Oct 13, 2010

A New Cinderella Story (part.2)


Baca part.1 dulu ya biar nyambung.

Akhirnya berkat saran dari Nyoi Suryo, pakar telematematika, Cindy berhasil memerdekakan dirinya. Kok bisa? Bisa lah. Jadi gini ceritanya, waktu hari pemusnahan barang bukti ke94H03Lzannya telah tiba, Cindy nelepon Nyoi Suryo buat minta saran apa yang seharusnya ia lakukan.
Cindy Yang Teraniaya (CYT) : Bang Nyoi, saya harus gimana ini? Nasib saya udah di ujung tanduk jerapah!
Nyoi Suryo Sang Penolong (NSSP) : Emang jerapah punya tanduk ya?
CYT : Penting banget gak sih Bang nanya kaya gituan? Saya ini lagi panic at the disco! Tolong bantu saya. Ibu peri saya udah tua. Jadi udah gak bisa diandalkan lagi. Kasian dia. Udah waktunya pensiun.
NSSP : Oke. Saya akan mencoba membantu.

Setelah melalui percakapan yang cukup panjang, akhirnya obrolan itu pun ditutup dengan senyuman Cindy. Kali ini gak sia-sia nelepon pakar telematematika itu, batin Cindy.

Mami Varti, Anaz, dan Dizi pun masuk. Saatnya eksekusi 3B milik Cindy. Baru mau mengambil Blackbaby-nya, eh si Cindy langsung maju dengan tangan nunjuk ke atas berasa mau orasi sambil teriak,”BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA, DAN OLEH SEBAB ITU MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PERIKEMANUSIAAN DAN PERIKEADILAN.

Bagaikan terkena sihir Albus Dumbledore, ibu tiri dan kedua anaknya itu pun langsung terdiam dengan mulut ternganga lebar. Tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, si Anaz pun sampai menangis tersedu-sedu melihat keberanian Cindy. Akhirnya mereka pun tersadar dan kemudian berubah jadi baik.


Anaz : Cindy, sebenernya aku tuh gak suka jadi pemeran jahat. Cape tau. Aku pengen ngeliat dunia ini damai. Aku gak suka penindasan :)
Dizi : Sama ka. Aku juga. Kita harus berterima kasih sama pembuat skenario kali ini karena kita akhirnya berubah jadi baik juga. Yah walaupun harus aku akuin kalo skenarionya gak bagus-bagus amat.
Mami Varti : Iya. Makasih ya pembuat skenario. Saya emang udah lama pengen jadi orang baik. Bosen marah-marah mulu. Liat nih keriputnya jadi banyak banget kan?

Oke akhirnya mereka semua hidup bahagia.

Bagaimana dengan ayahnya??

Ayahnya baik-baik aja kok. Walaupun sempet ada gosip katanya ayahnya mati gara-gara ketendang sapi, tapi ternyata itu gak bener. Wong ayahnya cuman keracunan susu sapi hasil eksperimennya doang kok. Jadi waktu itu dia salah masukin gula gitu. Dikirainnya gula eh yang dimasukin malah kapur barus.

Terus bagaimana dengan ibu peri?

Tadi kan udah dibilang, ibu peri udah tua. Udah gak produktif lagi. Kebanyakan syuting sinetron Bidadari ama Pinokio sih (??) Lagian juga jaman sekarang mana ada sih anak-anak yang percaya ama peri-perian? Jadi ya emang udah seharusnya ibu peri pensiun.

Kalo Sepatu Kaca? Pangerannya juga mana?

Berhubung kaca itu rapuh, gampang pecah, jadi penulis menggantinya dengan yang lebih aman untuk digunakan. Yaitu sepatu karet.
Dan karena negara kita dipimpin oleh seorang presiden, bukan oleh seorang raja, maka gak ada pangeran-pangeranan. Kita ganti jadi anak presiden aja. Eh jangan deh. Anak pengusaha tempe aja.
Ini cerita selengkapnya :

Setelah saudara-saudaranya kembali ke jalan yang benar, Cindy merasa sangat senang. Ia bisa bermain bersama tanpa takut kotor karena ada R*NSO (loh?)
Suatu ketika, Cindy ingin menyusul Anaz dan Dizi pergi ke mesjid untuk solat berjamaah. Di tengah jalan, ia bertemu dengan sesosok pria tampan nan rupawan bernama Umay. Ia anak seorang pengusaha tempe yang sukses di kampungnya.

Setelah berkenalan, Umay pun jatuh hati kepada Cindy. Begitu pula dengan Cindy. Namun sayang, takdir tidak memperkenankan mereka bertemu dalam waktu yang lama. ADZAN.

Cindy : Maaf ya Umay. Aku harus solat. Aku buru-buru. (lari meninggalkan Umay)
Umay : Yaaaaah.. Kan belom minta nomor hape :’(

Umay pun mengambil inisiatif buat ngikutin Cindy ke mesjid. Dan biar ceritanya kaya di dongeng-dongeng jaman dulu, makanya Umay ngambil 1 sepatu Cindy. Tadinya sih pengen 2-2nya, lumayan kan bisa dijual lagi, tapi gak jadi karena sepatunya Cindy yang satu lagi ada ee ayamnya.

Langsung deh Umay bikin pengumuman.


Cindy yang ngerasa keilangan sepatu pun langsung menghubungi nomor Umay. Dan sejak saat itu mereka pun jadi temen deket.

-- S E L E S A I --

A New Cinderella Story (part.1)


Akhir-akhir ini frekuensi ngeblog gue semakin menurun. Biasanya seminggu bisa 2-3 kali, eh ini 1 kali aja udah males banget rasanya. Dari judul aja udah ketauan kan kalo gue nulisnya setengah hati dan gak sepenuh jiwa raga kaya sebelum-sebelumnya? Sebenernya sih banyak banget yang pengen ditulis, tapi berhubung gue bukan pengangguran lagi, jadi apa yang gue pikirin biasanya langsung ilang kebawa mimpi.

Sekarang, gue pengen mempersembahkan satu karya emas gue lagi nih. Karya yang lahir dari sebuah pemikiran fenomenal dari seorang mahasiswi cantik dari jurusan matematika yang sangat dibanggakan oleh nusa, bangsa, negara dan kedua orangtuanya. Karya ini gue persembahkan untuk diri gue sendiri yang bentar lagi menginjak umur 18 tahun ^^. Judulnya adalah...



Check it out !!

Dahulu kala, di sebuah kota yang indah di negeri antah berantah, hiduplah seorang ayah yang kaya raya bersama anaknya yang sangaaaaaaat 94h03LZ, namanya CINDY. 3B. Behel, BlackBaby, Belah tengah. Ya seperti itulah kira-kira. Ibunya sudah tidak ada dalam cerita ini soalnya dia gak mau tanda tangan kontrak gitu deh. Menurut gosip yang beredar sih ya, katanya ibunya pengen pindah ke management lain yang pimpinannya lebih ganteng dan lebih tajir gitu. Dasar matre!

Yaudah akhirnya sang ayah, kita sebut saja PARMIN, memutuskan untuk mencari pemeran lain biar ceritanya gak putus sampe di sini. Parmin sadar bahwa hidup harus terus berlanjut. Selama bumi masih berputar pada porosnya, selama mentari masih sanggup menerangi, dan selama pahlawan bertopeng belum berubah menjadi Ninja Hattori, Parmin tidak akan membiarkan anak-anak jalanan terlantar dan janda-janda kesepian kurang perhatian (eh?). Sang ayah melakukan audisi di  berbagai negara untuk mencari penganti ibu kandung dari Cindy.

Dari sekian puluh juta orang yang mengikuti audisi di berbagai tempat di seluruh dunia, akhirnya terpilihlah seorang janda dari sebuah daerah bernama Bojong Kempot. Namanya adalah VARTI (pake V ah biar gak kampungan haha). Ia memiliki 2 orang anak perempuan yang sangat amat biasa saja, tidak cantik, tidak jelek, tidak pintar, tidak bodoh, tidak rajin, tidak malas, yang bernama ANAS dan DIZI. Bakat mereka adalah bernyanyi sambil berenang.

Awalnya mereka bisa bersikap baik kepada Cindy. Namun setelah kepergian ayahnya (ayahnya adalah seorang pemerah susu sapi yang sangat sukses dan sekarang sedang mendapat job besar, yaitu memerah susu sapi milik Presiden Ballack Omama), mereka mulai bersikap aneh kepada Cindy. Mereka memperlakukan Cindy layaknya seorang asisten rumah tangga (baca : Babu). Anas, Dizi dan ibunya merasa sangat merdeka sepeninggal ayahnya Cindy. Awalnya Cindy nurut-nurut aja. Bukan hal yang sulit lah buat dia. Menurut Undang-Undang Peranak 94H03LZ-an tahun 2010 no 734, anak 94h03LZ juga harus pinter bersih-bersih. Sehingga Cindy meyakini dalam hatinya bahwa ia harus bisa membantu mama demi masa depan yang lebih cemerlang. Tapi begitu kekuatan 3B (Behel, BlackBaby, Belah tengah)nya akan ditarik, dia langsung marah karena status anak ter-94h03LZ sekelurahan yang telah disandangnya selama 17 tahun akan musnah seketika. Ternyata kedua saudara tirinya ingin menggantikan posisi Cindy sebagai anak ter94H03LZ sekelurahan. Dengan sekuat tenaga akhirnya Cindy melakukan pemberontakan besar-besaran.

Awalnya Cindy mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan jalan diplomasi seperti yang diajarkan oleh guru sejarah di sekolahnya. Perjanjian demi perjanjian dibuat. Namun sang ibu tiri dan kedua anaknya tetap saja melanggar kesepakatan. Cindy mulai merasa batinnya tertekan, nyawanya terancam, dan seketika ingin hilang dari peradaban.  Ia merasa perlu membangkitkan Ir. Soekarno dari dalam kubur untuk membantu memproklamasikan kemerdekaan dirinya (serem amat ya ?)


--- B E R S A M B U N G ---

Oct 8, 2010

Dibuang sayang


ASSALAMUALAYKUUUUUUM ^^


Setelah sekian lama (padahal baru seminggu), akhirnya bisa posting lagi kan tuh gue.
Sebenernya udah banyak unek-unek yang pengen gue tumpahin.
Tapi berhubung gue juga lagi sibuk menikmati masa-masa menjadi mahasiswi baru, jadinya gak sempet posting deh.
Ini juga gue posting karena desakan dari Emak angkat gue, Helmanita Kibtia (Hai emak!! Makasih udah mau mampir ke kandang cacing blog gue yang gak penting ini). 

5 Oktober 2010,
Gue sebagai PJ matkul KWN diberikan amanah oleh nenek dosen gue, sebut saja ibu DP, untuk beli modul matkul ke kampus A. Tadinya sih gue pengen beli hari jumat, tapi gak jadi gara-gara anak-anaknya susah ditagihin (banyak anak kos, gak tega gue maksanya).

Yaudah gue merekrut 1 cowo buat nemenin gue ke kampus A.
Setelah melakukan seleksi nasional yang amat sangat ketat sekali banget, akhirnya terpilihlah Muhammad Rayhan Zaky yang nemenin gue (Sebenernya sih karena gak ada yang bisa dimintain tolong lagi. Dari 7 cowo di kelas gue cuman 2 orang yang bisa bawa motor. Dan beruntunglah Rayhan karena gue memilih dia. hahaha)

Eiya mau cerita dikit nih. Si Rayhan tuh mirip banget ama Tompi. Gue sih curiga dia itu kloningannya Tompi. Masa dari muka ampe suara bisa mirip gitu. Nih orangnya...


Bedanya kalo Rayhan punya tanda item di jidat. Sumpah itu tuh keren banget!! Kalo dari buku yang gue baca sih katanya itu tanda penghuni surga (amin). Nabi Muhammad SAW juga punya loh katanya. Keren banget!!

Oke gue pergi ke kampus A naik motornya dia yang bensinnya udah diujung penghabisan gitu. Siake. Gue pikir dia becanda waktu bilang bensinnya abis. Ternyata beneran -__-
Tau gitu pake motor gue aja deh. Gue jadi gak degdegan takut motornya mogok terus gue disuruh dorong tuh motor ampe pom bensin. Atau paling parah gue dibuang di jalan ama tuh orang (??)

Setelah ngisi bensin, akhirnya kita jalan lagi. Dan sampailah di Kampus A.
Masalah selanjutnya adalah :
KITA GAK TAU BELI MODULNYA DIMANA !!
Kita terlunta-lunta, tak berdaya, seperti Hatchi yang sedang mencari ibunya :'(



Setelah parkir di deket perpus (gue lupa itu fakultas apaan, maklum saya anak pesantren kampus B). Gue gak ngerti kenapa juga harus parkir disitu. Kenapa motornya gak dibawa hunting gedung FIS tempat kita beli modul? Emang yang namanya Rayhan itu aneh banget. Gue aja terbingung-bingung waktu diajak jalan kaki buat nyari gedung FIS. Ampe lupa lepas helm gitu -__-

Setelah jalan ngelewatin fakultas teknik, kita sempet berselisih pendapat gitu. Perasaan gue sih FIS di sebelah Teknik, jadi gue bilang kekanan aja. Eh tapi tu orang dodol malah ngajak ke kiri. Yauda gue ikutin aja. Padahal mah di kiri itu FBS. Sotoy sih lu bang! Dan akhirnya kita balik lagi -___-

Oke dicepetin aja lah.
23 modul udah di tangan, kita balik ke pesantren kampus B. Kerasa banget bedanya kampus A ama kampus B loh!

Nah pas dibagiin ada masalah lagi. LAGI!!!
Ternyata ada yang nulis namanya 2 kali. KAMBING DASAR!
Harusnya cuman 22 modulnya. Tapi gara-gara ada yang nulis nama 2 kali gue jadi beli 23 :'((
Gue pikir selebor gue lagi kumat, gue lupa naro duit anak yang mau bayar modul ampe gue nalangin pake duit gue sendiri. eh ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!



 Maaf fotonya gak bagus. Kameranya jelek sih :p


Dan akhirnya sekarang gue lagi kebingungan mau dikemanakan tu modul 1 lagi. Gue udah promosi ke seluruh penjuru kelas SBI, boleh dicicil 100x, tapi tetep aja gak ada yang minat. Gimana ini ???
Ada yang berminat gak??
Gue diskon deh. mau yayayaya??
Sayang ken kalo buat bungkus nasi uduk


Oct 1, 2010

Kutukan Putri Tidur



WELCOME OCTOBEEEEEEEEEER!!!
Plis bi nais tu mih!
Tanggal 29 gue ulang taun nih (loh??)


Bukan, bukan! Postingan kali ini bukan tentang dongeng yang biasa kita denger. Ini adalah kisah tentang perubahan putri kodok menjadi tukang bubur putri tidur.


Minggu kemaren gue abis SISKOM (studi islam komprehensif) gitu. Acara dari pesantren kampus. Nginep di Cigombong, Bogor 3 hari 2 malem. Gue mah ngikut-ngikut aja. Buat nambah pengalaman. 35 ribu 3 hari 2 malem termasuk udah murah banget kali ya? Makan terjamin pula (wong bawa dewek dari rumah -__-)
Berangkat hari Jumat abis isya. Tapi gue udah stand by di kampus dari abis kuliah sebelum solat jumat. Rajin bener gue dah ah. Abis mau pulang males. Tau sendiri kan Jakarta kaya apa. Halim-Rawamangun bisa 1 jam -__-


Disana gue gak bisa mandi. Sumpeh deh itu udah kaya tempat pengungsian. Mana yang masuk kamar mandi pada gak tau diri. Lama bener. Akhirnya gue pun gak mandi. Eh mandi deng sekali. Itu juga cuman mandi bebek gara-gara airnya seuprit banget.


Eiya ada kejadian lucu pas lagi makan. Kita kan makan rame-rame. 1 nampan buat ber10, nah pas makan malem hari ke2 gue gabung ama anak jurusan lain (gak perlu gue sebut deh ya). Gue cuman ber3 yang dari jurusan matematika. Gue sempet shock banget sampe gak sadarkan diri waktu nampan makanan udah di depan mata. GILAAAAAA!!! Nih orang makan udah pada kaya kuli udah gak makan 5 hari!! Makannya pake esmosi gitu. Rebutan. Napsu bener. Nampannya ditarik sana ditarik sini berasa lagi maen mobil-mobilan. Mana ada yang duduk bersila gak mau ngalah lagi. Gue yang badannya mungil, kecil, dan tidak berdaya ini cuman duduk nyelip di antara wanita-wanita perkasa. Belom ada 10 menit, eh makanan udah abis. Beda banget kalo gue makan bareng jurusan gue. Perlahan tapi pasti. Sambil ngobrol tapi abis.


Oke balik lagi ke judul ye.

Jadi gini, pas berangkat itu, gue merasakan kebetean yang teramat sangat. Udah di tronton umpel-umpelan. So... gue iseng-iseng ngeliat sekitar. Ebujeng pada tidur semua. Gue perhatiin atu-atu. Nahloh.. Gini toh cara tidurnya anak-anak pintar (baca: FMIPA).

Yaudah karena gue gak ngantuk, gue online aja deh. Nih tweetan gue :




Buat yang jadi bahan keisengan gue, gue minta maaf banget ya.
Gue emang gitu orangnya. Cantik, baik, lucu, kreatif, dan inovatif. Hahaha
Eiya gara-gara keisengan gue, gue ngerasa dapet karma gitu.
Selama di sana gue ngerasa ngantuk mulu sumpeh deh gak boong.
Gue adalah orang pertama yang tidur di kamar kelompok gue waktu pertama kali dateng. Disaat orang-orang masih beres-beres tas, eh gue udah ngucul ke kamar mandi buat pipis, cuci muka ama sikat gigi. Nah pas yang lain ngantri kamar mandi, gue udah pergi ke alam mimpi hahahaha GESIT ABIS!!


Abis solat subuh juga gue ketiduran. Padahal yang lain lagi baca Al-Matsurat. DAN GUE GAK DENGER SAMA SEKALIIIIIII !!! Astaghfirullah -__-


Terus pas lagi maen ke neraka-nerakaan, disaat orang-orang masih pada nangis-nangis ketakutan eh gue malah ketiduran -___-


Bukan gue gak takut, gue juga nangis kok awalnya. Tapi kelamaan nangis cape juga kali yee. Mana mata ditutup kan. Jadi jangan salahkan saya kalo saya ketiduran :p


Ada lagi. Pas lagi materi gue juga sempet ketiduran 2 kali. Pas siang ama pas malem. Disaat yang lain pada nyatet materi, eh gue malah tidur. HAHAHAHAHA.


Gue jadi mikir, apa gue kena kutukan The Best Sleeping Award??
Gak tau juga deh. Hanya ALLAH yang tau.


Untungnya pas akhir acara gak ada award buat peserta pencuri tidur terbanyak. Kalo ada pasti gue yang menang deh hahaha (づ ̄³ ̄)づ




Sep 23, 2010

Untung ada P-Man (Parkiran Man)


Akhir-akhir ini predikat manusia dodol bin selebor nampaknya makin lekat pada diri gue deh. Kemaren gue kembali mengalami suatu kejadian aneh luar biasa dimana tidak seorang pun ingin mengalaminya.

GUE KEILANGAN KUNCI MOTOR !!

Kambing!!

Gini ceritanya. Kemaren tuh gue sebenernya gak ada kuliah. Tapi gue tetep ke kampus buat rapat acara jurusan gitu. Janjiannya sih jam 1, tapi berhubung gue liat keadaan langit tidak secerah biasanya, dan gluduk bersahut-sahutan bagaikan awan tanpa bintang (apadeh), makanya gue putusin buat nunggu ujan dulu >> biasanya mah orang buru-buru berangkat biar gak keujanan ya? Yah itulah gue.

Akhirnya gue berangkat dari rumah jam 13.10. Dengan diiringi irama doa ibunda gue dengan birama 4/4, akhirnya gue pun berangkat menuju kampus dengan sedikit agak kurang rajin (baca: males). Ternyata masih gerimis. Kampret emang dah. Ujan-ujanan mulu gue -__-

Oke dengan sekuat tenaga, usaha dan upaya, akhirnya gue mengendarai motor ala pembalap kelas dunia, yaitu PAK LENTINO ROSSA. Hujan badai kulalui demi bertemu teman-teman seperjuangan di kampus ungu (lebay banget). Cepetin aja deh ya. Lagi males basabasi nih. Banyak tugas gue.

Oke gue udah nyampe ya. Pas gue nyampe kampus tuh ujan lumayan gede. Yaudah gue buru-buru deh ngelepas kaos tangan terus naro di jok. Abis itu masukin kunci ke kantong jaket. Baru mau lari eh gue inget gue belom lepas helm -__- Yaudah gue ngeluarin kunci lagi terus nyantolin helm di jok. Terus gue lari dengan gaya kura-kura sprint.

Baru mau kumpul ke Veldrome eh ada anak-anak Reguler lagi kumpul terus manggil gue. Akhirnya batallah niat gue untuk sampe tempat rapat secepatnya. Gue ditahan ama anak-anak yang lagi ngerjain tugas PIP. Eh gue diprotes katanya kenapa gue gak parkir di parkiran FIK yang depan aja. Lah iya. Gue juga baru inget. Ngapain juga gue parkir jauh-jauh ke parkiran FMIPA, toh rapatnya di Veldrome ini kan. Haaaaaaah.

Yauda sekitar jam 2 lewat setengah jam gue ama salah seorang temen gue Ai Megawati akhirnya bergegas menuju Veldrome. Nyampe disana ternyata udah mau bubar. Eh gak deng. Masih ada. Gue langsung ngumpul di sie. HPD. Terus liat tugas gue. Abis itu pulang deeeeeeh.
Hahaha gak lah. Bisa ditabok gue. Udah dateng belakangan eh mau pulang duluan.

Abis ngomongin tugas, gue kumpul ama anak-anak yang lain. Ikut nyanyi-nyanyi gitu deh. Padahal kan gue mau ikut nampilin drama bukan ikut vokal grup. Tapi bodo amat lah. Gue kan cuman iseng-iseng doang. Abis nyanyi-nyanyi terus diajakin bikin video keong racun gitu. Mau nyaingin Sinjo gitu niatnya. Tapi hasilnya ? Ancuuuuuuuuuuuuuuuur !!

Yaudah abis solat ashar gue langsung pulang ama Titia Rahmawati. Kita jalan ke parkiran. Eh di parkiran gue panik. Tiba-tiba aja kunci motor gue gak ada gitu loh. Udah gue obrak abrik ampe keluar semua isi perut tas gue, tapi gak ketemu. Gue langsung bilang Tia. Tia malah ketawa-tawa ngirain gue bejanda eh becanda. Dikirain gue lagi akting. Siake. Kambing dasar! Gak tau orang lagi panik apa.

Mungkin gue kualat kali ya ama kakak gue. Gue sering banget tuh ngatain kakak gue selebor gara-gara sering lupa nyabut kunci motor. Hahahaha. Dengan muka panik bin mengenaskan, gue akhirnya bolak-balik nyari kunci motor gue. Insting dektektif gue pun berjalan. Gue menelusuri jejak dimana kaki gue berpijak dari tadi. Nihil. Gak ketemu. Tia nyuruh nanya penjaga parkiran a.k.a PARKIRAN MAN. Tapi gue malu. Gila aja ketauan banget selebornya kan -__-

Akhirnya setelah dipaksa-paksa, gue mau juga nanya Parkiran Man.

”Pak ada kunci motor gak?” tanya Tia.
”Motor apa?”
”Bl*de pak.” kata Tia lagi
”H*nda pak.” tambah gue.
”Nomornya berapa?”
”B –piiiiiip-” lanjut gue
”Ini bukan?”

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Gue rasanya pengen pingsan sambil nangis di pelukan parkiran man Titia. Berasa abis dapet undian, berasa abis menang togel, berasa abis kejatuhan durian (eh?)
Ya pokonya seneng banget deh !!

Ternyata abis naro helm gue lupa nyabut kunci. Untung ada PARKIRAN MAN ! Terima kasih Parkiran Man :’)
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda tanya (eh?)

Note : Sekarang gue jadi di kenal ama Parkiran Man. Tiap gue dateng pasti dia senyum-senyum najong deh ama gue. Naksir kali ya ?


Sep 21, 2010

Lomba berebut napas dalam rangka Hari Kedodongan Orang Gila (?)


Sepertinya peribahasa ”Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” sangat tidak sesuai dengan diri gue. Wong nuntut ilmu ke Rawamangun aja gue udah ngos-ngosan -__-




Hari ini gue ke kampus gak bawa motor. Motornya dipake kakak gue gitu loh. Dan berangkatnya gue nebeng kakak gue. Gue dan kakak gue berangkat jam setengah 9 dari rumah. Soalnya kakak gue pengen beli kue dulu. Pacarnya abis ulang taun kemaren sabtu (kok dirayainnya hari Selasa ya ?) Gue diobrak-obrak (bahasa apaan nih ?) buat cepetan. Alhasil gue make jiblabnya berantakan abis. Sabodo lah. Daripada gue berangkat naik bis. Dan akhirnya pikiran gue udah nyampe duluan di kamar mandi kampus buat benerin jiblab.


Setelah bolak-balik nemenin kakak gue ngoper kue pacarnya ke temennya, akhirnya gue pun dianterin nyampe kampus dengan selamat sehat wal afiat. Pas turun gue ngerasa kaya ada yang ketinggalan gitu. Gue ngecek helm, ah udah gak dipake ko, gue ngecek sepatu, ah udah dipake dengan rapi ko gak ketinggalan di motor lagi, terus apaan yang ketinggalan dong ? Haloyooooooo ! Gue bingung deh. Tumben bener gak ada yang ketinggalan nih, batin gue seneng. Oke deh gue langsung berdadahdadahan (bahasa apaan coba ?) ama kakak gue.


Gue melangkah dengan riang gembira berasa gak ada dosa. Baru jalan berberapa langkah dari gerbang, gue megang kantong.
EBUJEEEEEEEEEENG !!! HAPE KAKAK GUE KEBAWA !!!
Astaganagabuaya !! Baru pengen balik eh kakak gue udah gak ada. Mamam dah tuh ! Pantesan dari tadi tangan gue gatel pengen nabok orang (eh??)
Gue bingung. Panik. Tiba-tiba aja jadi pengen makan orang (??)
Yaudah gue sms temen kakak gue. Gue bilang aja hape kakak gue ketinggalan dan sekarang berada di tangan yang aman.
Oke. Satu urusan beres. Untung gue dikasih kecerdasan yang luar biasa sama Allah >>> LEBAAAY !!


Abis itu gue melalui jam perkuliahan dengan biasa aja. Diiringi ngantuk yang tiba-tiba mendera, dan curhatan si RINA -.-


Kuliah pertama selese. Istirahat deh. Gue solat, terus berniat pengen makan bekel yang gue bawa dari rumah. Baru mau makan eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh, anjrot gue lupa bawa sendok gitu loh! Kambing dasar! Cobaan apa lagi ini? Kenapa hidup gue begitu rapuh seperti ini? (apadeh)


Karena waktu udah mepet, gue ada kuliah lagi jam 1, dan gue adalah PJ matkul tersebut, dan gue belom nyari dosen, dan gue belom ngambil absen, akhirnya gue batalkan rencana makan siang di bawah pohon rindang sambil menggelar tikar (berasa piknik).


Entah kenapa tiap ada matkul dosen yang satu ini gue ngerasa jadi orang paling rempong sedunia perkuliahan. Gue agak nyesel jadi PJ matkul umum kaya gitu. Dosennya ada di kampus A dan gue dapet jadwal di kampus B. Mana gak punya nomor hapenya. Dikasih ama bapak TU malah nomor rumah. Emangnya eke mau ngobrol ama pembantunya pak? -__-


Udah 1 jam. Percuma juga. Udah jam berapa itu. Orang ujan juga. Dosennya pasti males dateng lah. Dan kenyataan paling buruk adalah gue terjebak ujan di gedung seberang dalam keadaan kelaperan (ngenes). Tau gitu tadi gue ngerampok sendok di kantin terus makan dengan biadabnya di kelas deh.


Akhirnya sampe diusir ama petugas kampus pun gue belum berhasil makan bekal gue. Sempet ada temen gue yang mau minjemin sendok sih, si SAHID HIDAYAT noh. Ah tapi nanti kalo gue ketularan jeleknya dia kan gak lucu (eh?)


Yauda gue pulang dengan menahan rasa lapar menembus titik-titik air hujan yang turun keroyokan. Curang dasar ! Kalo berani satu-satu meeeen !


Gue pulang naik bis. Tadinya sempet bimbang dan ragu dalam mengambil keputusan mau naik bis biasa apa busway. Berhubung gue trauma naik busway, garagara kejadian ini, yaudah gue naik bis aja. Nungguin bis 57 ampe berjenggot, beruban, dan bertanduk deh gue lama bener gila. Mana ujan lagi. Siake. Setelah gue hampir putus asa, frustrasi, dan hampir gantung diri di pohon cabe, akhirnya yang ditunggu dateng juga. ITU DIAAAAAAAAAA!!! Teriak gue dalem hati.


Gue masuk dengan perasaan riang gembira berasa gak ada dosa. Eh pas nyampe dalem, ebujeeeeng nih bis apa rumah? Bocor gitu tau gak sih. Berasa lagi naik kapal Titanic dah gue -___-
Mana ada preman mintain duit 500 maksa banget. Gue yang biasa megang duit gedean (duit monopoli) ya gak punya gopean lah. Eh tu preman maksa terus. Gue diemin aja. Daripada dia naksir ama gue kan (eh?)


Eh tiba-tiba kenek yang sangat tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan masukin orang banyaaaaaak banget ke bis itu. Woy mas ini udah kepenuhan kaleeee, bisik gue. Dan bener aja, dalam keadaan ujan, jendela ditutup, keadaan penuh sesek kaya gitu gue gak bisa napas dan berasa pengen pingsang. Mana belom makan kan. Parah banjet deh. Mungkin 17 Agustusan taun depan gue akan mengusulkan lomba baru yang sangat fenomenal, yaitu LOMBA BEREBUT NAPAS DI BIS !! Jrengjrengjrengjreeeeeeeeeeeeng !! Baru jalan beberapa menit kaki gue udah bergetar hebat. Bukan, bukan karena gue denger lagu Keong Racun, tapi karena gue belom makan dan gue sekarang kekurangan oksigen.




Udah berasa pengen pingsang aja dah tuh gue. Keringet udah bercucuran seiring turunnya air hujan (asik deh). Gue gak tahan. Gue gak tahan. Gue dari kampus jam setengah 3 dan itu udah jam setengah 4. Gue udah gak kuat. Tapi gue tahan. Macetnya gak ketulungan. Kejaaaaaaaaaaam!!! Gila!!! Pemda kerjanya yang bener doooooooooooong !!! Jangan mau duitnya doang !!
Eh gak bisa salahin pemerintah doang juga sih, lagi ke diri sendiri. Udah buang sampah pada tempatnya belom ? Udah ngirit air belom ? FYI nih ya, katanya daerah-daerah di Indonesia banyak yang mengalami penurunan tanah loh. Jadi gampang banjir. Dan diperkirain nanti tahun 2030 sekitar 2000 pulau di Indonesia bakal menghilang hiiiiiiiiii~


Bapak-bapak yang duduk di sebelah gue bener-bener gak punya perasaan deh. Ngeliat anak kecil yang cantik, lucu, manis, dan lugu kaya gue ini hampir pingsang di tengah lautan manusia masih aja bisa tidur nyenyak tanapa rasa bersalah =___=




Gue berniat pengen keluar dari neraka dunia itu. Tapi gak bisa. Bener-bener mepet. Gue berniat ikut turun kalo ada orang yang turun. Dimana aja seterah deh daripada gue mati konyol di bis itu kan. Dan niat gue pun kesampean. Yes ! Gue bisa turun. Dan ternyata gue turun di Penas Kalimalang. Itu artinya gue bisa nelpon orang rumah buat jemput gue di Halim. Uyeeeeeeeeeeeee !! Thanks God !!


Sambil jalan gue nelepon orang rumah. Gak diangkat. Gue telepon lagi. Yes diangkat. Suara bokap. Lagi gak enak badan gitu. Katanya di rumah gak ada orang. Dan dengan nada memprihatinkan gue bilang aja kalo gue salah turun bis. Bokap malah ketawa. Siake. Gue disuruh pulang sendiri -__-
Anjir gue udah nyampe di depan Halim. Akhirnya gue jalan lagi ke pertigaan buat nyari angkot. Terus gue naik 06A sampe depan PGC. Karena gue udah cape, gue cuman bisa tidur di angkot. Untungnya gak ada yang berniat ngambil buku Aljabar gue (??)


Abis naik 06A gue naik Trans Halim. Bodo dah itu mau ke arah mana yang penting udah penuh jadi gak ngetem. Gue udah cape bener ini. Lapeeeeeer ! Untungnya abang Trans Halimnya mantan pembalap. Jadi wuuuuuuuuuuuuuusssssss !!! cepet nyampe deh. Dan untungnya gue gak salah angkot \(^.^)/


Itu aja deh cerita hari ini. Makasih ya buat yang udah mau baca. Have a nice sleep :)



Sep 20, 2010

Nasib Buku Keramat Peninggalan Mpu Tantular


Biasanya mahasiswa FMIPA identik dengan manusia-manusia yang teliti, cermat, kalem, serius, yah angker gitu deh kesannya. Tapi kayanya identitas itu gak berlaku buat gue deh. Gue aja gak nyangka gue yang selebornya gak ketulungan kaya gini ternyata bisa jadi anak FMIPA.

Hari ini gue abis kuis Kalkulus dong! Hahaha gak tau deh itu hasilnya gimana. Wong gue gak sempet belajar banyak. Jadi gini ceritanya, gak tau gue yang salah nulis atau gue yang salah denger (sama aja), gue dengernya dan nyatetnya buku yang bakal dipake itu adalah kalkulus edisi 6. Gue udah mengutus pasukan buat nyari tuh buku yang konon katanya berbahasa planet (Inggris). Udah ngubek-ngubek seluruh toko eh ternyata eh ternyata malah gak ada. Tadinya gue mau dibeliin buku versi Indo aja dulu buat belajar, eh dodolnya gue bilang gak usah. Gue tetep bersikukuh mau make buku bahasa planet itu (padahal belom tentu ngarti juga -_-)

Yaudah karena waktu udah cukup mepet, dan pasukan gue udah gak mau gue suruh buat beli buku lagi, akhirnya gue berniat buat minjem buku ke tukang sayur temen gue sefakultas, tapi beda jurusan. Anak emaknya Kimia. Yaudah gue pinjem aja bukunya. Untung orangnya pasrah aja gue pinjem bukunya (iyalah. Wong bukan buku dia)

Begitu gue liat bukunya…
ASTAGANAGABUAYA !!!
Bukunya udah ancur paraaaah !!
Menurut si empunya buku, konon katanya buku itu sudah ada turun temurun 7 turunan 6 tanjakan 4 belokan semenjak jaman Dinasti Tang Ting Tung (apaan deh ?)
Dan gue pun yakin banget kalo itu buku adalah buku kuliahnya Mpu Tantular waktu jaman kuliah dulu (emang Mpu Tantular kuliah?)
Bagian depan
Dengan riang gembira dan penuh suka cita walaupun sedikit merasa kecewa, akhirnya gue pun belajar demi meraih masa depan yang gemilang ! (-__-)
Perlahan tapi pasti, dengan sekuat tenaga akhirnya gue berhasil membuka halaman pertama dari buku keramat tersebut.
Bagian belakang
RINGKIH.
Ah apapun makanannya bentuknya, yang penting kan isinya ya ?


Yaudah gue buka deh tuh halaman demi halaman. Terus tiba-tiba gue merasakan bau yang cukup mengganggu indera penciuman gue. Bau apek.
Pasti ni buku udah pernah kerendem di dasar Sungai Amazon deh, pikir gue. Atau gak udah pernah keseret tsunami ampe buluk bin bau gitu.

Tiba-tiba aja naluri gue untuk berbuat baik muncul. Gue bermaksud untuk menyemprot buku tersebut dengan minyak wangi ade gue, merknya B&B K*DS rasa sepatu gue vanilla gitu deh kayanya. Niatnya sih biar tu buku gak bau lagi pas nanti gue balikin.


SROOOOOOOOOOOOT !!!
Sekali semprot bau belom ilang.
SROOOOOOOOOOOOT !!!
Baunya mulai ilang (mulai senyum2 gila)
Karena kurang wangi akhirnya gue semprot lagi deh tuh halaman demi halaman.
Dan begitu semua udah wangi, gue pun tersadar…

BUKUNYA BASAH PINTEEEEEEEEEEEEEEEER !!!

Kambing dasar !!
Kenapa juga gue ngelakuin hal kaya gitu ?
Kadang-kadang pikiran gue suka gak bener deh ini -__-

Alhasil gue gak jadi belajar. Bukunya basah gitu. Daripada tambah rusak kan?

Kemudian dateng lagi ide aneh gue buat ngeringin tu buku. Hmm.. enakan dikeringin pake sinar matahari, mesin cuci apa Microvawe ya ?
Option pertama jelas gak mungkin. Soalnya kejadiannya malem-malem gitu loh. Mau minjem mataharinya siapa coba ? Kalo Ramayana sih masih ada itu di Tamini (??)
Option kedua juga gak mungkin. Bisa dicincang gue ama yang punya buku. Udah rusak malah ditambahin rusak -_-
Jadi gue berpikir kalo option yang ketigalah yang paling bagus.
Nanti kan kalo bukunya mateng bisa dimakan tuh, terus nanti gue jadi pinter deh. Kalkulusnya udah khatam deh >>> pikiran gila.

Jadi buat semuanya, mohon yang seperti ini jangan ditiru ya. Biar hanya saya saja yang mengalami.

Pesan moral : Kalo mau pinter harus belajar, jangan mangang buku. Apa lagi di bakar. Enakan di rebus aja (eh?)

Eiya ini footernya baru loh ! (Gak penting)