Dear Jenderal..

Bingung libur lebaran mau kemana?
Bosen di rumah karena antimainstream ga ikutan mudik?
Pengen jalan-jalan sambil belajar hal baru?

Ada sebuah pameran edukasi sejarah Mesir kuno yang bertajuk "The Legend of Mummy Exhibiton" di salah satu mall baru di kawasan Bekasi Utara, sebut saja Summarecon Mall Bekasi.
Pameran ini dibuka sejak 18 Juli-31 Agustus 2013 setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB.

Tiket masuk ke rumah mummy
Tempat beli tiket masuk rumah mummy

Setelah membayar tiket masuk seharga Rp10.000, kita harus melewati pintu masuk yang berbentuk patung Sphinx yang kepalanya terpotong karena langit-langitnya kurang tinggi.
Sebuah ruangan berisi patung-patung yang terbuat dari styrofoam menyambut dibalik tirai pertama.
Dengan penerangan remang-remang dan warna cokelat yang mendominasi membawa pengunjung merasa berada di negeri piramida.

Pintu masuk rumah mummy
Di balik tirai pertama
[Masih] Di balik tirai pertama
Ada mummy di balik peti

[Masih] Di balik tirai pertama [Lagi]


Setelah menyibak tirai kedua, pengunjung disugguhkan sebuah film dokumenter National Geographic tentang mummy Tuthankhamun, Lembah Para Raja, dan proses mumifikasi yang mengagumkan.
Tuthankhamun adalah Firaun paling terkenal sepanjang sejarah.
Ia adalah Firaun ke 12 dari dinasti ke 18.
Ia merupakan raja mesir kuno termuda yang memulai pemerintahannya sejak berusia 9 tahun.
Tuthankhamun pun meninggal pada usia yang sangat muda, yaitu 18 tahun, dan dimakamkan di Lembah Para Raja.

Menonton layar tancep film dokumenter

Pengunjung pun disajikan dokumenter proses mengawetkan jenazah atau mumifikasi.
Ternyata tidak hanya jasadnya yang diawetkan dengan garam Natron, tetapi juga beberapa organ dalamnya.
Dengan cara membuat sayatan di perut, satu persatu organ dalam di keluarkan kemudian dilumuri garam Natron untuk proses pengeringan.
Setelah rongga perut sudah kosong kemudian diisi oleh kapas dan kain.
Sedangkan untuk organ dalam dimasukkan ke dalam vas.
Kemudian jasad dibalut dengan menggunakan perban dan ditempelkan simbol-simbol untuk mengantarkan jenazah ke kehidupan selanjutnya.
Kurang lebih seperti itu.

Setelah menonton film, pengunjung bisa menuju ke ruangan berikutnya.
Di balik tirai ketiga, terdapat patung-patung disertai dengan keterangannya.
Di antaranya adalah patung Tuthankhamun, Dewi Isis (Ibu dari alam dan sihir), Horus (Dewa Pelindung), Dewa Toth (Dewa berkepala babon), Sobek (Dewa penjaga sungai nil), Anubis (Dewa kematian), Osiris (Dewa kehidupan alam) Horus (Dewa pelindung), dan Nefertiti (Permaisuri agung).

Ruangan di balik tirai ketiga

Di tirai berikutnya, terdapat replika mummy Tuthankhamun di dalam sebuah peti kaca.
Ada pula patung Anubis dan Horus, serta sebuah patung Topeng Kematian.
Di dindingnya terdapat berbagai informasi mengenai penemuan mummy dan juga riwayat hidup Tuthankhamun.

Replika mummy Tuthankhamun
Patung Anubis
Patung Horus

Mummy-mummy-an
Sebelum perjalanan berakhir, ada sebuah tirai lagi yang harus dilalui.
Sebuah tirai yang konon merupakan tirai shock terapi.
Begitu tirai tersingkap, sebuah replika ruangan piramida yang nyaris tanpa penerangan membuat suasana menjadi sedikit seram.
Labirin yang berliku dengan tanda panah yang menyesatkan membuat adrenalin terpacu.
Di beberapa sudut ditempatkan pula patung-patung dan mummy seukuran manusia.
Dan di akhir perjalanan ada sebuah kejutan berupa mummy yang digerakan oleh seseorang berpakaian prajurit Mesir yang bisa membuat pengunjung terkejut.

Sebenarnya di dalam ruangan pameran dilarang mengabadikan gambar.
Tetapi karena kemarin sedang ramai dan banyak yang foto-foto, akhirnya saya pun latah ikutan.
Gambar yang diambil menggunakan kamera ponsel dengan kondisi pencahayaan yang minim.
Harap maklum jika hasilnya seadanya.
Dear pak Presiden, sepertinya saya butuh subsidi ponsel yang lebih canggih pak.  *PLAK!*


Anubis

Anubis lagi
Dewa Toth

Dewi Ibis
Horus
Nefertiti

Osiris
Sobek

Topeng Kematian

Tuthankhamun

Tuthankhamun


BONUS: Foto Princess
Sekian dari saya.
Salam kece,