katanya.

Awalnya sang gadis yang ingin memboncengkan adiknya.
Tapi baru jalan satu genjotan, sang gadis langsung terhuyung-huyung sambil mengibarkan bendera kuning putih.
Beban yang di belakang lebih berat, Jenderal!
Ini penyiksaan.

Setelah melakukan diplomasi singkat, akhirnya sang gadis pun berpindah posisi menjadi pembonceng dan sang adik yang memboncengkan.
Mulanya biasa saja, sampai akhirnya sang gadis pembonceng banyak gaya sok-sokan mau duduk miring ala Princess Syahrini.

Tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada yang melamar, tau-tau kaki kanan sang gadis masuk ke jeruji roda sepeda.
KREEEEEK!!!
Sepatunya terlepas digiling roda, dan sang gadis loncat dari sepeda.
Sang gadis kaget. Adiknya ikutan kaget.
Ia mengira rantai sepedanya lepas.

Setelah menenangkan diri sebentar, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Sambil menahan rasa panas di kaki, sang gadis pun pulang dibonceng dengan posisi normal.
Begitu sampai di depan rumah, mereka tidak langsung masuk ke dalam.
Sang gadis langsung memeriksa kakinya.
Kemudian didapati sarung kakinya berlubang dan terdapat bercak darah.
Benar saja, ternyata insiden duduk miring tersebut berhasil meninggalkan jejak berupa luka di hati kakinya.

Setelah dibersihkan dengan air seadanya dan kemudian diplester, sang gadis masuk ke rumah sambil terpincang-pincang menahan perih.
Insiden tersebut masih menjadi rahasia antara sang gadis dengan adiknya.
Tapi tak lama berselang, tau-tau sang ibu mengetahui tentang insiden tersebut.
Sang gadis pun dimarahi.
"Udah dibilang jangan main sepeda. Macem-macem aja sih. Kan lagi PKM. Masa kakinya pincang gitu. Nanti langsung diurut aja sana."
Padahal kan cuma luka ya, ngapain diurut coba -_-

Barang bukti 1:
Sepatu rusak

Barang bukti 2:
Sarung kaki bolong dan berdarah

Harusnya tidak lulus sensor. Maaf ya..

Ada satu cerita lagi.
Selama Ramadan, sang gadis tidak diizinkan sang ibu untuk minum es.
Karena sang gadis kalau sudah pilek lama sembuhnya (soalnya tidak mau minum obat).
Tapi saat ada momen buka puasa bersama, sang gadis nekat minum es.
Dan keesokan harinya, sang gadis tepar di mesjid kampus bersama seorang rekannya karena hidung mampet dan badannya panas tinggi.
Akhirnya dia menyesal telah melanggar larangan ibunya.
Sebelum dikutuk menjadi batu, ia meminta maaf kepada ibunya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.


TAMAT.


Adik-adik yang berbahagia (apadeh ini..), yang seperti itu jangan ditiru ya.
Jangan suka melawan orang tua. Apalagi ibu. Selain bisa luka-luka, bisa masuk neraka juga. Tapi nakal sekali-kali mah gapapa. Namanya juga anak muda. Hehehehehe.

Salam kece,






05 August 2013

Dear Jenderal..

Bingung libur lebaran mau kemana?
Bosen di rumah karena antimainstream ga ikutan mudik?
Pengen jalan-jalan sambil belajar hal baru?

Ada sebuah pameran edukasi sejarah Mesir kuno yang bertajuk "The Legend of Mummy Exhibiton" di salah satu mall baru di kawasan Bekasi Utara, sebut saja Summarecon Mall Bekasi.
Pameran ini dibuka sejak 18 Juli-31 Agustus 2013 setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB.

Tiket masuk ke rumah mummy
Tempat beli tiket masuk rumah mummy

Setelah membayar tiket masuk seharga Rp10.000, kita harus melewati pintu masuk yang berbentuk patung Sphinx yang kepalanya terpotong karena langit-langitnya kurang tinggi.
Sebuah ruangan berisi patung-patung yang terbuat dari styrofoam menyambut dibalik tirai pertama.
Dengan penerangan remang-remang dan warna cokelat yang mendominasi membawa pengunjung merasa berada di negeri piramida.

Pintu masuk rumah mummy
Di balik tirai pertama
[Masih] Di balik tirai pertama
Ada mummy di balik peti

[Masih] Di balik tirai pertama [Lagi]


Setelah menyibak tirai kedua, pengunjung disugguhkan sebuah film dokumenter National Geographic tentang mummy Tuthankhamun, Lembah Para Raja, dan proses mumifikasi yang mengagumkan.
Tuthankhamun adalah Firaun paling terkenal sepanjang sejarah.
Ia adalah Firaun ke 12 dari dinasti ke 18.
Ia merupakan raja mesir kuno termuda yang memulai pemerintahannya sejak berusia 9 tahun.
Tuthankhamun pun meninggal pada usia yang sangat muda, yaitu 18 tahun, dan dimakamkan di Lembah Para Raja.

Menonton layar tancep film dokumenter

Pengunjung pun disajikan dokumenter proses mengawetkan jenazah atau mumifikasi.
Ternyata tidak hanya jasadnya yang diawetkan dengan garam Natron, tetapi juga beberapa organ dalamnya.
Dengan cara membuat sayatan di perut, satu persatu organ dalam di keluarkan kemudian dilumuri garam Natron untuk proses pengeringan.
Setelah rongga perut sudah kosong kemudian diisi oleh kapas dan kain.
Sedangkan untuk organ dalam dimasukkan ke dalam vas.
Kemudian jasad dibalut dengan menggunakan perban dan ditempelkan simbol-simbol untuk mengantarkan jenazah ke kehidupan selanjutnya.
Kurang lebih seperti itu.

Setelah menonton film, pengunjung bisa menuju ke ruangan berikutnya.
Di balik tirai ketiga, terdapat patung-patung disertai dengan keterangannya.
Di antaranya adalah patung Tuthankhamun, Dewi Isis (Ibu dari alam dan sihir), Horus (Dewa Pelindung), Dewa Toth (Dewa berkepala babon), Sobek (Dewa penjaga sungai nil), Anubis (Dewa kematian), Osiris (Dewa kehidupan alam) Horus (Dewa pelindung), dan Nefertiti (Permaisuri agung).

Ruangan di balik tirai ketiga

Di tirai berikutnya, terdapat replika mummy Tuthankhamun di dalam sebuah peti kaca.
Ada pula patung Anubis dan Horus, serta sebuah patung Topeng Kematian.
Di dindingnya terdapat berbagai informasi mengenai penemuan mummy dan juga riwayat hidup Tuthankhamun.

Replika mummy Tuthankhamun
Patung Anubis
Patung Horus

Mummy-mummy-an
Sebelum perjalanan berakhir, ada sebuah tirai lagi yang harus dilalui.
Sebuah tirai yang konon merupakan tirai shock terapi.
Begitu tirai tersingkap, sebuah replika ruangan piramida yang nyaris tanpa penerangan membuat suasana menjadi sedikit seram.
Labirin yang berliku dengan tanda panah yang menyesatkan membuat adrenalin terpacu.
Di beberapa sudut ditempatkan pula patung-patung dan mummy seukuran manusia.
Dan di akhir perjalanan ada sebuah kejutan berupa mummy yang digerakan oleh seseorang berpakaian prajurit Mesir yang bisa membuat pengunjung terkejut.

Sebenarnya di dalam ruangan pameran dilarang mengabadikan gambar.
Tetapi karena kemarin sedang ramai dan banyak yang foto-foto, akhirnya saya pun latah ikutan.
Gambar yang diambil menggunakan kamera ponsel dengan kondisi pencahayaan yang minim.
Harap maklum jika hasilnya seadanya.
Dear pak Presiden, sepertinya saya butuh subsidi ponsel yang lebih canggih pak.  *PLAK!*


Anubis

Anubis lagi
Dewa Toth

Dewi Ibis
Horus
Nefertiti

Osiris
Sobek

Topeng Kematian

Tuthankhamun

Tuthankhamun


BONUS: Foto Princess
Sekian dari saya.
Salam kece,






04 August 2013

Dear Jenderal..

Di suatu siang yang terik, seorang gadis cantik berinisial O sedang asik membuat ancur kue lebaran bersama tante dan kedua orang saudaranya.
Kue lebaran yang diproduksi dengan sepenuh hati tersebut diantaranya adalah kue semprit, putri salju, dan choco cookies.
Karena tidak suka dengan nastar, maka kue tersebut dicoret dari daftar hadir kue lebaran.
Padahal  bahannya sama aja kayak semprit ya.
Meuni riweuh maneh mah.. -_-

Nah, waktu sedang asik-asiknya ngunyel-ngunyel adonan, tiba-tiba bapak dari gadis itu masuk dengan tergopoh-gopoh sambil berkata,
"Kalau bebeknya dipotong aja bagaimana?"
Seisi ruangan sontak terkaget-kaget.
Tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada pacar, tiba-tiba sang bapak ingin memotong bebek.
Ada apakah gerangan?
Kedua saudara beserta tante sang gadis yang berinisial O itu sangat setuju jika bebeknya dipotong satu.
Namun sang gadis bersikeras tidak membolehkannya.
"Itu bebeknya sudah tua, Ayahanda. Sudah keras dagingnya. Tidak enak." ujar sang gadis.

FYI, sang gadis yang berinisial O itu memiliki 3 ekor bebek kesayangan.
Dahulu kala ia pernah dibelikan 7 ekor bebek, kemudian mati satu persatu.
Kemudian sang bapak membelikannya lagi 6 ekor bebek, yang kemudian mati lagi satu persatu.
Dan sekarang hanya tinggal 3 ekor yang mampu bertahan dari seleksi alam.

Gadis itu kemudian diajak berbicara empat mata oleh bapaknya.
Sang bapak menunjukkan kondisi bebek yang sudah pincang tak berdaya.
Bapaknya berkata bahwa tadi pagi kondisi si bebek masih baik-baik saja.
KENAPAAAAA?? KENAPAAAAA???

Judul FTV baru: Derita bebek malang

Akhirnya sang gadis yang berinisial O itu merelakan bebeknya yang paling gendut itu dipotong.
Ini semua demi kebaikan kamu bek, pikir gadis itu.
Setelah melakukan ritual persembahan terakhir berupa memberikan minum dan memandikan si bebek, akhirnya bebek itu disembelih dengan diiringi takbir dan air mata sang gadis.
KREEEEEK!
Seketika darah segar mengucur keluar, dan sang gadis langsung mual-mual.

Si bebek nangis waktu mau dipotong

Sevelito sama CirKey bersedih hatinya

Setelah mencabuti bulu, bapak dari sang gadis berubah menjadi dokter bedah dadakan.
Dipretelinya satu persatu bagian tubuh si bebek.
Begitu masuk ke organ dalam, sungguh tak disangka bahwa ternyata si bebek sedang mengandung!
Dijumpainya sebuah janin yang sudah hampir menyerupai telur, dan 3 butir janin kecil berwarna kekuningan di dalam perut si bebek.
Entah itu darah daging siapa, yang jelas seketika sang gadis merasa sangat bersalah.
Ternyata itu bebek betina, harusnya namanya bukan Lawson.
Harusnya namanya Lawsonchan. Hikshiks.. T.T

Karena berniat ingin membantu, akhirnya sang gadis turun tangan.
Ia melihat ada seonggok usus tergeletak tak berdaya, dan kemudian timbullah pikiran kurang kerjaannya.
Diambilnya usus tersebut kemudian ia bersihkan.
Tapi belum sampai 5 menit, sang gadis langsung mengangkat bendera putih.
Kenapa?
Karena isi dari usus itu bau, jenderal!
Yunowkan?
Yunowkaaaaaan???? *goyang-goyangin pundak sambil melotot manja*

VOILAAAAA!! Lawsonchan sudah berubah..

Sang bapak yang melihat peristiwa tersebut malah tertawa namun kemudian langsung menyelamatkan anak gadisnya dari bencana E pangkat 2.
Dibuangnya usus yang sangat bau tersebut.
Namun sebelum dibuang, sang anak berhasil menyelamatkan ampela si bebek.
Soalnya sayang kalau dibuang.
Dan begitu ampelanya dibedah...
JENGJEEEEEEEEENG!!!
Sang bapak dari gadis cantik itu melihat sesosok benda bulat mengkilap di antara kumpulan kotoran bebek.
K-E-L-E-R-E-N-G.
Kelereng! Ya salam..

Sang bapak dari gadis cantik yang merasa tidak pernah memberi makan kelereng kepada si bebek pun terkejut.
Siapapun yang dengan sengaja atau tidak meletakkan kelereng di kandang bebek sampai akhirnya dimakan, kalian sungguh kejam.
Bukan cuma membunuh bebek yang paling gemuk, tapi juga membunuh masa depan calon anak-anak si bebek dengan tidak berperikehewanan.
Hiks.

Selamat tinggal, Lawsonchan!
Selamat datang bebek rica-rica!
Salam kece,