Dear Jenderal..

Pernah ga sih kalian ketemu sama orang yang kalian idolakan?
Gimana rasanya?
Rabu, 29 Januari 2014, saya akhirnya bisa bertemu dengan sosok yang saya kagumi.
Seorang guru matematika dengan pribadi yang sederhana dan sangat inspiratif, bapak Juli Eko Sarwono.

Bapak Juli Eko Sarwono

Saya pertama kali tau tentang beliau dari sebuah acara televisi yang dipandu oleh Deddy Corbuzier.
Di acara tersebut beliau memaparkan cara-cara mengajarkan matematika yang unik.
Beliau mengajarkan matematika dengan alat peraga yang beliau buat dari barang-barang bekas sehingga julukan sebagai "guru gila" pun melekat padanya.
Beliau pun bisa membuat pelajaran matematika tak lagi menjadi momok yang menakutkan.
Selain berprofesi sebagai seorang guru, beliau ternyata juga seorang pedagang bakso.
Saya masih ingat ketika beliau berkata "saya sudah terlalu banyak uang, Pak." ketika Deddy Corbuzier bertanya kenapa beliau membuka les matematika tapi tidak menarik bayaran.
Dengan suksesnya beliau mencuri perhatian saya.

Berbantuan internet, saya mencari informasi tentang beliau.
Saya unduh semua video tentang beliau sebagai bahan referensi saya dalam mengajar.
Saya pun menemukan blog beliau lengkap dengan alamat emailnya.

Saya mencoba untuk menghubungi beliau via email.
Mencoba bertanya tentang cara beliau mengajarkan suatu materi.
Dan subhanallah, tanpa perlu menunggu lama email saya pun mendapat balasan.
Beliau sangat ramah dan rendah hati.
Setahun belakangan ini saya sering bertanya pada beliau.

Ketika sedang heboh tentang gonjang ganjing KKL yang hanya tau kemana tak tau tujuannya, dalam diskusi kelompok kecil tetiba saya nyeletuk "Ketemu pak Eko aja yuk! Tau pak Juli Eko Sarwono ga?".
Dan gayung pun bersambut.
Saya ga tau kalo ternyata celetukan saya itu jadi bahan pertimbangan beberapa teman saya.
Kemudian terbentuklah sebuah agen rahasia dengan misi rahasia memperjuangkan KKL yang bermanfaaat. \(^.^)/

Setelah melewati 17 jam perjalanan dan beberapa jam istirahat di penginapan, akhirnya kami menapakkan kaki di sebuah sekolah yang bersih dan sederhana, SMP Negeri 19 Purworejo.
Walaupun sederhana, tapi sekolah ini memiliki laboratorium matematika dan taman matematika yang masih sangat jarang ada di Indonesia.
Subhanallah.

Sosok pak Juli Eko Sarwono adalah pribadi yang menarik.
Seorang tamatan PGSMTP yang berpegang pada Al-Quran untuk menjalani kehidupannya.

... dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah: 195)

Berikut adalah beberapa hal yang saya ingat dari workshop bersama bapak Juli Eko Sarwono:


  • Apa tujuan kita menjadi guru? Untuk mencerdaskan atau hanya untuk menyampaikan materi saja?
  • Untuk mengajarkan matematika, tujuan utamanya adalah membangun minat dulu. Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu menarik, konsep, dan skill. Pertama pembelajaran harus mampu menarik minat siswa, setelah itu barulah diajarkan konsepnya, dan yang terakhir skill diasah melalui latihan soal. Standar kan? Tapi kebanyakan orang lupa akan hal itu.
  • Apakah waktu yang disediakan cukup untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang ada? Harus cukup. Semua tergantung pada karakter guru. Jika guru itu yakin cukup, maka akan cukup. Kembali lagi ke tujuan kita, untuk mencerdaskan atau hanya untuk menyampaikan materi?
  • Guru itu harus kaya untuk menghidupi pendidikan di Indonesia. Tapi jangan jadi guru kalo tujuannya untuk kaya.

Lagi workshop

Apa lagi yang membuat saya kagum dengan beliau?
Beliau adalah sosok yang totalitas dalam menjalankan pekerjaannya.
Bahkan beliau mau membersihkan dan menata ruangan yang digunakan untuk workshop serta menyisihkan sebagian rejekinya untuk membelikan bunga agar ruangan menjadi indah dipandang.
Subhanallah.

Saya terkesan dengan cara mengajar beliau.
Saya terkesan dengan kreativitas yang beliau miliki.
Saya terkesan dengan cerita-cerita yang beliau sampaikan.
Saya terkesan dengan kesederhanaan beliau.
Saya terkesan dengan prinsip hidup beliau.

Taman matematika SMP Negeri 19 Purworejo

Laboratorium Matematika SMP Negeri 19 Purworejo




Satu lagi hal yang membuat saya terkesan adalah ternyata beliau ingat saya.
Beliau mencari saya setelah sesi foto-foto.
Dan alhamdulillah saya berkesempatan mewawancarai beliau setelah selesai acara untuk dokumentasi video kelas.

O: "Pak, emang ga capek pak harus ngajar, ngeles, silat, drum band, jualan bakso, terus mesti ke warnet sampe jam 2 pagi, abis itu ke pasar lagi jam 4 pagi? Kapan istirahatnya pak?

Pak Eko: "Ikan aja ga tidur tapi tetep hidup hehe.. Yang penting tujuannya ibadah, nduk."

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. adz-Dzariyat: 56)

Senang sekali bisa bertemu dengan bapak.
Panjang umur ya pak, Indonesia butuh bapak :")
Salam kece,