Dear Jenderal..

Selamat liburan! Bagaimana keadaan rapornya? KHSnya? Dompetnya? Pacarnya?
Aman sehat sentosa kah?
Apa pun keadaannya, semoga yang punya tetep dipertahankan tingkat kemenawanannya ya. *eh?*

Semester ini saya kembali merasakan sebuah keajaiban.
Bukan. Sejujurnya ini tidak bermaksud untuk pamer, sombong, angkuh, dan tinggi hati.
Tapi kalau kalian merasa seperti itu ya sudah, aku bisa apa?

Momen melihat nilai di Siakad atau Sistem Akademik merupakan momen yang paling mendebarkan dan paling menyengsarakan untuk mahasiswa di kampus saya.
Hal ini disebabkan oleh sistem Siakad yang masih sering 'ngambek' jika diakses banyak orang.
Karena telah mengalami hal itu selama 5 semester, akhirnya saya pun merasa tidak antusias untuk melihatnya.

Dari beberapa minggu yang lalu, teman-teman saya sudah berhasil mengetahui Indeks Prestasinya masing-masing.
Rata-rata IP semester ini mengalami peningkatan dibanding semester sebelumnya.
Saya tidak berani berekspektasi tinggi mengingat badai ujian yang tidak dapat saya lalui dengan baik.
Ujian Program Linear yang berakhir dengan air mata, ujian Interaksi Belajar Mengajar yang kurang maksimal karena kendala bahasa, ujian Geometri Lukis yang hasilnya di luar perkiraan, ujian Analisis Variabel Kompleks yang membingungkan, dsb.
Bahkan saya pun ingin menangis sewaktu membuat prediksi IP saya.

Sumber: KLIK

Namun ketika saya melihat hasil semester ini, sungguh saya tidak percaya.
Sebuah angka yang sangat indah, dan mungkin yang terbaik yang pernah saya capai selama ini.
Mungkin tidak sefantastis angka teman saya yang lain, tapi ini cukup membuat saya senang dengan pencapaian yang ada.
Alhamdulillah. Ada peningkatan.

Saya mendapatkan nilai B untuk mata kuliah Program Linear.
Sangat jauh dari ekspektasi seorang mahasiswi yang menangis sesenggukan dan kehilangan harapan ketika selesai ujian.
Sekali lagi, Alhamdulillah.

Satu hal lagi yang membuat saya tercengang adalah Interaksi Belajar Mengajar.
Untuk yang mengikuti blog saya, mungkin kalian ingat dengan mata kuliah ini.
Mata kuliah yang menjadikan saya sebagai seorang artis yang berperan sebagai guru di kelas.
Pada saat ujian, saya merasa tidak maksimal karena kendala bahasa.
Tapi ternyata, dosen saya yang baik hatinya memberikan saya nilai A untuk mata kuliah ini.
Subhanallah.

Untuk mata kuliah IBM, hanya ada 5 orang yang mendapatkan nilai A di kelas saya.
Sungguh bangga mengetahui bahwa salah satunya adalah milik saya. ^^
Alhamdulillah.


Pun begitu dengan Analisis Variabel Kompleks.
Sebuah kejutan ketika saya mengetahui sang dosen meletakkan nilai B dengan manisnya di KHS saya.
Padahal saya tidak berani berekspektasi tinggi untuk mata kuliah analisis.

Mungkin benar kata orang, saat kamu sudah berusaha, biarkan tangan Allah SWT yang bekerja.
Pasrahkan semua, berdoa, tapi jangan mengatur.
Karena Allah SWT tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Terkadang, kita perlu hidup seperti di dalam drama.
Berakting seolah kita lebih kuat dari biasanya, lebih tangguh dari biasanya, dan lebih ingin maju dari biasanya.
Tidak lebih cengeng, tidak lebih manja, dan juga tidak lebih lemah.
Dan senatiasa percaya bahwa setiap drama pasti akan berakhir bahagia.
Pasti. Kalau tidak bahagia?
Ya berarti belum berakhir.

Setiap orang memiliki jalannya masing-masing.
Tidak usah risau jika jalanmu lebih berliku dan penuh hambatan.
Tetap berjalan, dan terus berakting bahwa kamu lebih kuat dari biasanya.

Inilah yang orang-orang pernah katakan pada saya.

Salam kece,