Assalamualaikum


Our work should make us closer to goodness
make us closer to Allah
make us closer to Jannah


Banyak orang bilang, katanya sekolah untuk menjadi orang tua itu nggak ada. Saya nggak setuju.

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Tempatnya ya di sekolah. Yang jadi gurunya itu anak-anak. Bisa praktek langsung, nggak cuma mengandalkan teori-teori yang ada di buku.

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Kita nggak perlu bayar SPP, malah kita yang dibayar tiap bulan. Asik, kan?

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Kurang lebih udah setahun saya menimba ilmu di sana. Tiap hari ketemu sama anak-anak yang beragam kelakuannya dari pagi sampe sore hari. Konsep fullday school emang bikin anak-anak lebih banyak ketemu guru di sekolah dibanding sama orang tuanya sendiri di rumah.

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Gajinya mungkin nggak seberapa, gengsinya apa lagi, risikonya lumayan besar karena yang dihadapi makhluk Tuhan yang super dinamis yang masih berkembang, tapi Insya Allah berpahala dan bikin keliatan awet muda.

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Tiap hari tugasnya beda-beda dan nggak bisa diduga. Dimulai dari ngurusin anak yang berantem karena hal kecil, belajar pertolongan pertama untuk anak-anak yang sakit, nanganin anak-anak yang kelewat cepet puber, bikin anak mau belajar, dsb. Ditambah setumpuk PR tertulis maupun tak tertulis di setiap pertemuan.

Sekolah untuk jadi orang tua itu ada. Tempat dimana kita dipaksa untuk terus belajar. Bukan sekadar belajar pelajaran yang kita ajarin, tapi juga belajar segala macam hal. Terus belajar mengapa dan bagaimananya anak-anak walaupun diri sendiri belum punya anak.


Mengajar dan mendidik anak itu bukan perkara sederhana. Itulah yang mungkin harus selalu diingat oleh para orang tua sebelum ia berkoar-koar mengkritik institusi pendidikan apalagi jika tanpa disertai solusi.  Mengajar dan mendidik anak itu bukan perkara sederhana yang jelas tak mampu terbayar seimbang dengan gaji para guru yang sangat sederhana kecuali dengan mengiringinya dengan doa tulus untuk keberkahan hidupnya dan keturunannya. (5 Guru Kecilku part 2, h.92)


Terima kasih ayah bunda yang sudah mengijinkan peri-peri kecilnya menjadi guru-guru kami di sekolah untuk menjadi orang tua.


Wassalamualaikum
Yang masih terus belajar,