Kita lanjutin ceritanya yaaaa !
Baca yang part. 1 dulu biar ngerti ceritanya ya :)


PSBP : "si..si..siapa kamu ? Dimana rumahmu ? Apa hobimu ? Makanan favorit ? Minuman favorit ? No telepon ? Alamat FB ama Twitter ? Cita-cita ? Kesan dan pesan ?" >>> Tugas ospek gue nih kayanya hahaha
Bidadadin : "Mau kenal aku lebih dekat ? Sms aja ya. Ketik REG(spasi)Bidadadin kirim ke 080908090809. Ditunggu loh smsnya. Eiya sms yang kamu terima langsung dari hp-ku loh."
PSBP :"Ah saya gak suka lewat sms ah om eh tante jin. Lewat surat lebih cihuy. Gak perlu disingkat-singkat. Lagian untuk melestarikan kantor pos juga kan ?"
Bidadadin : "Oke deh. Eiya kamu gak mau minta sesuatu ?" PSBP : "Ah gak usah om eh tante . Aku gak mau minta sesuatu sama selain Allah. Musyrik itu namanya. Aku pengen berusaha sendiri dulu."
Bidadadin : *Nangis* "Ka..Ka..Kamu nolak aku ? Jahaaaaaaaaat !!"
PSBP : "Ma..maaf. Aku gak bermaksud begitu. Kita masih bisa jadi temen kok !"
Bidadadin : "Tiada kata maaf bagimu !"
PSBP : "Astaghfirullah. Gak boleh gitu om eh tante. Ini bulan puasa, bulan baik, gak boleh saling benci. Kita harus saling memaafkan, betul tidak ?"
Bidadadin : "Oiya betul juga. Yaudah maafin eyke ya cin"

Tiba-tiba....

"PUTIIIIIIIIIIIIII !!! INI UJAAAAAAAAAN !! BANTUIN ANGKAT JEMURAN !!" teriak Meri
"Iya ka. Tunggu sebentar !"

Setelah cipika cipiki dan mengucapkan salam perpisahan, Puti pun bergegas naik ke balkon untuk mengangkat jemuran. Eh ternyata si Meri udah duluan ada di sana.

"Ka..kakak !" Puti kaget.
Meri tidak menggubrisnya. Ia tetep konsentrasi penuh pada semua jemurannya.

"Kakak jahat ! Itu kan bagian aku !"

"Tutup mulutmu itu, Puti !"

"Kenapa aku harus tutup mulut ha ? Kau telah mengambil bagianku. Aku tidak terima !" kata Puti sambil menjambak rambut Meri.
Pada saat yang bersamaan ada 2 ekor lalat masuk ke dalam mulut Puti. Puti terkejut bukan kepalang.

"Kan tadi udah gue bilang tutup mulut ! Lo nekat sih. Batal kan tuh puasanya."
Pada saat yang bersamaan pula terdengar suara gemuruh petir dan angin topan yang sangat dahsyat yang kemudian menumbangkan tiang jemuran Puti dan Meri.
Puti yang melihat saudara tirinya itu akan tertimpa tiang jemuran langsung mengambil langkah 14045 >>> delivery M*D
Layaknya sinetron Indonesia yang lebaynya minta ampun, Puti mendorong Meri dengan gerakan slow motion.
Dan akhirnya Meri pun dapat diselamatkan.

Sejak saat itu tidak ada lagi legenda Bawang Merah yang jahat dan Bawang Putih yang tertindas.
Mereka sekarang menjadi saudara yang saling menyayangi satu sama lain.



"Merah dan putih memang ditakdirkan untuk bersatu. Tidak ada lagi permusuhan, perpecahan, dan penganiayaan. Seperti tulang yang selalu berhubungan dengan darah, seperti kesucian berhubungan dengan semangat, dan seperti harga bawang dengan harga cabai (apaan tau deh ini)"

Merah putih harus tetap ada di negeriku Indonesia.  (aiiiiiih bahasa gue asoy banjeeet)

Udahan ah. Hidup udah terlalu sulit untuk menikmati cerita yang sulit juga. Karena itulah cerpen -yang gue yakin bakal mengguncang dunia dan akhirat (loh?)- ini lahir. Cerpen terspektakuler abad ini gue persembahkan buat hadiah ulang taun Indonesia yang ke 65 >>> perlu dipanggil kakek gak ya ?
Ini cuman tulisan iseng-iseng doang. Buat yang suka ya alhamdulillah, ternyata masih ada orang stres di dunia ini. Buat yang gak suka yaudah gak usah ngambil golok, pisau, pacul, ataupun arit. Buat yang mau ngopy, izin dulu ya. Kalo gak izin namanya nyuri loh ! Sampai jumpa di cerita berikutnya !! Danke :)

------- TAMAT --------