Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan ??
Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan, baik kegagalan yang menyangkut diri sendiri maupun dalam hubungan kita dengan orang lain. Kegagalan seperti apa yang pernah kamu rasain ? Gimana rasanya ?


Seorang Inul Daratista yang beberapa waktu lalu begitu terkenal lewat goyang ngebornya, pernah merasa begitu terpukul dan gagal menjadi penyanyi yang bisa diterima oleh semua kalangan. Bukan cuma ketika dia masih menyanyi dari kampung ke kampung saja, tetapi juga justru ketika dia sudah menjadi besar seperti sekarang.




Beruntunglah Inul, dia mampu mengatasi segala kekecewaan dan kegagalan dalam hidupnya itu dengan baik sehingga apapun peristiwa tak menyenangkan hatinya bisa ia lalui dengan baik.


Bahkan seorang Britney Spears pun pernah merasa gagal menjadi penyanyi ketika ia ikut dalam Walt Disney Talent.




Ketika ia berhasil menjadi penyanyi terkenal, hidupnya pun porak-poranda. Hubungannya dengan Justin Timberlake gagal, perkawinan pertamanya hancur, hingga ketergantungan obat.


So, kalau kita dihadapkan pada berbagai kegagalan, mesti bagaimana sikap kita ?


1 ) Sadar bahwa semua manusia pernah gagal
Ada seorang bijak berkata,"Kalau anda jatuh sembilan kali maka anda harus bangun yang kesepuluh kalinya. Bila tidak bisa maka anda duduklah dahulu." Intinya sih, jangan takut gagal. Coba dan coba lagi.




2) Kegagalan adalah guru terbaik
Tuhan akan menolong orang yang berusaha menolong dirinya sendiri. Itu kata Benjamin Franklin. Menangis atau sebal karena kegagalan, sah-sah saja sih. Tapi, setelah itu ngapain lagi ? Meratapi ? Menghentikan detak jam ? Atau, nggak mau berusaha lagi ? Wah..., kalau semua orang kayak gitu, bisa jadi sampai hari ini kita masih mesti pakai lilin, kemana-mana mesti jalan kaki atau naik kuda, nggak ada yang namanya SMS-an, atau masak masih pakai tungku dan kayu bakar.




3) Ayo bangkit lagi
Kesandung batu memang sakit. Apalagi sampai berdarah. Tapi, setelah diobati dan nyerinya sudah mendingan, kenapa nggak coba berjalan lagi ? Nggak perlu lari, cukup jalan pelan dulu. Kalau sudah kuat, baru deh lari lagi.


(dikutip dari MOTIVASIHOLIC, Seni memotivasi diri sendiri, hal. 62)