Dear Jenderal..


Minggu lalu, tiba-tiba jadwal pelajaran di sekolah berubah lagi.
Karena harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah, akhirnya mau tidak mau kelompok saya mengatur kembali jadwal mengajar.
Tadinya saya mengajar di kelas 8 F, yang kata bapak ibu guru merupakan salah satu kelas paling berisik.
Tapi karena jadwalnya bentrok dengan jadwal kuliah, akhirnya saya bertukar tempat dengan teman saya.
Saya pindah ke kelas 8 E, kelas yang cukup pasif menurut pengamatan saya beberapa waktu lalu.

Hari ini, 26 Agustus 2013, untuk pertama kalinya lagi saya masuk ke kelas baru, 8 E.
Kenalan lagi, pendekatan lagi.
Ibarat orang abis putus, ini masa-masa yang cukup berat.
Kenapa? Karena harus membuka diri untuk mempelajari hal-hal yang baru lagi.
Kalau kemarin sudah mulai hapal nama-nama anak di kelas dan sifat-sifatnya, sekarang harus mulai dari 0 lagi.

Kelas itu ibarat pacar.
Ga ada yang sempurna. Selalu ada lebih dan kurangnya.
Tapi begitu jadi mantan, yang sering keinget baik-baiknya.
Begitu dapet yang baru, entah kenapa si mantan terlihat lebih menawan.
*apa sih ki -_-* 

Pindah kelas rasa diputusin pacar. Ada kepingan hati yang tertinggal. #aihsedaaap
Padahal baru beberapa kali saya masuk kelas 8 F, tapi saya sudah merasa sayang sama mereka.
Iya, yang namanya Okky Tri Rahayuningsih Larasati itu memang terlalu mudah jatuh hati sama anak-anak.
Dan sepertinya mereka juga sayang sama saya *uhuk! sotoy!*
"Miss kok ga ngajar kita lagi?"
"Miss kangen miss.."
"Miss ngajar di sini aja dong miss.."
"Kangen sama bintangnya miss.."
"Kangen sama 1.2.3.Siap!-nya Miss"
"Yah, kita ga jadi agen rahasia lagi.."

Itu tuh yang bikin syedih :'(

Jadi guru itu ga gampang. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Silabus, rencana pembelajaran, program tahunan, program semester, instrumen penilaian, bahan ajar, ulangan, remidial, banyak deh pokonya.
Dan yunowat, kurikulum 2013 itu RPPnya untuk satu pertemuan bisa sampe 15 lembar.
Oke, semester ini saya kerja rodi.

Saya ga ngerti ini saya nulis apa.
Udah dulu ya.
Salam kece,