Guru Bahasa Inggris saya pernah berkata bahwa cara yang paling ampuh untuk menghentikan orang yang terlibat tawuran adalah dengan memberi mereka makan.
Lalu guru saya berkata jadi hampir semua orang yang terlibat tawuran itu orang yang sedang lapar. Jarang sekali sedang dalam posisi kenyang.
Berdasarkan teori dan pengamatan saya, saya dapat menyimpulkan bahwa EMOSI BERBADING LURUS DENGAN PERUT YANG PERLU DIISI :D
Saya tidak asal menarik kesimpulan. Kesimpulan itu saya tarik berdasarkan pengalaman dan pengamatan [halah !]

Ini terjadi pada hari Sabtu, 29 Mei 2010.
Saat itu pulang dari tryout STIS, saya dan seorang sahabat saya pulang mengendarai motor.
Tadinya kami berencana untuk mengisi ventrikulus karena kami sudah sangat kelaparan.
Di STIS kami hanya diberi snack yang sekali makan langsung habis -___-

Namun saya bingung mau makan dimana.
Saya bertanya pada sahabat saya.
Namun ia kembali bertanya kepada saya.

Jujur saya paling tidak suka jika saya menanyakan pendapat tapi orang itu bertanya balik kepada saya.
Saya kembali bertanya pada dia.
Saya ingin kali ini dia yang memutuskan karena selama ini selalu saya yang memberikan pendapat.
Namun tetap saja dia menyerahkan semuanya pada saya.
Ya sudah akhirnya saya berkata,"Pulang aja deh."
Tadinya saya bermaksud memberi gertakan. Tapi ternyata orang yang dalam keadaan lapar tidak bisa diajak kompromi -___-

Padahal gue cuman pengen musyawarah.
"Pulang nih ?"
saya menjawab,"iya."

Tiba-tiba ia memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Saya takut.
Saya benci banget diajak ngebut. Apalagi itu motor milik saya.
Dan saya tidak menggunakan helm. Helm saya dipake dia.
Dia gak tau apa betapa susahnya saya dan kakak saya minta motor itu -___-
Tapi bukan itu yang saya permasalahkan.

Ternyata hanya karena gak bisa menentukan tempat untuk makan nyawa saya jadi terancam.
Emang lebay kedengerannya.
Tapi itulah yang saya rasain.
Takut. Banget.

Saya naik motor dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm.


Dulu saya pikir dia itu sangat menghargai perempuan.
Ah ternyata saya salah.
Hanya karena masalah sesepele itu, dia jadi memperlakukan saya secara tidak manusiawi *menurut saya*

Saya sudah berteriak. Namun ia tidak menggubrisnya.
Ya. Hanya karena masalah sepele, namun karena dalam keadaan perut lapar, semua masalah menjadi besar.
Karena kejadian tersebut maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa :


EMOSI DAN PERUT YANG MINTA DIISI BERBANDING LURUS.


Maksudnya adalah semakin lapar seseorang, semakin mudah terbakar emosinya.
Begitulah kira-kira menurut hukum fisika yang saya dapat semasa SMA dulu *berasa tua deh gue*

Ini semua cuman pikiran iseng gue doang.
Maklumlah namanya juga pengangguran.
Pikirannya jadi macem-macem deh :D


Thanks ya udah baca ^^