Feb 22, 2019

Pasca Melahirkan: Kata Orang Tua vs Kata Dokter vs Penerapannya


Assalamualaikum

Hae.
Kata orang kalo lagi hamil auranya bersinar cerah secerah mentari pagi. Lain halnya sama ibu-ibu yang baru melahirkan. Auranya awur-awuran. Berantakan. Belum lagi kalo lagi mood swing, lengkaplah sudah..

Setelah melahirkan, tentunya badan kita mengalami banyak perubahan. Sebagai orang biasa, jangan bayangin setelah melahirkan bisa sekece artis-artis di instagram. Kenyataannya emang kita masih harus berjuang, sodara-sodara sebangsa dan setanah air.

Pasca melahirkan bayi IUFD, selain pabrik susu harus dibebat kenceng, ada perawatan lain yang kudu dijalanin. Tapi berhubung yang punya blog ini orangnya rada ndableg ya, jadi ndak semuanya diturutin. Apa aja sih perawatannya?


Ini dia...


1. Mandi sebelum subuh + guyurin kepala
Kata orang tua dulu, mandi sebelum subuh + guyurin kepala supaya darah putih ndak naik ke kepala. Biar mata ndak rusak, ndak bengep, sayu, keliatan lebih tua. Mandinya pun ndak boleh pake air anget. Yap, itu adalah ilmu yang diwariskan secara turun temurun tujuh turunan delapan tanjakan yang sebenernya ndak salah-salah amat sih. Karena sebenernya mandi pagi + guyurin kepala itu tujuannya biar aliran darah lancar, badan seger, mengurangi stres, dan jadi bisa lebih sehat, gais..

Source: id.wikihow.com


2. Dilarang keras tidur sebelum dzuhur
Dengan alasan yang sama seperti poin satu di atas, tidur sebelum dzuhur setelah melahirkan dilarang keras! (pake tanda pentung biar serem). Lagi-lagi karena takut darah putih naik ke kepala. Kenyataannya itu cuma MITOS doang kok.

Padahal kalo abis lahiran tuh ya bawaannya ngantuk. Lemes. Butuh banyak istirahat dan dukungan dari semua orang untuk pemulihan. Apalagi buat buibu yang harus mengASIhi. Kebayang deh perjuangannya gimana..

Nyuri-nyuri bobo pas sambil duduk ndak papa deh kali ya. He....

Source: id.wikihow.com


3. Jangan makan ikan, telur, dan daging
Nanti jahitannya ndak kering-kering katanya. Selain itu darah nifasnya jadi amis. Padahal kata dokter ibu-ibu yang habis melahirkan justru butuh banyak asupan bergizi untuk recovery.

Jadi makan aja gais..

Source: id.wikihow.com


4. Duduk kaki kudu lurus rapet dan kaki jejeg ke lantai
Ini adalah salah satu hal yang cukup menyiksa. Kalo duduk kaki mesti lurus rapet ndak boleh tumpang tindih supaya aliran darah lantjar djaya dan robekan ndak lari kemana-mana (katanya). Selain itu kaki kudu jejeg ke lantai dan ndak boleh jijit atau gantung supaya ndak bengkak.

Ndak boleh kebanyakan jalan juga katanya. Padahal kata suster sama dokter mah aktivitas kayak biasa aja biar cepet sembuh..

Source: id.wikihow.com

5. Tidur pake bantal tinggi + kaki lurus jangan ditekuk
Buat kita-kita yang menganut aliran tidur tanpa bantal, suka ndak suka, mau ndak mau, diwajibin pake bantal dan tidur dengan kaki lurus. Kalo ndak diturutin niscaya nanti akan ada ceramah dadakan.

Pake bantal lagi-lagi katanya biar darah putih ndak naik ke kepala. Lagi lagi masalah darah putih naik ke kepala hufffftt... Sekali lagi, ini cuma MITOS ya. Terus kaki jangan ditekuk supaya ndak bengkak. Kalo yang ini setuju aja sih supaya aliran darahnya lancar.

Source: id.wikihow.com


6. Minum jamu
Katanya biar badannya seger, ASInya lantjar djaya. Tapi berhubung saya IUFD, jadi yang satu ini diskip.

Apa itu IUFD? KLIK SINI!

Source: id.wikihow.com


7. Tapel, pilis, param
Tapel itu adalah racikan kapur sirih dan dan jeruk nipis yang kemudian dioleskan di perut. Berdasarkan kepercayaan orang tua jaman dulu, ini berfungsi untuk mengecilkan perut yang penuh dengan gelambir-gelambir gemas pasca melahirkan. Duh jangan ditanya deh rasanya gimana. Tersiksaaaaaa..

Perpaduan antara panas, gatel, cekit-cekit. Alhasil cuma pake tapel ini sekitar 2 minggu itu pun ndak rutin karena perut bukannya kurus malah lecet-lecet. Hiks.

Kalo emang ramuan ini bisa bikin kurus, mestinya bapak uwe yang punya tas pinggang permanen juga disuruh pake ini ya..
*Plak! Durhaka kamu, nak!*

Source: id.wikihow.com

Sedangkan pilis itu untuk ngurangin pusing. Ditempel di jidat. Kalo param untuk pijet-pijet ngurangin bengkak. Konon katanya rasanya panas di kulit tapi bisa membantu melancarkan aliran darah. Dua items ini ndak dipake karena ndak suka aja.


8. Stagen alias bengkung alias gurita alias korset alias pengikat gelambir-gelambir gemas

Source: id.wikihow.com


Aaaaaaand... The last one is stagen / bengkung / gurita. Yang masih sangat amat dipercaya sampe sekarang bisa untuk mengecilkan perut. Bahkan modelnya makin macem-macem aja loh sekarang. Dari yang murah meriah sampe yang branded ada di emol-emol.

Sejatinya penggunaan stagen dan temen-temennya ini hanya kepuasan sesaat aja, gais.. Mungkin bisa membantu kalo mau pergi dan pengen gelambir-gelambir gemes di perut tertutup. Tapi untuk penggunaan terus menerus ndak disarankan. Selain bikin sesak dan dan ndak nyaman, itu juga ndak bisa bikin kurus.

Buat ibu-ibu yang menyusui, pasti pernah denger kan menyusui bikin langsing lagi? Nah cara lainnya tidak lain tidak bukan adalah dengan OLAHRAGA. Bisa dimulai dari yang ringan dulu. Cari di yutub 'postnatal / post partum workout'. Nanti kalo dirasa udah kuat, bisa lanjut yang lebih seru lagi. Misal dance cardio, zumba, HIIT cardio yang emang terkenal efektif ngebakar lemak lemak lucu. Cukup 30 menit aja dirutinin setiap hari.


A: Dokter, kenapa ya saya kalo olahraga bawaannya malah laper terus.

D: Ya harus diatur asupannya. Kalo laper ganti cemilannya pake buah. Kalo malem hindari karbo.



Tips menurunkan berat badan lain yang lumayan efektif adalah mengganti sarapan dengan sereal atau bubur gandum dan banyak minum air putih. Ini jauh lebih efektif ketimbang pake pengikat gelambir-gelambir gemas terus-terusan.
Serius deh.

 
Wassalamualaikum

Feb 12, 2019

Mari Mengenal IUFD


Assalamualaikum

Hae.
Setelah cerita pengalaman Blighted Ovum (BO) kemarin yang di link INI, sekarang mari kita lanjutin cerita tentang pengalaman IUFD alias Intra Uterine Fetal Death alias Kematian Janin Dalam Kandungan alias KJDK. Tapi mungkin ceritanya sebisanya aja ya. Karena kata dokter aku harus bahagia...
Hiks.


Oke, sebelum mulai mari kita awali dengan sebuah pertanyaan.

Apa sih bedannya IUFD dengan keguguran?

Konon katanya kalau usia kandungan sudah di atas 20 minggu atau berat janin udah 500gr dan organnya sudah lengkap, itu disebut dengan IUFD. Tapi kalo di bawah itu disebut keguguran atau abortus. Selain beda istilah, beda pula penanganannya. Kalo IUFD sang ibu harus melalui proses melahirkan layaknya ibu-ibu kebanyakan, kalo keguguran itu biasanya dikuret karena memang belum terlalu besar.

Gitu.

Sus, janin saya kok ndak ada gerakannya ya? Sudah dipancing makan yang manis, minum air dingin, tetep ndak respon.


Sebuah pertanyaan yang begitu menakutkan, tapi emang kudu ditanya. Setelah pertanyaan naik ke permukaan, suster jaga langsung panggil bidan buat cek detak jantung pake doppler. Sambil didoppler sambil diintrogasi dengan berbagai macam pertanyaan yang bikin deg-degan.


Secara medis, penyebab IUFD ada banyak. Bisa kelainan kromosom, ketidakcocokan golongan darah & rhesus, penyakit & infeksi pada ibu hamil, gerakan janin yang berlebihan, trauma saat hamil, mitos, mistis, dll. Dalam kasus saya kemarin, dokter memperkirakan terlilit tali pusar. Karena memang ndak ada trauma macem jatuh atau kepentok sebelumnya. Nah, lilitan tali pusar inilah yang kata dokter ndak bisa dicegah ataupun diprediksi. Buat yang tau mohon koreksi kalau salah ya..


Itulah kenapa pemeriksaan rutin itu penting. Kalau sudah di atas 28 minggu, periksanya mulai 2 minggu sekali. Kalo udah di atas 36 minggu mulai seminggu sekali. Dan penting juga mencatat pergerakan janin harian. Dimana minimal janin aktif bergerak sebanyak 10 kali perhari. Kalo kurang dari itu, langsung periksa ya.


Yang sedikit menyakitkan dan bikin pikiran adalah ketika pekan sebelumnya tepat di hari Senin, 3 Desember 2018, saya baru aja periksa ke dokter dan katanya semua baik-baik aja..


Oke lanjut.

Jadi investasi akhirat iboo & ayah ya, dek..


PERSALINAN IUFD

Setelah dinyatakan meninggal dalam kandungan, dokter mempersilakan untuk pulang dan menenangkan diri dulu. Setelah itu disuruh hubungi dokter lagi kalau sudah siap untuk melakukan induksi agar bisa melahirkan secara normal.


Pasien dengan kasus IUFD memang disarankan untuk melahirkan secara normal. Agar pemulihannya cepat dan bisa program lagi pun biayanya ndak semahal caesar. Tapi permasalahan biasanya ada di keluarga sang pasien. Keluarga yang penuh perhatian itu akan terus memberikan saran untuk segera operasi. Karena khawatir dengan adanya janin yang sudah tidak ada itu di dalam kandungan.

Sedih.

Dedek kan bukan penyakit, ya? :"


Dokter bilang, insya Allah prosesnya akan cepat asalkan tenang dan jangan dibawa stres. Lah, ini malah justru banyak tekanan dari pihak luar. Padahal bayi IUFD emang ndak serta merta harus dikeluarkan sesaat setelah diketahui meninggal, kecuali ada masalah medis yang membahayakan ibu. Batasan maksimalnya itu ndak boleh lebih dari 2 pekan (14 hari). Nah, kan...


Induksi emang proses yang panjang dan butuh kesabaran. Waktu itu induksi dimulai hari Selasa, 11 Desember 2018 ba'da Maghrib selepas ujian CPNS. Yap, ujian di atas ujian kehidupan.
Kontraksi-kontraksi kecil mulai berasa tiap 10 menit sekali. Infus pertama habis waktu subuh hari Rabu, 12 Desember 2018. Dan begitu diperiksa, alhamdulillah sudah bukaan satu. Setelah mandi dan sedikit menikmati kehidupan tanpa infusan, induksi dilanjutkan dengan pesan dari bu bidan boleh jalan-jalan. Dipinjemin gym ball juga untuk mempercepat pembukaan.


Nah, ini penting. JALAN-JALAN & GYM BALL.
Konon katanya ibu hamil emang kudu memberdayakan diri untuk bisa melahirkan normal. Induksi itu cuma perantara. Jangan lantas ketika diinduksi cuma tiduran dan nunggu pembukaan. POKOKNYA JANGAN!


Setiap perempuan kudu belajar. Karena tingkat persalinan secara SC sekarang ini makin tinggi. Bukan karena ketidakmampuan, tapi karena kurang belajar. Kita harus yakin dan percaya kalau Allah udah menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna. Tubuh perempuan udah dirancang sedemikian rupa untuk bisa melahirkan secara normal. Kecuali memang ada penghalang yang secara medis ndak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.
Haseeeeek..

Jadi apa aja yang perlu dipelajari sih?
Hal yang paling penting adalah teknik pernapasan. Ini akan berguna saat kalian dilanda badai kontraksi yang kian lama kian menyakitkan. Kalau kalian ndak menguasai teknik pernapasan, kalian bakal kelelahan dan berakibat pada kehabisan tenaga. Banyak kasus dimana ketika kontraksi melanda, ibu-ibu malah teriak-teriak, nyakar-nyakar suami, uring-uringan, dan segala macem yang sering dipertontonkan di sinetron. Tapi percaya deh, ITU SALAH BESAR. Yang bener adalah ketika kontraksi itu dateng, kalian harus tenang dan mulai mainkan teknik pernapasan perut. Kalo terasa makin menyakitkan, bisa tidur miring ke kiri untuk ngurangin nikmatnya rasa kontraksi. Jangan lupa sambil ngemil-ngemil centil simpen tenaga untuk pertarungan yang sebenarnya.
Haseeeeek...


Oiya ada lagi
Latihan prenatal yoga, ngepel jongkok, sujud lama juga penting loh gais..


Oke, lanjut.


Jam 2 siang, ketika kontraksi makin intens dan menyakitkan sampe bisa meluluhlantahkan pertahanan teori teknik pernapasan yang udah dipelajari, bidan dateng untuk cek pembukaan dan alhamdulillah udah pembukaan 6. Langsung pindah ke kamar bersalin untuk menikmati kontraksi yang makin tanpa jeda dan bikin ndak berdaya. Perjuangan seorang ibu begitu luar biasa ternyata. Salut buat ibu-ibu yang masih bisa teriak-teriak pas kontraksi sih..
Da aku mah ndak sangghuuup..


Ndak lama kemudian, bidan dateng bilang pembukaan udah lengkap. Tapi dokternya belom dateng. Tantangan selanjutnya adalah ngeden. Ndak gampang ternyata. Soalnya belajarnya belum selesai. Belum sampe bab ini. Hiks.

Kita cuma boleh ngeden ketika kontraksi dateng. Butuh 3 kali usaha waktu itu. Usaha pertama pas kontraksi dateng belum tau gimana caranya ngeden. Kata bu bidan ngeden aja kayak mau pup. Usaha kedua begitu kontraksi dateng, langsung naikin kaki, terus ngeden tapi keluar suara. Terus akutu dimarahin sama bu bidannya. Katanya jangan bersuara. LAH BU, SAYA LIAT DI TIPI-TIPI KALO MELAHIRKAN PAKE SUARA.. EEEEEEKKKKKHHHHH... Gitu.
Sekali lagi saya tertipu sodara-sodara..
Tolong dong KPI, itu tayangan-tayangan yang menyesatkan ditarik dari peredaran.


Lanjut ke usaha ketiga. Begitu gelombang cinta datang, langsung ngangkang, dan ngeden tanpa suara bagaikan pup dengan bahagia. Dan BYAAAAR! Keluar sudah. Rasanya kayak apa? Ya kaya abis sembelit berhari-hari, mau pup belum bisa, dan akhirnya keluar juga. Lemes.


Udah? Selesai?
Tidak secepat itu, Fulgoso..


Setelah itu masih ada proses penjahitan yang sangat amat memilukan. Jadi sebenernya saya tuh ndak ada yang robek. Alhamdulillah yah. Tapi karena tangan bidannya nyenggol waktu lagi bersihin, jadinya harus dapet kenang-kenangan dari dokter berupa sedikit jahitan di perineum. Jangan ditanya ngilunya kayak apa.

Dokter: "Ayo ditaruh pant*tnya. Jangan diangkat."

Pasien: *cuma bisa pasrah tapi dalem hati ngedumel* "GIMANA CARA NARUHNYA DOK INI KENA TANGAN DOKTER AJA RASANYA MACEM APA TAUK. COBA JELASIN KE SAYA GIMANA CARANYA DOK. COBA JELASIN DOOOOK."


Alhamdulillah ndak nyampe seminggu jaitannya sembuh.


PASCA PERSALINAN IUFD

Setelah melalui proses yang dramatis itu, dunia terasa sepi. Orang-orang sibuk ngurus pemakaman dedek, sementara saya masih proses pemulihan. Sedih. Boong kalo ndak nangis sih.


Paginya alhamdulillah boleh langsung pulang setelah dokter visit dan konsul laktasi. Tapi ternyata penderitaan belum berakhir sodara-sodara. Kalau ibu-ibu lainnya setelah melahirkan harus berjuang supaya ASInya keluar, kami pasien IUFD justru sebaliknya, berjuang supaya ASI ndak keluar. Selain minum obat dari dokter yang cuma dikasih sedikit banget, pabrik ASInya pun kudu dibebat tekan alias diiket kenceng sekenceng-kencengnya. Soalnya kalo udah keluar bakal terus-terusan keluar, gitu katanya. Makanya harus dicegah supaya gak keluar.


Dan rasanya itulooooh...


Dibebat kenceng ndak nyaman, tapi kalo kendor dikit bisa bikin payudara bengkak dan rasanya nyut-nyutan kayak pengen meledak. Biasanya diikutin demam. Kalo udah kayak gitu, biasanya langsung ambil kol terus dimasukin ke freezer sekitar 10 menit. Abis itu ditempelin, baru dibebat. Nanti kalo udah ndak dingin, berubah warna macem kol goreng, dan menimbulkan bau, kolnya bisa diganti. Ini ilmu dari mbah gugel sih, tapi manjur loh. Kudu kreatif emang biar ndak dikit-dikit minum obat.


Kata dokter, tiap kali inget dedek, ada hormon cinta yang bekerja untuk menghasilkan ASI. Makanya disuruh happy, ikhlasin, dan OLAHRAGA. Yak, olahraga emang salah satu kunci pengalihan pikiran yang bisa ngurangin uring-uringan plus bikin sehat juga.

Dan satu lagi.

KURANG-KURANGINLAH LIAT MEDSOS.

Kadang bukan salah mereka yang posting hal-hal yang ndak kita inginkan, mungkin emang dada kita aja yang kurang lapang.


Ujian kehidupan itu sama kayak ujian sekolah. Harus serius biar naik kelas, kan? Harus serius sabarnya, serius tawakkalnya, serius ikhlasnya. Harus kuat. Dedek di sana pasti seneng kalo liat iboonya kuat. Harus bahagia, kan ditungguin dedek di surga. - Suamikuyangngakunyakeren.


Alhamdulillah 'ala kulli hal.

Wassalamualaikum

Jan 29, 2019

Lulus Ujian CPNS 2018, Kok Bisa?


Assalamualaikum

Kalau akhir tahun 2018 kemarin ditutup dengan kabar duka, alhamdulillah awal tahun 2019 ini dimulai dengan kabar bahagia. Sesuai judul postingan kali ini..


AKU LULUS CPNS, BUUUK... PAAAK...


Alhamdullillah.
Allah sebaik-baiknya penulis skenario kehidupan.


Yang nyasar ke sini buat nyari tau tips dan trik lulus ujian CPNS, mungkin kalian salah kamar. Karena yang punya blog ini ndak akan bagiin tips dan trik soalnya itu kesannya kayak udah mahir banget gitu loh, tapi cuma mau bagi cerita tentang pengalaman mengikuti seleksi CPNS tahun 2018 kemarin dan sedikit saran yang mungkin bisa dipetik hikmahnya macem sinetron Indosi*piiip*.

Sebelum kita mulai, mari kita bahas dulu kenapa seleksi CPNS tiap tahun selalu rame peminatnya. Hal ini didasari fakta bahwa doktrin dari orang-orang tua kita yang menyebutkan bahwasanya pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil alias PNS adalah suatu hal yang menjanjikan. Bisa kerja sama pemerintah, tetep digaji walaupun lagi cuti, dan ketika pensiun pun masih dapet pemasukan. Gitu sih katanya, bener atau ndaknya biar waktu yang menjawab..
Padahal jaman sekarang banyak kerjaan yang lebih keren ya kan. Kerja di industri kreatif contohnya. Kayaknya lebih asik deh ya..


Mari kita mulai...


1) SELEKSI ADMINISTRASI


Pertama-tama yang harus dilakukan adalah membuat akun di sscn.bkn.go.id. Cukup pake Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah itu tinggal tunggu pengumuman formasi apa aja yang dibuka dari setiap instansi.

Oiya, kemarin yang punya blog ini daftar di instansi Pemprov DKI Jakarta untuk formasi Guru Matematika Ahli Pertama.  Awalnya pengen nyoba di Sekneg. Tapi berdasarkan petuah guru besar, akhirnya ganti strategi. Alhamdulillah tahun ini pemprov DKI buka formasi. Sedikit cerita, tahun 2017 kemarin CPNS yang buka untuk lulusan Pendidikan Matematika cuma ada di Kementerian Perindustrian. Pun itu ditempatinnya di SMK nan jauh di Makassar sana. Alhasil pupuslah sudah keinginan untuk nyoba seleksi CPNS tahun 2017 lalu.

Saran:
  1. Tunggu semua pengumuman formasi keluar.
  2. Pilih jurusan yang sesuai persis dengan latar belakang pendidikan kamu. Misal: Kalau latar belakang kamu 'Pendidikan Matematika' cari formasi untuk 'Pendidikan Matematika'. Jangan yang 'Matematika' doang. Pun sebaliknya. Nggak usah coba-coba, nggak usah penasaran. Percaya deh. Nggak mau kan baru awal udah gagal? Pastiin juga kalau akreditasi jurusan kamu A kalau mau daftar ke formasi cumlaude.
  3. Pantau saingan alias jumlah pendaftar di formasi itu. Ini buat atur strategi aja sih. Jadi kalau kira-kira peminatnya banyak banget sementara formasi yang dibutuhin cuma itungan jari, kita punya pilihan untuk cari formasi yang lain atau terus berjuang dengan saingan yang segitu.
  4. Siapin berkas-berkas untuk diupload di sscn.bkn.go.id. Berkas paling standar itu: KTP, Ijazah, Transkrip nilai, sama Pas foto dengan latar belakang merah. Ini bisa disiapin jauh-jauh hari. Untuk Pemprov DKI kemarin tambahannya ada sertifikat TOEFL (min. 400), surat lamaran bermeterai + surat pernyataan bermeterai. Untuk instansi lain ada juga yang minta Akte kelahiran, akreditasi kampus, forlap  dikti, surat kesehatan, dll. Pastiin juga kamu tau cara ngompres pake es batu alias ngecilin ukuran file. Soalnya ada maksimal ukuran tiap berkas yang diupload gitu. Ya kalau ndak bisa, minimal tau siapa orang yang bisa dimintain tolong.
Setelah selesai semua, tinggal tunggu pengumuman kelulusan seleksi administrasi deh.


2. SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)
Nah kalau udah pengumuman seleksi administrasi dan ada nama kamu di sana, berarti kamu punya tiket untuk ikut seleksi selanjutnya yaitu SKD. SKD ini terdiri dari 3 bagian, ada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nah tes ini udah pake sistem CAT alias Computer Assisted Test. Jadi dalam waktu 2 jam, kita akan dihadapkan pada 100 soal yang terdiri dari 35 soal TWK, 30 soal TIU, dan 35 soal TKP. Dan hasilnya langsung keluar begitu kita klik tombol selesai. Pun orang-orang yang nunggu di luar bisa liat live score kita dari layar yang disediain di depan. Bedanya sama soal SNMPTN, di SKD ini ndak ada sistem nilai minus. Jadi kalopun salah nilainya ndak akan berkurang. Tapi kita harus lulus ambang batas (passing grade) kalau mau lulus di SKD ini. Ambang batas untuk TWK = 75 poin, TIU = 80 poin, dan TKP = 143 poin.

Saran:

((Sebelum ujian)):
1. BELAJAR
  • Belajarnya dari jauh-jauh hari. Pelajarin contoh soal CPNS tahun-tahun sebelumnya.
  • Dicicil. Fokusin dulu ke TIU yang beragam jenisnya, TWK yang banyak hafalannya, baru terakhir ke TKP yang bisa pake logika.
  • Untuk TIU semakin sering ngerjain soal, semakin sering ketemu variasi soal, beeuuuh.. makin pede deh nanti kalo ketemu mantan soal.
  • Untuk TWK yang sifatnya hafalan, banyakin baca. Siapin kertas atau buku dan pulpen, kalau bisa pulpen warna warni atau minimal 2 warna. Catet semua yang penting di buku. Bikin mind map biar gampang ngafalinnya. Untuk tahun 2018, TWKnya ndak begitu susah. Cuma keluar 1 tanggal sama ada beberapa studi kasus yang bisa pake logika.
  • Untuk tahun 2018 banyak yang tumbang di TKP yang sebelumnya disepelekan. Soal TKP kali ini kita dihadapkan oleh 5 pilihan jawaban yang semuanya kayaknya bener, alhasil banyak korban berjatuhan di bagian soal yang ini. Termasuk pemilik blog ini.
Dipoin satu kenapa kudu belajar jauh-jauh hari? Soalnya berdasarkan pengalaman kemarin, hasil seleksi administrasi diumumin tanggal 22 Oktober 2018, jadwal dan tempat ujian diumumin tanggal 25 Oktober dan betapa terkejoetnya pemilik blog ini ternyata dapet jadwal ujian tanggal 31 Oktober 2018 sesi 2 (jam 10.00) di Kantor Walikota Jakarta Timur.

Bayangkan sodara-sodara...
Jikalau kakanda, adinda, dan sanak saudara tidak belajar dari jauh-jauh, apa ndak mumet itu kejar tayang belajar cuma berapa hari doang.


2. SIAPIN KTP + KARTU PESERTA UJIAN
Karena pas ujian yang ditanya bukan siapa nama bapak kalian, bukan berapa uang jajan kalian, siapa nama pacar kalian, melainkan mana KTP dan kartu ujian. Cukup berbekal pake baju putih, bawahan hitam, sepatu hitam macem anak magang, dan KTP + selembar kartu ujian. Sedangkan tas, jam tangan, jaket, motor, mobil, semua hanya titipan ndak dibawa ke ruang ujian.


((Waktu Ujian))
  1. BERDOA DAN MINTA DIDOAKAN
  2. Kerjain TKP semuanya dulu (35 soal) baca cepet, pahami, pilih.
  3. Lanjut ke TWK minimal 18 soal
  4. Lanjut ke TIU minimal 18 soal
  5. Balik lagi lanjutin sisa soal TWK
  6. Balik lagi lanjutin sisa soal TIU
  7. Cek ulang jawaban TKP
  8. Cek ulang semua jawaban
Gitu....
Terus? Lulus?
Kagak. HAHAHAHAHA.
Karena temen-temen yang lain pada kesandung di TKP, saya sebagai teman yang baik dan ingin mengikuti tren yang ada jadi ikutan kesandung di TKP.
Plak! Alesan aja.


3. SELEKSI KEMAMPUAN BIDANG (SKB)
Qadarullah, karena banyak yang kesandung di TKP, ada peraturan baru yang menyebutkan kalau akan diambil nilai teratas dari 3x jumlah formasi yang dibutuhkan. Misal di formasi itu dibutuhkan 1 orang, berarti yang diambil 3 orang nilai tertinggi. Jadi kalau yang lulus passing grade statusnya P1, yang lulus karena belas kasihan peraturan baru statusnya P2. Dan alhamdulillah sang empunya blog ini bisa masuk 3 nilai teratas meskipun jadi paling bungsu. Jadi statusnya bisa P2 dan L (lanjut ke SKB).

SKB masih sama pake CAT juga. 100 soal juga. 70% kemampuan bidang + 30% pedagogik.

Hasil seleksi diumumin tanggal 6 Desember 2018, dan pemilik blog ini dapet jadwal ujian tanggal 11 Desember 2018 sesi 3 (12.30 - 14.00) di gedung Pertemuan Bagas Raya.
Duh, semesta begitu mengejutkan, ya.

Karena ndak ada persiapan sebelumnya, akhirnya bingung lah harus belajar apa. Awalnya belajar soal-soal ujian anak SMP. Ternyata... salah sodara-sodara!

Tau darimana kalo salah?

Jadi waktu lagi nyari referensi soal-soal SKB pendidikan, muncullah sebuah grup telegram yang isinya kumpulan orang yang lagi bergelut ngebahas soal-soal. Akhirnya join lah dengan grup ini. Dan ternyata info dari yang ujian tanggal 10 Desember 2018, soal yang keluar adalah soal-soal waktu kuliah. Segala teori graf dan keluarganya lah itu nampak ke permukaan.

Da aku mah apah atuh.. cuma mantan guru SD yang kerjanya nyanyi dengan nada kesana kemari mencari alamat namun yang kutemui bukan dirinya sayang yang kuterima alamat palsu.

Ditambah sehari sebelum ujian SKB ada ujian kehidupan yang bikin hati gundah dan mata bengkak memerah, jadi makin-makin paniang lah pala awak ndak bisa belajar. Cuma bisa pasrah. Tadinya mau ndak berangkat ujian, tapi demi dedek yang sudah ikut berjuang waktu ujian SKD, iboo ndak boleh menyerah di tengah jalan.

Alhamdulillah ternyata bisa dapet nilai yang lebih tinggi dari rival yang lain. Cuma beda 1 soal sama yang peringkat 1 waktu SKD. 1 soal doang bayangkaaaan...
1 soal yang begitu berharga. Yang bisa menyelamatkanmu dari ketidaklulusan.
Tau darimana? Grup telegram.
Makanya, ayo install telegram! *Lah promo..*
Tinggal tunggu kabar apakah sang rival punya sertifikat pendidik yang sakti itu atau ndak. Soalnya kalau ada yang punya, nilai SKB tinggi pun ndak berlaku.


4. PEMBERKASAN
Selasa malem tanggal 15 Januari 2019 akhirnya kabar yang dinantikan datang juga. Pengumuman hasil akhir seleksi CPNS 2018. Dan alhamdulillah ada nama yang punya blog ini di sana. Allahu akbar! Allah Maha Baik. Di balik semua kejadian menyakitkan, kita harus percaya kalau takdir Allah selalu baik. Selalu.

Karena dapet jadwal pemberkasan ke Balai Kota tanggal 21 Januari 2019, dan kondisi masih ada di Sangatta, alhasil langsung buru-buru pesen travel + tiket pesawat demi ngurus berkas yang desas desusnya agak ribet tapi pas dijalanin ternyata ndak seribet itu.

Apa aja berkasnya?
  1. Surat lamaran ditulis tangan ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  2. Fotokopi kartu peserta
  3. Fotokopi KTP
  4. Surat pernyataan 5 poin & 9 poin ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  5. Fotokopi ijazah + transkrip dilegalisir
  6. Fotokopi ijazah SD, SMP, dan SMA
  7. Daftar Riwayat Hidup ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres keluaran Januari 2019
  9. Surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba dari RS Pemerintah keluaran Januari 2019
  10. Pas foto berwarna 4 x 6 latar belakang merah 8 lembar.

Udah. Itu aja.
Untuk surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba bisa bikin di RS POLRI Kramat Jati. Ke gedung promoter terus bilang untuk pemberkasan CPNS. Untuk 3 lembar kertas berharga itu kita cukup membayar Rp590.000. Lebih murah dibanding ke RSUD yang katanya sekitar Rp700.000an - Rp1.000.000an.

Sedangkan untuk SKCK, tinggal dateng ke POLRES setempat, bawa fotokopi KTP, KK, akte kelahiran, sama foto 4x6 5 lembar background merah. Biayanya cuma Rp30.000 sodara-sodara.
Ndak perlu pake calo karena pelayanannya cepet kok..


Oke. Udah segini aja dulu kayaknya.
Sekali lagi, ini bukan tips & trik lulus ujian CPNS ya. Karena toh saya baru sekali nyoba tes pun nilainya ndak gede-gede banget, jadi ndak ada yang bisa jamin kalo yang ditulis di sini bisa berhasil juga di kalian. Apalagi kalau inget dulu yang punya blog ini pernah belasan kali gagal ujian masuk perguruan tinggi negeri..

Tapi ada satu yang pengen digarisbawahin. Menurut kalian apa yang bikin nilai pas-pasan bisa lanjut ke ujian SKB? Yang bikin orang lagi sedih dan ndak bisa belajar bisa dapet nilai lebih tinggi dari rival? Yang bisa bikin 1 soal bisa mengantarkan pada kelulusan?


Selain takdir yang sudah Allah tuliskan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi,


adalah DOA...


Ada doa orang tua di balik semua usaha yang pemilik blog ini lakukan. Di saat lagi jatuh dan terpuruk, kehilangan semangat, ada doa dan dukungan dari orang-orang yang disayang itu bisa menguatkan. Jadi, jangan lupa minta doa orang tua ya!


Wassalamualaikum


Jan 28, 2019

Pengalaman Blighted Ovum (BO) Berakhir dengan Kuret


Assalamualaikum


Tahun 2018 adalah tahun yang sangat luar biasa. Tahun penuh air mata, ujian, dan pengalaman. Salah satu pengalaman yang pengen diceritain di sini adalah pengalaman ngerasain hamil selama setahun. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memenuhi mesin pencarian google. Biar yang ngalamin ini, yang lagi cari-cari info tentang ini, tau kalo kamu nggak sendirian, gaiiis...


Oke kita mulai..


Jadi gini...


2 Desember 2017 yang punya blog ini sama mamasnya nikah kan. Terus Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)-nya itu adalah tanggal 27 Desember 2017. Terus di bulan Januari ternyata tamu bulanan ndak datang-datang. Mulai lah mamasnya sibuk suruh cari testpack. Tadinya sih masih tenang-tenang aja karena emang biasa jadwal tamunya suka mundur. Tapi akhirnya yaudah lah nurut aja kata suami. Beli testpack, terus nyari tau gimana cara makenya. Hahaha ya namanya juga baru pertama.

Pagi-pagi sebelum sholat subuh langsung berniat nyoba testpacknya dengan deg-degan. Konon katanya cara pake testpacknya pagi di urin pertama biar hasilnya lebih akurat. Yaudah nurut aja. Daaaaaaan......

JENGJENGJENG!!!
Garis dua!

Bahagia banget rasanya waktu itu. Langsung kebayang-bayang gimana senengnya mau jadi ibu.
Setelah mamase cari-cari dokter kandungan perempuan yang bagus di sekitaran Jakarta Timur, minggu depannya kita langsung cuss ke RS Hermina Jatinegara. Ketemulah kita dengan dr. Sitti Fausihar, SpOG, yang katanya adalah salah satu dokter favorit di RS ini. Setelah melewati antrian yang begitu panjang dan melelahkan, ternyata hasil yang didapet kurang memuaskan. Dokternya ramah sih, masih muda, tapi agak buru-buru dan to the point banget. Sebagai orang yang belum punya pengalaman, pengetahuan, dan kesiapan mental, menghadapi kenyataan bahwa kehamilan pertamanya nggak baik-baik aja tuh rasanya gimanaaaaa... gitu.

Obat kecil yang mahal dan mengerikan.
Kalo sampe gagal masukin bisa menimbulkan penyesalan.

Waktu itu usia kandungan 7 minggu. Tapi pas di USG abdomen belum ada titik (janin), cuma ada kantong kehamilannya aja. Dokter bilang kemungkinan Blighted Ovum. Disuruh balik 2 minggu lagi untuk liat perkembangannya sambil dikasih obat penguat yang dimasukin lewat an*s.
Hancurlah hati awak waktu itu...

Blighted Ovum (kehamilan anembrionik atau kehamilan kosong) adalah kondisi yang muncul ketika sel telur yang dibuahi menempel di dinding uterus, tapi tidak berkembang menjadi embrio.

2 minggu kemudian (1 Maret 2018), ketemu dokter lagi. Kali ini USGnya transvaginal yang rasanya ngilu-ngilu risih. Dan ternyata hasilnya nggak berubah. Masih belum ada janin, padahal harusnya di usia 9 minggu udah ada detak jantungnya.


Makin hancurlah hati awak...


Langsung aja dong ditawarin 3 alternatif sama dokter, mau kuret, pake obat, atau dibiarin keluar sendiri. Kuret cuma sebentar katanya, tapi langsung bersih. Kalo pake obat bakal sakit banget mules-mules, tapi belum tentu bersih. Pun nanti kalo ada yang ketinggalan kudu dikuret juga. Kalo dibiarin keluar sendiri ya mungkin waktunya agak lama. Karena tubuh kita akan mendeteksi kantong kehamilan itu sebagai benda asing yang nantinya pelan-pelan bakal keluar sendiri.

Akhirnya pulang dulu untuk mikir-mikir untuk cari second opinion. Selain karena ngerasa baik-baik aja, nggak ada flek atau tanda-tanda mencurigakan, masih berharap kalo si dedek emang berkembang tapi ya agak lama. Karena kalo liat forum ibu hamil ada juga yang baru keliatan pas di minggu 12. Masih berusaha untuk positive thinking..

3 Maret 2018 mamase ngajak periksa ke Kemang Medical Care. Tanpa liat review-review dokter mana yang bagus, langsung aja pergi kesana terus liat dokter mana aja yang ada. Asal perempuan. Akhirnya bertemulah kita dengan dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOG. Dokter gaul yang ramah banget dan menenangkan. Ini salah satu hal yang penting sih buat orang yang emang suka panikan.

Lagi-lagi ngerasain yang namanya USG transvaginal. Antara pengen protes, tapi penasaran. Dan yak, hasilnya masih tetep sama. Belum ada titik janin, cuma ada kantong kehamilan. Disuruh balik 2 minggu lagi, dikasih oleh-oleh vitamin dan penguat kandungan.

2 minggu kemudian obatnya abis, tapi belom mau ke dokter. Semacam udah pasrah. Setelah hari itu mulailah flek sedikit-sedikit dan mules. Sampe akhirnya tanggal 24 Maret 2018 ketemu dokter lagi dan di USG transvaginal lagi, dan didapati kenyataan bahwa kantong kehamilannya mulai luruh.
Sekali lagi, hancurlah hati awak...

USG 12w. Sebenernya udah ada titik, tapi kantong kehamilannya mulai luruh.
Seeeee...genap hatiku luruh lantah mengiringi dukaku yang kehilangan dirimuuuu~ Ada yang masih inget itu lagu apa? *LAH SALFOK -___-*

Setelah negosiasi bikin janji sama dokter, akhirnya tanggal 28 Maret 2018 sore masuk kamar bersalin. Bukan buat lahiran, tapi buat dipasang berbagai macam alat penyiksaan sebelum dikuret. Dipasang kateter untuk pipis, infus, dan laminaria untuk buka jalan lahir. Ngerasain yang namanya kaki ngangkang di atas alat yang kayak tapal kuda. Jangan ditanya gimana rasanya. Seumur-umur baru pertama kali ini ngerasain dirawat di RS. Ngerasain diinfus, dipasang kateter sama laminaria.
GAK ENAK DEH BENERAN.
Dan malu banget.

Dilatasi dan Kuretase (D & C) adalah operasi rahim untuk wanita dengan masalah menstruasi, hamil, kontrasepsi, keguguran atau polip, atau setelah melahirkan.

Semaleman tidur nggak nyenyak karena berkali-kali perut kayak diputer-puter tiap berapa menit sekali, yang kemudian diketahui bahwa itu namanya adalah kontraksi sodara-sodara. Paginya harus puasa selama 6 jam dulu sebelum tindakan. Lengkaplah sudah penyiksaan ini.

Sekitar jam 4 sore, akhirnya dibawa ke ruang operasi. Sebuah ruangan dingin yang rasanya mencekam banget. Dikelilingin 3 dokter, dokter obgyn, dokter anastesi, sama dokter apa lagi 1 lagi lupa. Setelah dipasang alat-alat yang nggak tau kegunaannya apa aja dan emang nggak sempet nanya, tetau dokter anastesi ngajak ngobrol sambil suntik bius di selang infus. Seketika dunia gelap gulita..
Bius total ternyata.

Bangun-bangun pas denger suara adzan maghrib. Terus teriak-teriak kesakitan, kata mamase. Sakit, dingin, tapi nggak bisa ngapa-ngapain. Disuruh nunggu di ruang transit sampe sekitar 1 jam untuk diliat kondisinya gimana.

Jadi kalo ditanya, kuret sakit atau nggak, jawabannya NGGAK. Soalnya pas tindakan kita dibius total jadi nggak ngerasain apa-apa. Dan tindakannya pun katanya nggak lama. Cuma setelah biusnya abis baru deh dunia rasanya kayak porak poranda. Antara rasa sedih dan sakit berkoalisi menjadi satu kesatuan Indonesia Raya sodara-sodara!

Untuk biaya kuret di Kemang Medical Care sekitar segini:
Estimasi biaya kuret di KMC untuk yang rawat inap.
Karena dokternya minta kuretnya yang pasang laminaria, jadi biayanya pake yang ini.

Estimasi biaya kuret di KMC yang One Day Care (ODC).
Bedanya yang ODC sama yang nginep katanya penanganan untuk bikin kontraksinya. Kalo nginep pake laminaria, kalo yang ODC pake obat jadi lebih cepet. Tergantung apa kata dokternya sih kayaknya.

Sekali lagi, biaya di atas itu cuma estimasi. Ya, emang awalnya bikin shock sih pas pertama liat. Bikin dompet ingin menangis. Tapi kenyataannya nggak sampe segitu kok..

Kalo ditanya BO itu terjadi karena apa, dokter bilang karena mungkin emang lagi kurang bagus aja bibitnya. Jadi secara seleksi alam tubuh bakal mendeteksi adanya benda asing. Bisa pengaruh makanan, lingkungan, atau juga karena ada infeksi dari dalam. Gitu. Kalo nggak salah sih...

8 Hari setelah kuret cek lagi ke dokter udah bersih apa belum, dan alhamdulillah udah bersih. Kata dokter pun nggak perlu nunggu 3 kali siklus haid dulu untuk program hamil lagi. Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta haid, setelah itu bisa program lagi. Dan Alhamdulillah cukup melewati 1 kali siklus haid, Allah udah ngasih kepercayaan untuk hamil lagi. Ya, walaupun akhir ceritanya belum bahagia. Tapi pasti Allah lebih tau yang terbaik buat hamba-Nya, kan?

Okeh, setelah ini insya Allah mau cerita tentang pengalaman IUFD alias kematian janin dalam kandungan. Tunggu ya, siapin mental dulu...


Wassalamualaikum


Jan 26, 2019

Perjalanan Mencari Dokter Kandungan/Obygn


Assalamualaikum

Sebagai calon orang tua baru, yang paling bikin pusing setelah ngeliat dua garis terpampang nyata di tespek adalah mencari dokter kandungan. Karena minim pengalaman, pastinya the power of google yang diandalkan kan? Oleh karena itu, yang punya blog ini mau sharing sedikit tentang dokter kandungan yang pernah ditemui selama tahun 2018 kemaren.

Untuk mencari dokter kandungan yang baik, konon katanya harus memenuhi berbagai syarat berikut:
  1. Pro kelahiran normal
  2. RUM (Rational Use of Medicine)
  3. Pro IMD (Inisiasi menyusui dini)
  4. RSnya mendukung rooming in.
Dan tambahannya biasanya: dokter kandungannya harus perempuan + menenangkan alias ndak bikin panik.

Oke, kita mulai.
Disclaimer: Tulisan ini bersifat subjektif. Kadang buat kita oke, belum tentu buat orang lain. Pun begitu sebaliknya. Namanya juga rekomendasi.


1) dr. Sitti Fausihar (RS Hermina Jatinegara)
Februari 2018, saat pertama kali tau tespek bisa nongol garis 2, pak kepala negara langsung cari-cari dokter yang bagus. Alhasil ketemulah kita dengan dr. Sitti Fausihar yang konon katanya dokter perempuan terlaris seantero RS Hermina Jatinegara. Dokternya ndak pake hijab, gaul, ramah, pinter dan to the point kalo menyampaikan sesuatu. Nah yang terakhir itu bisa jadi nilai positif, bisa juga jadi nilai negatif. Apalagi untuk calon orang tua baru yang lagi antusias liat tespek garis 2. Waktu itu kita dapet kabar yang kurang enak, dan cara penyampaiannya pun bikin hati adek terpoteque seketikah. Suspect blighted ovum (hamil kosong) katanya. Nanti kapan-kapan insya Allah diceritain okeh..

Akhirnya kita cuma dua kali ketemu sama dr. Sitti. Selain karena cara penyampaiannya yang kurang sreg di hati, antriannya pun menyayat hati sanubari.. Hiks. Kita butuh dokter yang menenangkan, seburuk apapun kenyataan.



2) dr. Fakriantini Jaya Putri (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com

dr. Fakhriantini alias dr. Eni sebenernya adalah second opinion kita karena dapet kabar kurang baik di tempat sebelumnya. Perjalanan menemukan dr. Eni pun ndak seribet sebelumnya. Tanpa pake gugling, langsung dateng ke RS, dan asal nunjuk cari yang lebih tua dengan harapan bisa lebih baik.

dr. Eni ini berhijab, super ramah, gaul, bisa ditanya apapun, bisa di Whatsapp, dan yang paling penting menenangkan. Yap, ini cukup penting buat orang yang gampang panik macem pemilik blog ini. Walaupun akhirnya kabarnya ndak berubah jadi baik, setidaknya cara penyampaiannya ndak bikin kita jadi panik sih.

Sama dr. Eni ngerasain yang namanya kuret (nanti lengkapnya insya Allah diceritain kalau lagi ada kemauan disitu ada jalan), sampe hamil usia 26 minggu kalo gak salah. Diterusin sama beliau karena emang ngerasa udah klik dan juga suasana rumah sakitnya yang super nyaman + nunggunya ndak terlalu lama.



3) dr. Ade Irawan (RSIA Asy-Syifa Sangatta)


Ketemu dr. Ade pun karena ndak sengaja. Waktu itu dapet garis dua waktu ikut suami ke Sangatta. Karena mau lebaran dan kudu naik pesawat, makanya nyari rumah sakit untuk minta penguat. Konon katanya RSIA Asy-Syifa ini lah yang bagus. Tadinya mau ketemu dr. Rahmat, pemilik RS ini. Tapi ternyata beliau udah keburu cuti. Akhirnya ketemu lah dengan dr. Ade.

RS di Sangatta sama RS di Jakarta sungguh amat sangat jauh bedanya. Di sana masih tradisional banget gitu. Tapi dokternya lumayan baik dan nenangin.



4) dr. Febriansyah Darus (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com
Masuk trimester 2, bapak kepala negara udah kepo pengen usg 4D. Alhasil bilang ke dr. Eni, terus direkomendasiin ke dr. Febriansyah yang ahli fetomaternal. Jadi fungsi usg 4Dnya bukan cuma buat keren-kerenan ya sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Tapi beneran di screening supaya bisa liat ada kelainan atau nggak. Gitu loh..

dr. Febriansyah ini orangnya super stylish, pinter, penjelasannya super detil, tapi agaknya cara penyampaiannya mirip dr. Sitti. Yah mungkin karena belum kenal ya..



5) dr. Diana Mauria Ratna Asih (Brawijaya Women and Children Hospital)


Usia kehamilan 29 minggu, bapak kepala negara minta ganti RS. Akhirnya pindahlah ke Brawijaya di Antasari. Yak, makin jauh aja pengembaraannya. Bertemulah dengan dr. Diana pilihan sang kepala negara yang konon katanya jahitannya rapi. Alasan apa pula ini. -____-

dr. Diana ini berhijab, orangnya ramah, friendly banget meskipun sama orang baru, penjelasannya detil. Tapi sayangnya datengnya suka telat. Misal dijadwal praktek jam 11, nanti jam setengah 1 baru dateng gitu. Ya positive thinking aja, mungkin abis ada tindakan ya kan..
Dan untuk pelayanan RSnya, saya pribadi lebih suka di RS sebelumnya sih, selain karena terkendala jarak, dokter-dokter di RS sebelumnya bisa langsung kita hubungin tanpa perlu lewat perantara bidan. Gitu.


6) dr. Achmad Mediana (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com
Pun karena ketidaksengajaan lagi, akhirnya semesta mempertemukan kita dengan dr. Achmad. Balik lagi ke KMC karena suatu hal, dan milih dokter yang praktek paling pagi.

dr. Achmad ini orangnya ramah dan santai banget. Bahkan saat nyampein kabar kurang baik sekalipun. Selain itu beliau sangat sangat pro normal. Alhamdulillah bisa ketemu sama beliau, jadi bisa lahiran normal meskipun tadinya agak ragu karena minus mata lumayan. Yap, beliau bisa meyakinkan kalo bisa normal, yang penting santai, sabar, dan dibawa happy supaya cepet pembukaan. Alhamdulillah semuanya lancar dan bisa normal dibantu bidan Flora Frederica yang luar biasa.

Selama perawatan beliau nengokin dan nyemangatin. Keliatan kalo beliau kerjanya pake hati deh. Berasa loh orang yang mencintai pekerjaannya sama nggak. Apalagi di bidang pelayanan kayak gini. Pun beliau sangat pelit ngasih obat. Di saat dokter lain sibuk ngasih obat untuk pemulihan, beliau cuma bilang, "HARUS HAPPY" dan "TURUNIN BERAT BADAN." Kalo nggak turun-turun nanti dimarahin sama beliau. Udah kayak bapak sama anak.

Pantes fansnya banyak.
Termasuk yang punya blog ini.


Wassalamualaikum



Dec 19, 2018

Dear Mayesha..


Dear Mayesha,
34 minggu yang lalu adek mulai hadir di kehidupan iboo. Terus tumbuh dan berkembang menjadi anak yang lincah dan membanggakan. Saat bertemu bu dokter adalah saat-saat paling membahagiakan sekaligus mendebarkan buat iboo.


Dear Mayesha,
Banyak waktu kita lewati bersama. Semua bahagia dan duka yang iboo rasa, adek ada membersamainya. Bolak balik Jakarta-Sangatta, naik travel berjam-jam dari Balikpapan, deg-degan naik pesawat waktu perut iboo semakin membesar, demi ayah yang kerjanya nan jauh di sana..


Dear Mayesha,
Betapa hancur hati iboo waktu tau adek tidak dalam keadaan yang baik-baik aja di dalam sana. Tanpa bisa lagi berkata-kata, hanya ada air mata.


“Mas, cepat pulang..”

Senin, 10 Desember 2018, hari dimana pak dokter menyampaikan kabar duka itu. Diiringi hujan lebat dan kebingungan yang teramat sangat, iboo pulang dari RS dan memasrahkan semuanya pada Sang Penguasa Alam. IUFD katanya. Intra Uterine Fetal Death alias Kematian Janin Dalam Kandungan. Padahal sepekan yang lalu, kita baru aja ketemu. Adek sehat dan iboo masih bisa mendengar jantung adek berdetak.


Sungguh betapa kuasa-Nya begitu luar biasa.


Selasa, 11 Desember 2018, ba’da Maghrib iboo mulai di induksi. Iboo bertekad untuk melahirkan adek secara normal. Walau orang-orang sekitar mendesak untuk operasi karena khawatir dengan kondisi iboo nantinya, tapi iboo percaya adek nggak bakal nyakitin iboo. Iboo mampu. Cukup hati yang berantakan, fisik iboo harus kuat untuk melanjutkan kehidupan. Alhamdulillah pak dokter terus mendukung iboo untuk bersalin secara normal.


“Tenang, santai, insya Allah nanti cepet,” kata pak Dokter.


Rabu, 12 Desember 2018, jam 05.00 pertama kalinya iboo ngerasain namanya VT alias pemeriksaan dalam yang rasanya masya Allah. Tapi Alhamdulillah sudah mulai pembukaan 1. Artinya induksinya bekerja. Setelah istirahat, mandi, jalan-jalan, dan sarapan, induksi dilanjutkan lagi. Iboo mulai bergerak ke sana sini, main gym ball, jalan-jalan, untuk nambah pembukaan. Tapi kontraksi yang datang makin lama makin tak tertahankan. Akhirnya pasrah di atas tempat tidur sambil inget-inget teknik pernapasan. Jam 14.00 periksa dalam lagi dan ternyata udah pembukaan 6. Langsung pindah ke kamar bersalin.
Sekitar jam 15.00 adek lahir tanpa tangisan. Iboo yang nangis.
Untuk pertama dan terakhir kalinya iboo liat adek. Pegang adek. Sentuh pipi adek. Liat bibir merah adek. Tanpa pernah ngerasain gendong adek dalam pelukan iboo..


Dear Mayesha,
Terima kasih sudah menemani ayah dan iboo selama 8 bulan ini. Ayah dan iboo sangat sayang Mayesha. Tapi Allah jauh lebih sayang Mayesha. Demi Mayesha, iboo belajar banyak hal. Maafin iboo ya, belum bisa jadi yang terbaik untuk Mayesha.


Dear Mayesha,
Iboo rindu. Iboo rindu tendangan adek setiap kita dengar murottal bareng. Iboo rindu saat adek bangunin iboo tiap subuh. Iboo rindu liat adek loncat-loncat tiap ketemu dokter. Iboo rindu bacain buku cerita untuk adek.
Iboo rindu..


Dear Mayesha,
Selamat bermain di rumah baru. Di akhirat nanti, ajak iboo dan ayah kalau belum terlihat di surga ya. Di sini iboo dan ayah masih terus belajar untuk ikhlas menerima semua takdir Allah. Belajar menerima dan memahami bahwa semua takdir Allah itu baik. Bahwa semua yang ada di dunia ini milik-Nya dan bisa diambil oleh-Nya kapan aja..


Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Qadarullah Wa Ma Sya'a Fa'ala



Untuk bintang kecil iboo di surga,
Mayesha Hanum Ghaisani





Terima kasih banyak untuk:
  1. dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOGs (dokternya Mayesha dan calon kakak Mayesha dulu)
  2. dr. Febriansyah Darus, SpOG (dokter fetomaternal Mayesha 27 minggu)
  3. dr. Diana Mauria Ratna Asih, SpOG (dokter Mayesha yang cuma 2 kali ketemu)
  4. dr. Ahmad Mediana, SpOG (dokter kece yang bantu iboo lahiran Mayesha)
  5. Bidan Flora Frederica (yang bantu iboo untuk tenang, atur pernafasan, dan cara mengejan)
  6. Semuua bidan dan suster Kemang Medical Care yang super duper baik yang udah bantu iboo dari awal calon kakaknya Mayesha sampe Mayesha dan insya Allah adek-adeknya Mayesha nanti. Aamiin.
  7. MHG, anak iboo yang ndak pernah nyusahin dan udah ngasih kesempatan iboo untuk merasakan lahiran secara normal dan jadi tabungan iboo ayah di surga
  8. MHY, pak suami yang luar biasa

Sep 1, 2018

Perjuangan Membuat Paspor: Lain Dulu, Lain Sekarang


Assalamualaikum


HAE!
Kali ini mau cerita tentang pengalaman bikin paspor (lagi) alias mau perpanjang paspor. Wah nggak berasa ternyata udah hampir 5 tahun ya, Itu artinya postingan ini juga udah hampir 5 tahun. Ckckck sudah tua sekali kau, nak... *pukpuk blog*

Sebenernya masa berlaku paspornya masih sekitar 5 bulan lagi, yang artinya pun udah nggak bisa dipake kemana-mana dan emang belum tau mau kemana-mana, tapi karena pak bos besar minta temenin bikin paspor akhirnya terbesit keinginan untuk sekalian aja. FYI, kita bikin paspornya di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur. Alamatnya gugel sendiri aja yes..



Dan ternyata eh ternyata, proses pembuatan paspor yang sekarang tuh beda. Iya beda. Kayak indomie. Dulu makan 1 bisa berdua, sekarang makan dua buat sendiri. *lah?
Macem boleh makan mie instan aja lu, ki.. -___-

Kiri: Dulu, Kanan: Jaman Now

Apa sih bedanya?

Sebelumnya mau ngingetin dulu syarat-syarat pembuatan paspor nih:

  1. E-KTP asli + fotokopi di kertas A4 jangan dipotong.
  2. Kartu Keluarga asli + fotokopi
  3. Akte kelahiran / ijazah / buku nikah asli + fotokopi. (Pilih salah 1 aja untuk rujukan nama paspor)
Khusus untuk yang mau perpanjang, cukup bawa E-KTP sama paspor lama asli + fotokopiannya.

Untuk paspor biasa 48 lembar sekarang Rp355.000.
Sedangkan untuk e-passport Rp655.000.


Okeh, lanjut gaes.


Berikut adalah 5 perbedaan cara pembuatan paspor jaman dulu dan jaman sekarang. Nomor 4 akan membuat anda tercengang!
(Udah kayak headline berita jaman sekarang belom? HAHAHAHA)


1. Antrian Online
Sekarang kalo mau bikin paspor kudu ambil antrian onlen dulu di https://antrian.imigrasi.go.id/ atau pake aplikasi "Antrian Paspor" yang bisa didownload di Play Store.

Jadi sekarang katanya sih udah nggak ada antrian yang walk in gitu. Kalo udah ambil antrian online, pastiin kalian beneran dateng pas hari H kalo emang niat pengen bikin paspor. Soalnya entah 1 akun atau 1 email itu cuma bisa dipake sekali ambil antrian. Kalo batal, artinya harus bikin akun lain.
Gitoooh..

Setelah itu jangan lupa disimpen bukti layanan antriannya, diinget-inget kode booking sama waktu kedatanganya. Disarankan untuk dateng 15 menit sebelum waktu kedatangan yang diminta ya.
Misal disuruh dateng jam 11, berarti untuk ikut antrian yang jam 11 itu kita harus udah dateng minimal 15 menit sebelum jam 11 untuk ngisi kuota formulir yang dikasih sama petugas di Customer Service.
Okeh, bos?



2. Surat pernyataan bermaterai
Kalo dulu, cuma ngisi formulir surat perjalanan yang banyak kotaknya itu, kalo sekarang ada tambahan ngisi surat pernyataan ditambah materai. Buat yang nggak bawa materai nggak usah gundah gulana gelisah merana meratapi semua yang ada, soalnya di tukang fotokopian deket kantin ada yang jual. Di luar kantor imigrasi juga ada yang jualan materai kok.


Formulir kotak-kotak sama surat pernyataannya bisa diambil di Customer Service. Jadi, pas dateng langsung cari CS aja.


3. Ambil nomer antrian lagi
Setelah jam menunjukkan pukul 11 teng, dan semua formulir udah diisi, kita langsung antri kesini untuk ambil nomer antrian sekaligus ngecek kelengkapan dokumen persyaratan.


Sayangnya waktu itu petugas di sini agak jutek. Yang cewek, yang cowok juga. Mestinya sih sebagai orang yang kerja di bagian pelayanan jangan kayak gitu lah ya. Toh kita yang dateng ini kan bikin paspor jarang-jarang, nggak kayak mandi yang udah jadi rutinitas tiap hari. Wajar aja kalo ada yang bingung, atau kurang kelengkapannya. Jangan dijutekin atuh, mas mbak..


4. Antrian  yang seperti kasih ibu
Setelah ambil nomer antrian, langsung naik ke lantai 2 untuk antri input data, foto, wawancara, sama scan sidik jari. Bedanya sama sistem yang dulu, kalo sekarang (atau cuma di sini doang?) nggak ada pos-posnya gitu loh. Jadi alurnya gini:

Antri dulu - Antri terus - Antri lagi - Masih antri - Terus antri - Dipanggil - Nungguin  petugasnya Input Data - Antri Lagi - Foto + Wawancara + Scan sidik jari



Ya, gaes.
Antrinya super lama.
Waktu itu, ambil nomer sekitar jam 11 dapet antrian nomer 158, terus langsung ke atas. Ternyata yang dipanggil baru nomor 80an. Terus dari 7 konter yang tersedia, cuma sekitar 4 konter yang ada petugasnya. Tapi ada 1 konter yang buka tutup ilang-ilangan juga sih.
Jam setengah 12 ada satu konter yang udah nggak terima pelayanan.
Jam 12 sampe jam 1 istirahat makan siang.
Hiks.. Sedih akutuh...




Abis makan siang, masih cuma 3 konter yang buka. Dan diduluin untuk antrian prioritas (ibu hamil, anak-anak, lansia, orang sakit gitu kalo nggak salah).
Sekitar jam 2 lewat baru deh ada 5 konter yang buka. Setelah itu antrian mulai agak cepet.
Dan akhirnya jam setengah 4 barulah nomer kita dipanggil.
Huuuuuuffffffffffffttttttthhhhhhhh....
Kudu stok sabar sama cemilan yang banyak deh pokoknya.

Sayangnya karena pak bos cuma bawa buku nikah, e-ktp, sama KK, paspornya nggak bisa langsung diproses. Karena buku nikah dan KKnya keluaran baru banget, jadi harus bawa dokumen lain yang udah agak lama untuk referensi namanya.
Disuruh balik lagi besok bawa akte kelahiran.

JLEB!

Langsung kebayang antrian yang seperti kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa itu ya kan. Seolah kayak bisa baca pikiran kita, mbaknya langsung bilang, "Besok datengnya pagi aja langsung ke saya jam 9an nggak usah ngantri lagi."


Akhirnya yang diproses cuma punya diriku yang untuk perpanjangan jalan kenangan.
Sempet ngobrol dikit sama petugasnya, ternyata katanya emang mereka setiap hari kayak gitu. Makanya bisa sampe sore. Bahkan malem.
WOW.
Mestinya sih bisa loh mbak pulang tepat waktu..
Mestinya..
*PLAK! Sotoy!*

Abis itu kita bayar deh. Bisa di bank, bisa di ATM, bisa juga di mobil POS Indonesia yang ada di depan kanim.


5. Pengambilan Paspor Nggak Sampe 5 Menit
Setelah 3 hari kerja, kita bisa WA ke nomer 08111477756 untuk konfirmasi apa paspor kita udah jadi atau belom. Kalo dibilang udah jadi, kita bisa langsung ke kanim buat nyerahin bukti pembayaran + kertas yang ada barcodenya ke petugas jaga yang ada di depan. Abis itu ke ruangan pengambilan paspor, tunggu nomernya dipanggil, cek paspornya, tanda tangan bukti pengambilan, abis itu cuss pulang deh.


Akhirnyaaaaaaaaah....


Mestinya semakin canggih teknologi dan semakin berkembangnya jaringan informasi, pelayanan publik harusnya semakin bisa memudahkan masyarakat juga ya. Tapi jadi mikir juga sih, mungkin sistem online itu memudahkan, dimana kita bisa input data kita mandiri, terus tinggal dateng ke kanim terdekat untuk verifikasi data, foto, wawancara, sidik jari, terus selesai. Simple. Mudah. Cepet.
Tapi di sisi lain, hal itu bisa jadi mengurangi SDM yang dipekerjakan. Eh, iya gak sih? Ya setidaknya, kalo bisa memudahkan kenapa harus dipersulit? Ketika ada hal yang emang nggak perlu, nggak usah diperlu-perluin gitu. He... *nyengir kuda*

Ya mudah-mudahan yang terbaik aja deh untuk kedepannya..


Wassalamualaikum