Assalamualaikum

Bagi kami para guru, dalam setahun ada tiga kali pergantian tahun. Pertama, tahun baru Hijriah. Kedua, tahun baru Masehi. Ketiga, tahun ajaran baru. Setiap pergantian tahun selalu diiringi dengan hari libur dan rasa bahagia yang teramat sangat dari seluruh lapisan masyarakat. Hasik. Mau nulis apaan sih ini nggak jelas banget -_-

Intinya, liburan kini sudah berakhir.
Huuuuuuu.....



Minggu lalu, hari pertama masuk sekolah terasa meriah banget. Orang tua berlomba untuk nganterin anaknya ke sekolah, baik itu inisiatif pribadi, maupun perintah bapak Menteri. Heran deh, masa sayang sama anak aja kudu nunggu perintah Menteri dulu.

Di tahun ajaran yang baru ini alhamdulillah kembali dikasih kepercayaan untuk jadi ibu tiri yang baik hati untuk anak-anak kelas 4, dengan jumlah anak yang jauh lebih banyak dari kelas sebelumnya.
Subhanallah. Makin besar tanggung jawabnya ya.

Awal-awal tahun baru, katanya kasek dan wakasek sempet mau nyuruh saya pegang kelas bawah. Katanya personal approach saya ke anak-anak kecil bagus, dan baiknya ada di kelas bawah. Tapi jujur saya belum yakin. Saya suka anak-anak, tapi kayaknya saya belum siap. Stok sabarnya kurang banyak, Tapi suatu saat nanti, mungkin saya mau coba.

Sejujurnya, saya pengen pegang kelas atas (kelas 6). Tapi nggak mungkin, karena saya wali kelas sebelumnya. Pegang kelas 6 itu bahagia banget. Anaknya nurut-nurut dan mau diajak belajar. Mungkin ada beberapa yang lagi mengalami pubertas dan sering bikin jengkel, tapi sungguh dibanding kelas lain, kelas 6 adalah tempat istirahat yang nyaman karena ngajar nggak perlu banting stir ke dunia tarik menarik suara komandan upacara. Dan suatu kebahagiaan teramat luar biasa ketika beberapa orang tua bilang gini,
"Miss nggak bisa ya wali kelas 6-nya Miss aja?"

Entah itu basa basi atau bukan, tapi kalimat itu bikin hati gurunya yang notabene baru banget lulus kuliah dan mencoba peruntungan jadi wali kelas ini jadi berbunga-bunga. Serius. Rasanya kayak gimnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gitu.

Tahun ini terjadi badai guru baru. Tapi tetep saya yang paling muda hahahaha. Banyak guru yang keren-keren dan udah berpengalaman. Da aku mah apa atuh cuma serpihan biskuit Khong Guan di dalem kaleng yang udah diganti rengginang. Masih harus banyak belajar.

Tahun baru, kelas baru, amanah baru. Ada sedikit ketakutan, tapi saya rasa itu hal yang wajar. Doakan supaya saya bisa memberikan yang terbaik untuk amanah baru saya ya. Mari kita mulai tahun ajaran baru ini dengan bersama-sama membaca basmalah.

Bismillahirrohmanirrohim..


Wassalamualaikum