Dear Jenderal..

Setelah hiatus selama kurang lebih 5 tahun, akhirnya proyek pembangunan monorel di Jakarta dilanjutkan. Proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu solusi kemacetan di ibukota yang belum berhasil diurai. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menargetkan pembangunan monorel ini akan selesai pada tahun 2016.

*Tarik napas dalam-dalam*

Tidak mudah ternyata membiasakan diri menulis dengan bahasa yang baik. Tapi saya ingin mulai membiasakan hal tersebut. Terasa asing karena belum terbiasa mungkin.

Baiklah, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang perkenalan saya dengan transportasi masa depan yang akan segera ada di ibukota, monorel.
Monorel adalah sebuah metro atau rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel dan dengan sendirinya, kereta lebih lebar daripada relnya. Biasanya rel terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional. (sumber: Wikipedia)

Perkenalan dengan alat transportasi baru ini terjadi di acara Pameran Monorel Jakarta atau Monorail Exhibition yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas). Pameran tersebut dibuka untuk umum sejak 23 Juni-14 Juli 2013 pada pukul 11.00-21.00 WIB tanpa dipungut biaya.

Prototype Monorel yang ada di pameran

Di sana kita dapat merasakan sensasi berada di dalam gerbong monorel yang menurut saya tidak jauh berbeda dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Kelak dalam satu buah monorel terdapat 6 gerbong yang masing-masing mampu menampung 200 orang penumpang.

Gerbong monorel

Sistem pembelian tiket yang tampilkan pada pameran tersebut menggunakan sebuah alat otomatis. Penumpang hanya perlu memasukkan uang, menekan pilihan yang tersedia pada layar, kemudian tiket akan keluar dengan sendirinya. Sejujurnya saya kurang suka dengan sistem seperti ini. Sama seperti Anjungan Setor Tunai yang tersedia pada bank, hal ini bisa membuat keberadaan manusia tergantikan oleh mesin. Bagaimana menurut kalian?
Ticketing System

Singgasana Masinis






Miniatur Monorel
Ini Monas. M-O-N-A-S.
Monorel Dilanjutkan!

Kini semakin banyak alternatif transportasi umum yang ditawarkan untuk mengurai kemacetan. Namun semua itu tidak ada artinya jika para penghuninya enggan beralih menggunakan transportasi umum. Banyaknya alternatif transportasi umum pun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat punya alasan untuk meninggalkan kendaraan pribadinya.

Sekian dari saya.
Salam kece,








*Gimana? Udah cocok jadi jurnalis belom?*
posted from Bloggeroid