Dear Jenderal..

Selamat hari Minggu! Selamat tanggal 14 Juli!
Saya kembali ke sekolah sebentar lagi.
Tapi kali ini dengan status dan pakaian yang berbeda tentu saja.

Sebelum bertransformasi menjadi ibu guru yang cantik jelita, anggun, lembah lembut, dan mempesona, saya melakukan ritual pelepasan suatu benda yang sangat saya sayang, yaitu sepatu.
Saya adalah tipe wanita yang jarang sekali menggunakan 'sepatu wanita pada umumnya'.
Alasannya hanya karena masalah kenyamanan.
Tapi karena sudah semester 7, harus praktik mengajar di sekolah, dan sepatunya sudah minta pensiun, mau tidak mau saya harus membiasakan diri menggunakan 'sepatu wanita pada umumnya'.
Hikshiks.

Setelah berhasil menaklukan Kp. Makasar-Kalideres seorang diri beberapa hari yang lalu, akhirnya kemarin, 13 Juli 2013, saya kembali menyusuri ibukota dengan sepatu kesayangan.
Kali ini Kota Wisata Cibubur yang menjadi tujuan jalan-jalan dengan bermodal GPS dan kesokberanian.

Kota Wisata Cibubur

Kenapa Kota Wisata Cibubur?
Karena Kotwis sering digunakan untuk syuting tempatnya bagus seperti di luar negeri.
Dengan rumah-rumah mewah seperti rumah Barbie, udara yang sejuk, dan arsitektur khas Eropa.. eh Amerika.. eh Asia.. eh....
Ah sudahlah.
Yang jelas bagus.

Kampung Cina

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kampung Cina.
Tempat ini sudah terkenal sebagai tempat wisata belanja dengan konsep China Town yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia.
Sebuah gerbang kemakmuran berdiri dengan gagah di depan Kampung Cina untuk menyambut para pengunjung.
Jadi buat yang ingin makmur, silakan bolak balik melewati gerbang ini hehehe..

Gerbang kemakmuran

Banyak pernak pernik khas budaya Cina yang dijual di sana.
Salah satunya adalah Cheongsam alias pakaian tradisional khas Tionghoa.

Lu olang tau ini? Hayah.. ini namanya Cheongsam

Selain Kampung Cina, di Kota Wisata juga ada Kampung Indonesia, Kampung Amerika, Kampung Eropa, dan Kampung Jepang.
Namun karena sedang bulan Ramadan, maka tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.
Ya iyalah kan lebih enak di Mall ada ACnya.. *PLAK!!*

Keren ya......... yang belakang.

Setelah bosan mengelilingi kampung Cina, Indonesia, Jepang, dan Amerika, yang sepi dan sedikit toko yang buka, saya pun berjalan menuju Fantasy Island yang letaknya tidak jauh dari sana.
Tapi belum sampai sana, tiba-tiba semesta berubah moodnya.
Hujan turun tanpa permisi, dan ternyata saya lupa tidak membawa payung.
Ya salaaam..

Tiket masuk Fantasy Island

Karena hujannya tidak terlalu deras, maka saya tetap melanjutkan perjalanan.
Setelah melewati sebuah jembatan yang sangat indah, yang sering ada di ftv-ftv, saya membeli tiket masuk seharga Rp10.000 dan langsung masuk ke dalam Fantasy Island.

Hujaaaan~

Bukannya reda, hujan malah semakin deras.
Karena bingung mau kemana, akhirnya saya hanya bisa diam sambil menghitung air hujan.
Sepuluh ribu hanya untuk berteduh. Ya salam..

Jadi, Fantasy Island ini sesungguhnya adalah tempat bermain anak-anak.
Di dalamnya terdapat taman Jurassic, ada beberapa patung dinosaurus, dan juga berbagai permainan darat maupun air.
Namun untuk menikmati permainannya pengunjung harus mengeluarkan uang tambahan.

Fantasy Island

Karena hujan, tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.
Sejauh mata memandang, tak satu pun permainan yang dioperasikan.
Namun suasana paska hujan di sana benar-benar menyenangkan.
Tenang, sepi, ditemani pemandangan hutan pinus, danau dan air becekan, bagus deh pokonya.

The best view

Berniat datang ke sini?

Ini hari terakhir saya dengan sepatu kesayangan saya.
Setelah melewati tempat-tempat yang luar biasa, akhirnya kami akan berpisah.
Panas, terik, hujan, badai, telah kita lalui bersama.
Hiks sedih ya.

Di depan gerbang Kota Wisata
Patung orang naik kuda di Kota Wisata

Jurassic Park

Dinosaurunyu
Pintu Gerbang Kemerdekaan Pertama Fantasy Island

Pintu Gerbang Kemerdekaan Kedua Fantasy Island
*hapenya keujanan gambarnya jadi burem -_-*

Wanita cantik melawan Dinosaurus


Sepatu gembel

Salam kece,