Mar 14, 2019

Merantau #2: Serba Serbi Sangatta


Assalamualaikum

Hae.
Mari kita tinggalkan rekam jejak hidup lagi di sini, di tempat yang udah sumpek banget sama cerita hidup yang punya blog ini. Saking lamanya udah ndak pernah nulis, sekarang jadi agak bingung gitu kalo mau opening. Tapi yaudahlah ya, kamu masih sayang aku kan?

Oke, setelah postingan tentang merantau kemaren (KLIK!), kali ini mau lanjutin berbagi sedikit cerita tentang kota tempat domisili saat ini yaitu Sangatta Utara, yang kemudian cuma disebut Sangatta aja. Sebuah kota kecil nan jauh dari ibukota. Biarpun kota kecil, tapi Sangatta ini ibukota dari kabupaten Kutai Timur loh. Jadi sebenernya itungannya udah termasuk paling maju dibanding kecamatan yang lain karena emang pusat pemerintahan ada di sini.

Meskipun pusat pemerintahan, jangan bayangin macet macem di ibukota. Di sini bebas macet. Bahagia gak sih. Sebuah tempat yang tepat lah untuk melarikan diri dari hiruk pikuk dunia.
Tapi jangan kaget kalo tetiba lagi jalan terus ilang sinyal, ya..

Tapi buat kalian yang hobinya main-main ke emol, kemungkinan ndak bakal betah deh di sini. Karena di sini ndak ada emol gais. Satu-satunya tempat yang rada mirip emol di sini adalah Sangatta Town Center (STC). Dengan bayar parkir Rp1.000 aja, kita bisa masuk ke sana.


STC ini terdiri dari 3 lantai. Meskipun bentuknya mirip emol, tapi jangan bayangin isinya kaya emol-emol yang kalian tau. Boro-boro ada bioskop, supermarket, toko buku, dll. Di sini adanya cuma KFC yang selalu antri panjang sepanjang jalan kenangan, Mokko Factory tempat donat & kopi macem tempat nongkrong hitz di ibukota, Fun Station dengan mainan seadanya, Suki Ya tempat makan suki, beberapa lapak tukang jualan aksesoris, sama Ramayana yang buka dadakan kalo mau lebaran terus tutup lagi.
Ndak ada AC, pun eskalatornya jarang nyala.
BAYANGKAAAAAAN..


Walaupun ndak ada emol, di sini lumayan banyak tempat belanja kok. Untuk minimarket aja ada Alfamidi, Indomaret, Ovalmart, Eramart. Meskipun ya stoknya kadang suka ndak lengkap dan harganya lebih mahal dibanding pulau Jawa. Dan di antara kesemuanya yg terasa paling mahal adalah yang depannya huruf O.
Ampun deh buibuk..
Hobinya bandingin harga.


Untuk pasar ada pasar induk Sangatta yang jaraknya lumayan jauh, ada juga pasar di pinggiran jalan di Teluk Lingga, dan yang paling mahal ada di Townhall. Jadi ada satu kawasan yang disebut Townhall yang fungsinya untuk tempat orang-orang kumpul gitu. Ada beberapa lapangan untuk olahraga, foodcourt, tempat nongkrong, dan juga tempat jualan.

FYI, harga sayuran di sini relatif lebih mahal. Sedangkan untuk seafood lebih murah. Bahagia gak sih..

Pasar Induk Sangatta

Townhall waktu sore
Townhall waktu malam
Food Court di Townhall

Oke, lanjut.
Selain mahal di ongkos perjalanan, tinggal jauh dari peradaban juga lumayan menyiksa di era belanja tinggal pencet sekarang ini. Ketika pengen beli sesuatu, bakal mikir berkali-kali soalnya ongkirnya muahaaaal.. Ongkir ke Sangatta dari Jakarta itu sekarang sekitar Rp60.000-Rp80.000 per kg dan estimasi waktu sampenya 5-7 hari kerja.
Seketika terbayang masa-masa indah belanja onlen di Jakarta, yang ongkirnya murah bahkan bisa sehari nyampe dengan kekuatan pengiriman ojek onlen yang instan kalo gak same day.
Hiks.


Ngomong-ngomong soal ojek onlen, di sini belum ada Gojek maupun Grab. Padahal di Balikpapan sama Samarinda ada. Hiks lagi. Tapi baru-baru ini ada EVO-jek, ya Gojek wannabe gitu. Bahkan isi aplikasinya pun plek persis kayak gojek.


Kalau masalah makanan, di sini kayaknya ndak ada makanan yang bener-bener khas gitu. Jadi bingung juga kalo mau bawa oleh-oleh. Soalnya emang rerata isinya pendatang dari Jawa, Palembang, Makassar, dll. Paling kayak amplang, mantau, abon kepiting, gitu-gitu deh. Itu juga ada banyak di Balikpapan sama Samarinda. Sama batik Kalimantan plus kerajinan yang mute-mute macem tas, dompet, gitu-gitu deh..

Kalo masalah air minum, duh sedih deh. Di sini air mineral yang isi ulang aja nyampe Rp42.000. padahal di Jakarta cuma Rp15.000.


Wisma Rayah (Senior Camp)
Wisma Rayah (Senior Camp)

Jauh di atas bukit, ada tempat yang dikasih nama Bukit Pelangi. Jangan kira isinya bakal warna warni sepanjang hari ya. Isinya itu biasa aja. Ya kayak taman. Ada kantor Bupati di sana, ada Masjid Agung, ada tempat buat jajan pentol, dll. Sebenernya pembangunan tempat ini termasuk bagus banget loh. Sayangnya beberapa bagian lampu jalan yang emang pake solar cell banyak yang ilang. Jadi kalo malem berasa horor gegara gelap banget.
Duh, masyarakat...

Taman Nomad di Bukit Pelangi

Masjid Agung Al-Faruq Sangatta di Bukit Pelangi

Kantor Bupati di Bukit Pelangi

Masuk semakin jauh dari Bukit Pelangi, ada daerah terbatas yang cuma bisa dilalui sama orang-orang yang punya ID Card KPC. Salah satunya Bandara Tanjung Bara dan Pantai Aquatik alias Aquatic alias Akuatik. Untuk sampe ke sana kita akan lewatin jalanan yang masih belum di aspal, dan kalo beruntung bisa liat monyet-monyet kecil berkeliaran. Tapi jangan coba-coba dikasih makan ya. Soalnya ini bukan kebun binatang, jadi monyetnya masih liar.

Ada siapa ini?

DILARANG!
Jalan menuju Pantai Aquatik

Meskipun namanya pantai, jangan harap bisa berenang berenang lucu di sana. Soalnya bahaya, sodara-sodara. Konon katanya ada ubur-ubur, ikan pari, kerapu batu, bahkan bintang yang sangat terkenal seantero Sangatta yaitu BUAYA.
Tapi kalo mau mancing ikan di sini diperbolehkan. Tapi mancingnya cuma boleh pake kail, ndak boleh pake jaring. Ih tapi pasti bakal gemes banget di sini soalnya ikannya super banyak dan airnya bening jadi bawaannya pengen langsung nyerok semua pake jaring.
HAHAHAHAHAHA.

Dari sini juga kita bisa liat kapal-kapal pengangkut batu bara yang lagi kerja.

Selain pantai Aquatic, ada juga pantai Kenyamukan dan juga Teluk Lombok. Sayangnya belum pernah kesana. Hiks.

Gazebo yang instagramable di Pantai Aquatik

Pantai Aquatik

Peraturan di Pantai Aquatik

Oke, udah segitu dulu.
Lagi bingung mau nulis apa lagi.
Nanti kalo udah inget aku apdet lagi yes.
BHAAAAAAAY!


Yang kayak jembatan ini namanya conveyor batu bara

Membelah Taman Nasional Kutai (TNK)


Wassalamualaikum

 

Feb 28, 2019

Merantau #1: Sangatta Kota Apa?


Assalamualaikum

Ha? Sangatta? Sangatta itu apa sih? Ada dimana sih?
Yap, mungkin masih banyak di antara kalian yang belum tau tentang kota yang satu ini. Pun pemilik blog ini. Kalo bukan karena bapak kepala RT yang pindah kerja ke sini, mungkin sampe besok besok juga ndak akan tau kalo ada kota yang namanya Sangatta.

Sangatta atau Sengata ini adalah sebuah kota kecil di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Merupakan kota tambang batu bara terbuka terbesar di dunia.

Apaaaah?
Kalimantan?
Ih ati-ati loh di Kalimantan. Begitu reaksi orang-orang waktu tau kita mau pindah ke Kalimantan.
Dalam bayangan tuh ya, Kalimantan itu masih hutan belantara, masih tanah merah, jauh dari peradaban. Takutlah awak pun.

Yak, Sangatta letaknya di bawah hidung sini gais..

Tapi ternyata tidak semenyeramkan itu loh, kawan-kawan.
Meskipun emang untuk sampe ke kota Sangatta butuh perjuangan.


Dari Jakarta kita harus terbang ke Balikpapan dulu. Bisa terbang dari Bandara Halim kalo ndak Soetta. Tergantung transportasi yang bakal dipake selanjutnya.
Btw, agak sebel juga sih tahun lalu tiket pesawat masih sekitar Rp700.000, kemudian naik jadi sekitar Rp900.000, sampe sekarang udah Rp1.300.000-an.
Pak Presiden tolongin akuuuuh..
Sedih akutuh..

 
Nah setelah nyampe Balikpapan, bisa lanjut naik pesawat kecil atau naik travel. Kalo naik pesawat kecil, jarak tempuh bandara SAMS Sepinggan ke bandara Tanjung Bara cuma butuh waktu sekitar  60 menit. Sedangkan kalo lewat jalur darat dari Balikpapan ke Sangatta bisa ngabisin waktu sekitar 8-10 jam.
Luar biasa, kan?

Bandara Tanjung Bara

Iya Bandara Tanjung Bara segini doang

Sayangnya walaupun lebih cepet, pesawatnya bukan untuk umum. Karena pesawat dioperasikan untuk keperluan karyawan PT. KPC (Kaltim Prima Coal). Biayanya sekitar Rp300.000 - Rp1.000.000-an. Tergantung hari apa terbangnya (hari rabu & kamis lebih murah), dan juga apa hubungan sama orang yang pesen tiket. Kalo istri/suami lebih murah dibanding orang tua atau saudara. Gitu.

Pesawatnya jenis twin otter yang cuma bisa angkut 19 orang dengan daya angkut tertentu. Makanya sebelum naik pesawat, penumpang bakal ditimbang bareng barang bawaannya. Kalo dirasa over, nanti barang kita bakal dibawa di penerbangan selanjutnya.
Pesawat ini cuma jalan 3 kali tiap hari kalo ndak salah dari Balikpapan. Dan 3 kali juga dari Tanjung Bara.

Boarding pass + soft earplugs ketika check in

Twin Otter punya Airborn

Boarding pass Hevilift (pengganti Airborn). Tetep dikasih soft earplugs tapi sebelum masuk ke pesawat.

Twin Otter punya Hevilift

Karena pesawatnya kecil, kita bisa ngintip pilot sama co-pilotnya di kokpit

Enaknya naik pesawat kecil, kita bakal disuguhin pemandangan super indah dari hutan Kalimantan yang masih sangat asri ditambah kelokan sungai terpanjang di Indonesia. Yang kalo anak kekinian liat pasti tangan gatel pengen bikin apdet sosial media. Sayangnya, semua alat elektronik harus dimatikan pas masuk ke pesawat. Dinon-aktifkan loh ya, bukan airplane mode. Kalo ketauan, langsung kena hazard report.


Sedangkan kalo naik travel, biayanya lebih murah. Sekitar Rp200.000-an dari Balikpapan. Ada banyak travel yang bisa dipilih, ada Helda Travel, Cendana, Miners, dll. Tinggal pilih yang sesuai sama waktu keberangkatan yang dimau aja. Tapi untuk yang naik travel kudu siapin obat anti mabok + plastik kresek soalnya bakalan ngerasain sensasi naik roller coaster terpanjang dan termenegangkan sepanjang Jl. Poros Samarinda - Bontang yang naik turun kanan kiri hutan dengan kelajuan sopir travel yang punya nyawa lebih dari satu.
Luar biasa.



Alhamdulillah akhir tahun kemaren bandara APT Pranoto Samarinda buka penerbangan dari dan ke Jakarta. Akhirnya yah..
Dengan harga tiket sekitar Rp1.500.000, dan travel Rp150.000 serta perjalanan roller coaster kurang lebih 4 jam kita bisa sampe ke kota tambang ini.




Asmaul Husna di sepanjang jalan Sangatta

Kota Sangatta dibagi jadi 2 bagian, Sangatta Selatan (Sangatta Lama) dan Sangatta Utara (Sangatta baru). Dibanding Sangatta lama, Sangatta baru relatif lebih maju dan rame karena merupakan pusat pemerintahan. Walaupun belum serame dan selengkap ibukota, tapi hidup Sangatta termasuk kota kecil yang nyaman dan tenang.


Termasuk zona Waktu Indonesia Tengah alias WITA yang notabene lebih cepet 1 jam dibanding Jakarta agak PR kalo pas lagi LDM.


Katanya di Sangatta masih banyak buaya dan hewan liar.
Katanya juga di Sangatta ndak ada penduduk asli, banyaknya pendatang dari Jawa, Sulawesi, Palembang, dsb. Itu sebabnya pertama kali datang ke Sangatta ndak berasa asing karena semua jajanan dan orang-orangnya pun banyak yang dari Jawa.
Di Sangatta pun banyak orang-orang pinter yang keren gitu. Yang pinternya berwibawa bukan pinter yang aneh gitu. Eh? Ngerti ndak? Ya gitu lah pokoknya..

Oke, capek.
Segitu dulu. Insya Allah nanti kita lanjut lagi yes.


Bye!
Wassalamualaikum

 

Feb 22, 2019

Pasca Melahirkan: Kata Orang Tua vs Kata Dokter vs Penerapannya


Assalamualaikum

Hae.
Kata orang kalo lagi hamil auranya bersinar cerah secerah mentari pagi. Lain halnya sama ibu-ibu yang baru melahirkan. Auranya awur-awuran. Berantakan. Belum lagi kalo lagi mood swing, lengkaplah sudah..

Setelah melahirkan, tentunya badan kita mengalami banyak perubahan. Sebagai orang biasa, jangan bayangin setelah melahirkan bisa sekece artis-artis di instagram. Kenyataannya emang kita masih harus berjuang, sodara-sodara sebangsa dan setanah air.

Pasca melahirkan bayi IUFD, selain pabrik susu harus dibebat kenceng, ada perawatan lain yang kudu dijalanin. Tapi berhubung yang punya blog ini orangnya rada ndableg ya, jadi ndak semuanya diturutin. Apa aja sih perawatannya?


Ini dia...


1. Mandi sebelum subuh + guyurin kepala
Kata orang tua dulu, mandi sebelum subuh + guyurin kepala supaya darah putih ndak naik ke kepala. Biar mata ndak rusak, ndak bengep, sayu, keliatan lebih tua. Mandinya pun ndak boleh pake air anget. Yap, itu adalah ilmu yang diwariskan secara turun temurun tujuh turunan delapan tanjakan yang sebenernya ndak salah-salah amat sih. Karena sebenernya mandi pagi + guyurin kepala itu tujuannya biar aliran darah lancar, badan seger, mengurangi stres, dan jadi bisa lebih sehat, gais..

Source: id.wikihow.com


2. Dilarang keras tidur sebelum dzuhur
Dengan alasan yang sama seperti poin satu di atas, tidur sebelum dzuhur setelah melahirkan dilarang keras! (pake tanda pentung biar serem). Lagi-lagi karena takut darah putih naik ke kepala. Kenyataannya itu cuma MITOS doang kok.

Padahal kalo abis lahiran tuh ya bawaannya ngantuk. Lemes. Butuh banyak istirahat dan dukungan dari semua orang untuk pemulihan. Apalagi buat buibu yang harus mengASIhi. Kebayang deh perjuangannya gimana..

Nyuri-nyuri bobo pas sambil duduk ndak papa deh kali ya. He....

Source: id.wikihow.com


3. Jangan makan ikan, telur, dan daging
Nanti jahitannya ndak kering-kering katanya. Selain itu darah nifasnya jadi amis. Padahal kata dokter ibu-ibu yang habis melahirkan justru butuh banyak asupan bergizi untuk recovery.

Jadi makan aja gais..

Source: id.wikihow.com


4. Duduk kaki kudu lurus rapet dan kaki jejeg ke lantai
Ini adalah salah satu hal yang cukup menyiksa. Kalo duduk kaki mesti lurus rapet ndak boleh tumpang tindih supaya aliran darah lantjar djaya dan robekan ndak lari kemana-mana (katanya). Selain itu kaki kudu jejeg ke lantai dan ndak boleh jijit atau gantung supaya ndak bengkak.

Ndak boleh kebanyakan jalan juga katanya. Padahal kata suster sama dokter mah aktivitas kayak biasa aja biar cepet sembuh..

Source: id.wikihow.com

5. Tidur pake bantal tinggi + kaki lurus jangan ditekuk
Buat kita-kita yang menganut aliran tidur tanpa bantal, suka ndak suka, mau ndak mau, diwajibin pake bantal dan tidur dengan kaki lurus. Kalo ndak diturutin niscaya nanti akan ada ceramah dadakan.

Pake bantal lagi-lagi katanya biar darah putih ndak naik ke kepala. Lagi lagi masalah darah putih naik ke kepala hufffftt... Sekali lagi, ini cuma MITOS ya. Terus kaki jangan ditekuk supaya ndak bengkak. Kalo yang ini setuju aja sih supaya aliran darahnya lancar.

Source: id.wikihow.com


6. Minum jamu
Katanya biar badannya seger, ASInya lantjar djaya. Tapi berhubung saya IUFD, jadi yang satu ini diskip.

Apa itu IUFD? KLIK SINI!

Source: id.wikihow.com


7. Tapel, pilis, param
Tapel itu adalah racikan kapur sirih dan dan jeruk nipis yang kemudian dioleskan di perut. Berdasarkan kepercayaan orang tua jaman dulu, ini berfungsi untuk mengecilkan perut yang penuh dengan gelambir-gelambir gemas pasca melahirkan. Duh jangan ditanya deh rasanya gimana. Tersiksaaaaaa..

Perpaduan antara panas, gatel, cekit-cekit. Alhasil cuma pake tapel ini sekitar 2 minggu itu pun ndak rutin karena perut bukannya kurus malah lecet-lecet. Hiks.

Kalo emang ramuan ini bisa bikin kurus, mestinya bapak uwe yang punya tas pinggang permanen juga disuruh pake ini ya..
*Plak! Durhaka kamu, nak!*

Source: id.wikihow.com

Sedangkan pilis itu untuk ngurangin pusing. Ditempel di jidat. Kalo param untuk pijet-pijet ngurangin bengkak. Konon katanya rasanya panas di kulit tapi bisa membantu melancarkan aliran darah. Dua items ini ndak dipake karena ndak suka aja.


8. Stagen alias bengkung alias gurita alias korset alias pengikat gelambir-gelambir gemas

Source: id.wikihow.com


Aaaaaaand... The last one is stagen / bengkung / gurita. Yang masih sangat amat dipercaya sampe sekarang bisa untuk mengecilkan perut. Bahkan modelnya makin macem-macem aja loh sekarang. Dari yang murah meriah sampe yang branded ada di emol-emol.

Sejatinya penggunaan stagen dan temen-temennya ini hanya kepuasan sesaat aja, gais.. Mungkin bisa membantu kalo mau pergi dan pengen gelambir-gelambir gemes di perut tertutup. Tapi untuk penggunaan terus menerus ndak disarankan. Selain bikin sesak dan dan ndak nyaman, itu juga ndak bisa bikin kurus.

Buat ibu-ibu yang menyusui, pasti pernah denger kan menyusui bikin langsing lagi? Nah cara lainnya tidak lain tidak bukan adalah dengan OLAHRAGA. Bisa dimulai dari yang ringan dulu. Cari di yutub 'postnatal / post partum workout'. Nanti kalo dirasa udah kuat, bisa lanjut yang lebih seru lagi. Misal dance cardio, zumba, HIIT cardio yang emang terkenal efektif ngebakar lemak lemak lucu. Cukup 30 menit aja dirutinin setiap hari.


A: Dokter, kenapa ya saya kalo olahraga bawaannya malah laper terus.

D: Ya harus diatur asupannya. Kalo laper ganti cemilannya pake buah. Kalo malem hindari karbo.



Tips menurunkan berat badan lain yang lumayan efektif adalah mengganti sarapan dengan sereal atau bubur gandum dan banyak minum air putih. Ini jauh lebih efektif ketimbang pake pengikat gelambir-gelambir gemas terus-terusan.
Serius deh.

 
Wassalamualaikum

Feb 12, 2019

Mari Mengenal IUFD


Assalamualaikum

Hae.
Setelah cerita pengalaman Blighted Ovum (BO) kemarin yang di link INI, sekarang mari kita lanjutin cerita tentang pengalaman IUFD alias Intra Uterine Fetal Death alias Kematian Janin Dalam Kandungan alias KJDK. Tapi mungkin ceritanya sebisanya aja ya. Karena kata dokter aku harus bahagia...
Hiks.


Oke, sebelum mulai mari kita awali dengan sebuah pertanyaan.

Apa sih bedannya IUFD dengan keguguran?

Konon katanya kalau usia kandungan sudah di atas 20 minggu atau berat janin udah 500gr dan organnya sudah lengkap, itu disebut dengan IUFD. Tapi kalo di bawah itu disebut keguguran atau abortus. Selain beda istilah, beda pula penanganannya. Kalo IUFD sang ibu harus melalui proses melahirkan layaknya ibu-ibu kebanyakan, kalo keguguran itu biasanya dikuret karena memang belum terlalu besar.

Gitu.

Sus, janin saya kok ndak ada gerakannya ya? Sudah dipancing makan yang manis, minum air dingin, tetep ndak respon.


Sebuah pertanyaan yang begitu menakutkan, tapi emang kudu ditanya. Setelah pertanyaan naik ke permukaan, suster jaga langsung panggil bidan buat cek detak jantung pake doppler. Sambil didoppler sambil diintrogasi dengan berbagai macam pertanyaan yang bikin deg-degan.


Secara medis, penyebab IUFD ada banyak. Bisa kelainan kromosom, ketidakcocokan golongan darah & rhesus, penyakit & infeksi pada ibu hamil, gerakan janin yang berlebihan, trauma saat hamil, mitos, mistis, dll. Dalam kasus saya kemarin, dokter memperkirakan terlilit tali pusar. Karena memang ndak ada trauma macem jatuh atau kepentok sebelumnya. Nah, lilitan tali pusar inilah yang kata dokter ndak bisa dicegah ataupun diprediksi. Buat yang tau mohon koreksi kalau salah ya..


Itulah kenapa pemeriksaan rutin itu penting. Kalau sudah di atas 28 minggu, periksanya mulai 2 minggu sekali. Kalo udah di atas 36 minggu mulai seminggu sekali. Dan penting juga mencatat pergerakan janin harian. Dimana minimal janin aktif bergerak sebanyak 10 kali perhari. Kalo kurang dari itu, langsung periksa ya.


Yang sedikit menyakitkan dan bikin pikiran adalah ketika pekan sebelumnya tepat di hari Senin, 3 Desember 2018, saya baru aja periksa ke dokter dan katanya semua baik-baik aja..


Oke lanjut.

Jadi investasi akhirat iboo & ayah ya, dek..


PERSALINAN IUFD

Setelah dinyatakan meninggal dalam kandungan, dokter mempersilakan untuk pulang dan menenangkan diri dulu. Setelah itu disuruh hubungi dokter lagi kalau sudah siap untuk melakukan induksi agar bisa melahirkan secara normal.


Pasien dengan kasus IUFD memang disarankan untuk melahirkan secara normal. Agar pemulihannya cepat dan bisa program lagi pun biayanya ndak semahal caesar. Tapi permasalahan biasanya ada di keluarga sang pasien. Keluarga yang penuh perhatian itu akan terus memberikan saran untuk segera operasi. Karena khawatir dengan adanya janin yang sudah tidak ada itu di dalam kandungan.

Sedih.

Dedek kan bukan penyakit, ya? :"


Dokter bilang, insya Allah prosesnya akan cepat asalkan tenang dan jangan dibawa stres. Lah, ini malah justru banyak tekanan dari pihak luar. Padahal bayi IUFD emang ndak serta merta harus dikeluarkan sesaat setelah diketahui meninggal, kecuali ada masalah medis yang membahayakan ibu. Batasan maksimalnya itu ndak boleh lebih dari 2 pekan (14 hari). Nah, kan...


Induksi emang proses yang panjang dan butuh kesabaran. Waktu itu induksi dimulai hari Selasa, 11 Desember 2018 ba'da Maghrib selepas ujian CPNS. Yap, ujian di atas ujian kehidupan.
Kontraksi-kontraksi kecil mulai berasa tiap 10 menit sekali. Infus pertama habis waktu subuh hari Rabu, 12 Desember 2018. Dan begitu diperiksa, alhamdulillah sudah bukaan satu. Setelah mandi dan sedikit menikmati kehidupan tanpa infusan, induksi dilanjutkan dengan pesan dari bu bidan boleh jalan-jalan. Dipinjemin gym ball juga untuk mempercepat pembukaan.


Nah, ini penting. JALAN-JALAN & GYM BALL.
Konon katanya ibu hamil emang kudu memberdayakan diri untuk bisa melahirkan normal. Induksi itu cuma perantara. Jangan lantas ketika diinduksi cuma tiduran dan nunggu pembukaan. POKOKNYA JANGAN!


Setiap perempuan kudu belajar. Karena tingkat persalinan secara SC sekarang ini makin tinggi. Bukan karena ketidakmampuan, tapi karena kurang belajar. Kita harus yakin dan percaya kalau Allah udah menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna. Tubuh perempuan udah dirancang sedemikian rupa untuk bisa melahirkan secara normal. Kecuali memang ada penghalang yang secara medis ndak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.
Haseeeeek..

Jadi apa aja yang perlu dipelajari sih?
Hal yang paling penting adalah teknik pernapasan. Ini akan berguna saat kalian dilanda badai kontraksi yang kian lama kian menyakitkan. Kalau kalian ndak menguasai teknik pernapasan, kalian bakal kelelahan dan berakibat pada kehabisan tenaga. Banyak kasus dimana ketika kontraksi melanda, ibu-ibu malah teriak-teriak, nyakar-nyakar suami, uring-uringan, dan segala macem yang sering dipertontonkan di sinetron. Tapi percaya deh, ITU SALAH BESAR. Yang bener adalah ketika kontraksi itu dateng, kalian harus tenang dan mulai mainkan teknik pernapasan perut. Kalo terasa makin menyakitkan, bisa tidur miring ke kiri untuk ngurangin nikmatnya rasa kontraksi. Jangan lupa sambil ngemil-ngemil centil simpen tenaga untuk pertarungan yang sebenarnya.
Haseeeeek...


Oiya ada lagi
Latihan prenatal yoga, ngepel jongkok, sujud lama juga penting loh gais..


Oke, lanjut.


Jam 2 siang, ketika kontraksi makin intens dan menyakitkan sampe bisa meluluhlantahkan pertahanan teori teknik pernapasan yang udah dipelajari, bidan dateng untuk cek pembukaan dan alhamdulillah udah pembukaan 6. Langsung pindah ke kamar bersalin untuk menikmati kontraksi yang makin tanpa jeda dan bikin ndak berdaya. Perjuangan seorang ibu begitu luar biasa ternyata. Salut buat ibu-ibu yang masih bisa teriak-teriak pas kontraksi sih..
Da aku mah ndak sangghuuup..


Ndak lama kemudian, bidan dateng bilang pembukaan udah lengkap. Tapi dokternya belom dateng. Tantangan selanjutnya adalah ngeden. Ndak gampang ternyata. Soalnya belajarnya belum selesai. Belum sampe bab ini. Hiks.

Kita cuma boleh ngeden ketika kontraksi dateng. Butuh 3 kali usaha waktu itu. Usaha pertama pas kontraksi dateng belum tau gimana caranya ngeden. Kata bu bidan ngeden aja kayak mau pup. Usaha kedua begitu kontraksi dateng, langsung naikin kaki, terus ngeden tapi keluar suara. Terus akutu dimarahin sama bu bidannya. Katanya jangan bersuara. LAH BU, SAYA LIAT DI TIPI-TIPI KALO MELAHIRKAN PAKE SUARA.. EEEEEEKKKKKHHHHH... Gitu.
Sekali lagi saya tertipu sodara-sodara..
Tolong dong KPI, itu tayangan-tayangan yang menyesatkan ditarik dari peredaran.


Lanjut ke usaha ketiga. Begitu gelombang cinta datang, langsung ngangkang, dan ngeden tanpa suara bagaikan pup dengan bahagia. Dan BYAAAAR! Keluar sudah. Rasanya kayak apa? Ya kaya abis sembelit berhari-hari, mau pup belum bisa, dan akhirnya keluar juga. Lemes.


Udah? Selesai?
Tidak secepat itu, Fulgoso..


Setelah itu masih ada proses penjahitan yang sangat amat memilukan. Jadi sebenernya saya tuh ndak ada yang robek. Alhamdulillah yah. Tapi karena tangan bidannya nyenggol waktu lagi bersihin, jadinya harus dapet kenang-kenangan dari dokter berupa sedikit jahitan di perineum. Jangan ditanya ngilunya kayak apa.

Dokter: "Ayo ditaruh pant*tnya. Jangan diangkat."

Pasien: *cuma bisa pasrah tapi dalem hati ngedumel* "GIMANA CARA NARUHNYA DOK INI KENA TANGAN DOKTER AJA RASANYA MACEM APA TAUK. COBA JELASIN KE SAYA GIMANA CARANYA DOK. COBA JELASIN DOOOOK."


Alhamdulillah ndak nyampe seminggu jaitannya sembuh.


PASCA PERSALINAN IUFD

Setelah melalui proses yang dramatis itu, dunia terasa sepi. Orang-orang sibuk ngurus pemakaman dedek, sementara saya masih proses pemulihan. Sedih. Boong kalo ndak nangis sih.


Paginya alhamdulillah boleh langsung pulang setelah dokter visit dan konsul laktasi. Tapi ternyata penderitaan belum berakhir sodara-sodara. Kalau ibu-ibu lainnya setelah melahirkan harus berjuang supaya ASInya keluar, kami pasien IUFD justru sebaliknya, berjuang supaya ASI ndak keluar. Selain minum obat dari dokter yang cuma dikasih sedikit banget, pabrik ASInya pun kudu dibebat tekan alias diiket kenceng sekenceng-kencengnya. Soalnya kalo udah keluar bakal terus-terusan keluar, gitu katanya. Makanya harus dicegah supaya gak keluar.


Dan rasanya itulooooh...


Dibebat kenceng ndak nyaman, tapi kalo kendor dikit bisa bikin payudara bengkak dan rasanya nyut-nyutan kayak pengen meledak. Biasanya diikutin demam. Kalo udah kayak gitu, biasanya langsung ambil kol terus dimasukin ke freezer sekitar 10 menit. Abis itu ditempelin, baru dibebat. Nanti kalo udah ndak dingin, berubah warna macem kol goreng, dan menimbulkan bau, kolnya bisa diganti. Ini ilmu dari mbah gugel sih, tapi manjur loh. Kudu kreatif emang biar ndak dikit-dikit minum obat.


Kata dokter, tiap kali inget dedek, ada hormon cinta yang bekerja untuk menghasilkan ASI. Makanya disuruh happy, ikhlasin, dan OLAHRAGA. Yak, olahraga emang salah satu kunci pengalihan pikiran yang bisa ngurangin uring-uringan plus bikin sehat juga.

Dan satu lagi.

KURANG-KURANGINLAH LIAT MEDSOS.

Kadang bukan salah mereka yang posting hal-hal yang ndak kita inginkan, mungkin emang dada kita aja yang kurang lapang.


Ujian kehidupan itu sama kayak ujian sekolah. Harus serius biar naik kelas, kan? Harus serius sabarnya, serius tawakkalnya, serius ikhlasnya. Harus kuat. Dedek di sana pasti seneng kalo liat iboonya kuat. Harus bahagia, kan ditungguin dedek di surga. - Suamikuyangngakunyakeren.


Alhamdulillah 'ala kulli hal.

Wassalamualaikum

Jan 29, 2019

Lulus Ujian CPNS 2018, Kok Bisa?


Assalamualaikum

Kalau akhir tahun 2018 kemarin ditutup dengan kabar duka, alhamdulillah awal tahun 2019 ini dimulai dengan kabar bahagia. Sesuai judul postingan kali ini..


AKU LULUS CPNS, BUUUK... PAAAK...


Alhamdullillah.
Allah sebaik-baiknya penulis skenario kehidupan.


Yang nyasar ke sini buat nyari tau tips dan trik lulus ujian CPNS, mungkin kalian salah kamar. Karena yang punya blog ini ndak akan bagiin tips dan trik soalnya itu kesannya kayak udah mahir banget gitu loh, tapi cuma mau bagi cerita tentang pengalaman mengikuti seleksi CPNS tahun 2018 kemarin dan sedikit saran yang mungkin bisa dipetik hikmahnya macem sinetron Indosi*piiip*.

Sebelum kita mulai, mari kita bahas dulu kenapa seleksi CPNS tiap tahun selalu rame peminatnya. Hal ini didasari fakta bahwa doktrin dari orang-orang tua kita yang menyebutkan bahwasanya pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil alias PNS adalah suatu hal yang menjanjikan. Bisa kerja sama pemerintah, tetep digaji walaupun lagi cuti, dan ketika pensiun pun masih dapet pemasukan. Gitu sih katanya, bener atau ndaknya biar waktu yang menjawab..
Padahal jaman sekarang banyak kerjaan yang lebih keren ya kan. Kerja di industri kreatif contohnya. Kayaknya lebih asik deh ya..


Mari kita mulai...


1) SELEKSI ADMINISTRASI


Pertama-tama yang harus dilakukan adalah membuat akun di sscn.bkn.go.id. Cukup pake Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah itu tinggal tunggu pengumuman formasi apa aja yang dibuka dari setiap instansi.

Oiya, kemarin yang punya blog ini daftar di instansi Pemprov DKI Jakarta untuk formasi Guru Matematika Ahli Pertama.  Awalnya pengen nyoba di Sekneg. Tapi berdasarkan petuah guru besar, akhirnya ganti strategi. Alhamdulillah tahun ini pemprov DKI buka formasi. Sedikit cerita, tahun 2017 kemarin CPNS yang buka untuk lulusan Pendidikan Matematika cuma ada di Kementerian Perindustrian. Pun itu ditempatinnya di SMK nan jauh di Makassar sana. Alhasil pupuslah sudah keinginan untuk nyoba seleksi CPNS tahun 2017 lalu.

Saran:
  1. Tunggu semua pengumuman formasi keluar.
  2. Pilih jurusan yang sesuai persis dengan latar belakang pendidikan kamu. Misal: Kalau latar belakang kamu 'Pendidikan Matematika' cari formasi untuk 'Pendidikan Matematika'. Jangan yang 'Matematika' doang. Pun sebaliknya. Nggak usah coba-coba, nggak usah penasaran. Percaya deh. Nggak mau kan baru awal udah gagal? Pastiin juga kalau akreditasi jurusan kamu A kalau mau daftar ke formasi cumlaude.
  3. Pantau saingan alias jumlah pendaftar di formasi itu. Ini buat atur strategi aja sih. Jadi kalau kira-kira peminatnya banyak banget sementara formasi yang dibutuhin cuma itungan jari, kita punya pilihan untuk cari formasi yang lain atau terus berjuang dengan saingan yang segitu.
  4. Siapin berkas-berkas untuk diupload di sscn.bkn.go.id. Berkas paling standar itu: KTP, Ijazah, Transkrip nilai, sama Pas foto dengan latar belakang merah. Ini bisa disiapin jauh-jauh hari. Untuk Pemprov DKI kemarin tambahannya ada sertifikat TOEFL (min. 400), surat lamaran bermeterai + surat pernyataan bermeterai. Untuk instansi lain ada juga yang minta Akte kelahiran, akreditasi kampus, forlap  dikti, surat kesehatan, dll. Pastiin juga kamu tau cara ngompres pake es batu alias ngecilin ukuran file. Soalnya ada maksimal ukuran tiap berkas yang diupload gitu. Ya kalau ndak bisa, minimal tau siapa orang yang bisa dimintain tolong.
Setelah selesai semua, tinggal tunggu pengumuman kelulusan seleksi administrasi deh.


2. SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)
Nah kalau udah pengumuman seleksi administrasi dan ada nama kamu di sana, berarti kamu punya tiket untuk ikut seleksi selanjutnya yaitu SKD. SKD ini terdiri dari 3 bagian, ada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nah tes ini udah pake sistem CAT alias Computer Assisted Test. Jadi dalam waktu 2 jam, kita akan dihadapkan pada 100 soal yang terdiri dari 35 soal TWK, 30 soal TIU, dan 35 soal TKP. Dan hasilnya langsung keluar begitu kita klik tombol selesai. Pun orang-orang yang nunggu di luar bisa liat live score kita dari layar yang disediain di depan. Bedanya sama soal SNMPTN, di SKD ini ndak ada sistem nilai minus. Jadi kalopun salah nilainya ndak akan berkurang. Tapi kita harus lulus ambang batas (passing grade) kalau mau lulus di SKD ini. Ambang batas untuk TWK = 75 poin, TIU = 80 poin, dan TKP = 143 poin.

Saran:

((Sebelum ujian)):
1. BELAJAR
  • Belajarnya dari jauh-jauh hari. Pelajarin contoh soal CPNS tahun-tahun sebelumnya.
  • Dicicil. Fokusin dulu ke TIU yang beragam jenisnya, TWK yang banyak hafalannya, baru terakhir ke TKP yang bisa pake logika.
  • Untuk TIU semakin sering ngerjain soal, semakin sering ketemu variasi soal, beeuuuh.. makin pede deh nanti kalo ketemu mantan soal.
  • Untuk TWK yang sifatnya hafalan, banyakin baca. Siapin kertas atau buku dan pulpen, kalau bisa pulpen warna warni atau minimal 2 warna. Catet semua yang penting di buku. Bikin mind map biar gampang ngafalinnya. Untuk tahun 2018, TWKnya ndak begitu susah. Cuma keluar 1 tanggal sama ada beberapa studi kasus yang bisa pake logika.
  • Untuk tahun 2018 banyak yang tumbang di TKP yang sebelumnya disepelekan. Soal TKP kali ini kita dihadapkan oleh 5 pilihan jawaban yang semuanya kayaknya bener, alhasil banyak korban berjatuhan di bagian soal yang ini. Termasuk pemilik blog ini.
Dipoin satu kenapa kudu belajar jauh-jauh hari? Soalnya berdasarkan pengalaman kemarin, hasil seleksi administrasi diumumin tanggal 22 Oktober 2018, jadwal dan tempat ujian diumumin tanggal 25 Oktober dan betapa terkejoetnya pemilik blog ini ternyata dapet jadwal ujian tanggal 31 Oktober 2018 sesi 2 (jam 10.00) di Kantor Walikota Jakarta Timur.

Bayangkan sodara-sodara...
Jikalau kakanda, adinda, dan sanak saudara tidak belajar dari jauh-jauh, apa ndak mumet itu kejar tayang belajar cuma berapa hari doang.


2. SIAPIN KTP + KARTU PESERTA UJIAN
Karena pas ujian yang ditanya bukan siapa nama bapak kalian, bukan berapa uang jajan kalian, siapa nama pacar kalian, melainkan mana KTP dan kartu ujian. Cukup berbekal pake baju putih, bawahan hitam, sepatu hitam macem anak magang, dan KTP + selembar kartu ujian. Sedangkan tas, jam tangan, jaket, motor, mobil, semua hanya titipan ndak dibawa ke ruang ujian.


((Waktu Ujian))
  1. BERDOA DAN MINTA DIDOAKAN
  2. Kerjain TKP semuanya dulu (35 soal) baca cepet, pahami, pilih.
  3. Lanjut ke TWK minimal 18 soal
  4. Lanjut ke TIU minimal 18 soal
  5. Balik lagi lanjutin sisa soal TWK
  6. Balik lagi lanjutin sisa soal TIU
  7. Cek ulang jawaban TKP
  8. Cek ulang semua jawaban
Gitu....
Terus? Lulus?
Kagak. HAHAHAHAHA.
Karena temen-temen yang lain pada kesandung di TKP, saya sebagai teman yang baik dan ingin mengikuti tren yang ada jadi ikutan kesandung di TKP.
Plak! Alesan aja.


3. SELEKSI KEMAMPUAN BIDANG (SKB)
Qadarullah, karena banyak yang kesandung di TKP, ada peraturan baru yang menyebutkan kalau akan diambil nilai teratas dari 3x jumlah formasi yang dibutuhkan. Misal di formasi itu dibutuhkan 1 orang, berarti yang diambil 3 orang nilai tertinggi. Jadi kalau yang lulus passing grade statusnya P1, yang lulus karena belas kasihan peraturan baru statusnya P2. Dan alhamdulillah sang empunya blog ini bisa masuk 3 nilai teratas meskipun jadi paling bungsu. Jadi statusnya bisa P2 dan L (lanjut ke SKB).

SKB masih sama pake CAT juga. 100 soal juga. 70% kemampuan bidang + 30% pedagogik.

Hasil seleksi diumumin tanggal 6 Desember 2018, dan pemilik blog ini dapet jadwal ujian tanggal 11 Desember 2018 sesi 3 (12.30 - 14.00) di gedung Pertemuan Bagas Raya.
Duh, semesta begitu mengejutkan, ya.

Karena ndak ada persiapan sebelumnya, akhirnya bingung lah harus belajar apa. Awalnya belajar soal-soal ujian anak SMP. Ternyata... salah sodara-sodara!

Tau darimana kalo salah?

Jadi waktu lagi nyari referensi soal-soal SKB pendidikan, muncullah sebuah grup telegram yang isinya kumpulan orang yang lagi bergelut ngebahas soal-soal. Akhirnya join lah dengan grup ini. Dan ternyata info dari yang ujian tanggal 10 Desember 2018, soal yang keluar adalah soal-soal waktu kuliah. Segala teori graf dan keluarganya lah itu nampak ke permukaan.

Da aku mah apah atuh.. cuma mantan guru SD yang kerjanya nyanyi dengan nada kesana kemari mencari alamat namun yang kutemui bukan dirinya sayang yang kuterima alamat palsu.

Ditambah sehari sebelum ujian SKB ada ujian kehidupan yang bikin hati gundah dan mata bengkak memerah, jadi makin-makin paniang lah pala awak ndak bisa belajar. Cuma bisa pasrah. Tadinya mau ndak berangkat ujian, tapi demi dedek yang sudah ikut berjuang waktu ujian SKD, iboo ndak boleh menyerah di tengah jalan.

Alhamdulillah ternyata bisa dapet nilai yang lebih tinggi dari rival yang lain. Cuma beda 1 soal sama yang peringkat 1 waktu SKD. 1 soal doang bayangkaaaan...
1 soal yang begitu berharga. Yang bisa menyelamatkanmu dari ketidaklulusan.
Tau darimana? Grup telegram.
Makanya, ayo install telegram! *Lah promo..*
Tinggal tunggu kabar apakah sang rival punya sertifikat pendidik yang sakti itu atau ndak. Soalnya kalau ada yang punya, nilai SKB tinggi pun ndak berlaku.


4. PEMBERKASAN
Selasa malem tanggal 15 Januari 2019 akhirnya kabar yang dinantikan datang juga. Pengumuman hasil akhir seleksi CPNS 2018. Dan alhamdulillah ada nama yang punya blog ini di sana. Allahu akbar! Allah Maha Baik. Di balik semua kejadian menyakitkan, kita harus percaya kalau takdir Allah selalu baik. Selalu.

Karena dapet jadwal pemberkasan ke Balai Kota tanggal 21 Januari 2019, dan kondisi masih ada di Sangatta, alhasil langsung buru-buru pesen travel + tiket pesawat demi ngurus berkas yang desas desusnya agak ribet tapi pas dijalanin ternyata ndak seribet itu.

Apa aja berkasnya?
  1. Surat lamaran ditulis tangan ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  2. Fotokopi kartu peserta
  3. Fotokopi KTP
  4. Surat pernyataan 5 poin & 9 poin ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  5. Fotokopi ijazah + transkrip dilegalisir
  6. Fotokopi ijazah SD, SMP, dan SMA
  7. Daftar Riwayat Hidup ditandatangani di atas meterai Rp6.000
  8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres keluaran Januari 2019
  9. Surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba dari RS Pemerintah keluaran Januari 2019
  10. Pas foto berwarna 4 x 6 latar belakang merah 8 lembar.

Udah. Itu aja.
Untuk surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba bisa bikin di RS POLRI Kramat Jati. Ke gedung promoter terus bilang untuk pemberkasan CPNS. Untuk 3 lembar kertas berharga itu kita cukup membayar Rp590.000. Lebih murah dibanding ke RSUD yang katanya sekitar Rp700.000an - Rp1.000.000an.

Sedangkan untuk SKCK, tinggal dateng ke POLRES setempat, bawa fotokopi KTP, KK, akte kelahiran, sama foto 4x6 5 lembar background merah. Biayanya cuma Rp30.000 sodara-sodara.
Ndak perlu pake calo karena pelayanannya cepet kok..


Oke. Udah segini aja dulu kayaknya.
Sekali lagi, ini bukan tips & trik lulus ujian CPNS ya. Karena toh saya baru sekali nyoba tes pun nilainya ndak gede-gede banget, jadi ndak ada yang bisa jamin kalo yang ditulis di sini bisa berhasil juga di kalian. Apalagi kalau inget dulu yang punya blog ini pernah belasan kali gagal ujian masuk perguruan tinggi negeri..

Tapi ada satu yang pengen digarisbawahin. Menurut kalian apa yang bikin nilai pas-pasan bisa lanjut ke ujian SKB? Yang bikin orang lagi sedih dan ndak bisa belajar bisa dapet nilai lebih tinggi dari rival? Yang bisa bikin 1 soal bisa mengantarkan pada kelulusan?


Selain takdir yang sudah Allah tuliskan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi,


adalah DOA...


Ada doa orang tua di balik semua usaha yang pemilik blog ini lakukan. Di saat lagi jatuh dan terpuruk, kehilangan semangat, ada doa dan dukungan dari orang-orang yang disayang itu bisa menguatkan. Jadi, jangan lupa minta doa orang tua ya!


Wassalamualaikum


Jan 28, 2019

Pengalaman Blighted Ovum (BO) Berakhir dengan Kuret


Assalamualaikum


Tahun 2018 adalah tahun yang sangat luar biasa. Tahun penuh air mata, ujian, dan pengalaman. Salah satu pengalaman yang pengen diceritain di sini adalah pengalaman ngerasain hamil selama setahun. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memenuhi mesin pencarian google. Biar yang ngalamin ini, yang lagi cari-cari info tentang ini, tau kalo kamu nggak sendirian, gaiiis...


Oke kita mulai..


Jadi gini...


2 Desember 2017 yang punya blog ini sama mamasnya nikah kan. Terus Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)-nya itu adalah tanggal 27 Desember 2017. Terus di bulan Januari ternyata tamu bulanan ndak datang-datang. Mulai lah mamasnya sibuk suruh cari testpack. Tadinya sih masih tenang-tenang aja karena emang biasa jadwal tamunya suka mundur. Tapi akhirnya yaudah lah nurut aja kata suami. Beli testpack, terus nyari tau gimana cara makenya. Hahaha ya namanya juga baru pertama.

Pagi-pagi sebelum sholat subuh langsung berniat nyoba testpacknya dengan deg-degan. Konon katanya cara pake testpacknya pagi di urin pertama biar hasilnya lebih akurat. Yaudah nurut aja. Daaaaaaan......

JENGJENGJENG!!!
Garis dua!

Bahagia banget rasanya waktu itu. Langsung kebayang-bayang gimana senengnya mau jadi ibu.
Setelah mamase cari-cari dokter kandungan perempuan yang bagus di sekitaran Jakarta Timur, minggu depannya kita langsung cuss ke RS Hermina Jatinegara. Ketemulah kita dengan dr. Sitti Fausihar, SpOG, yang katanya adalah salah satu dokter favorit di RS ini. Setelah melewati antrian yang begitu panjang dan melelahkan, ternyata hasil yang didapet kurang memuaskan. Dokternya ramah sih, masih muda, tapi agak buru-buru dan to the point banget. Sebagai orang yang belum punya pengalaman, pengetahuan, dan kesiapan mental, menghadapi kenyataan bahwa kehamilan pertamanya nggak baik-baik aja tuh rasanya gimanaaaaa... gitu.

Obat kecil yang mahal dan mengerikan.
Kalo sampe gagal masukin bisa menimbulkan penyesalan.

Waktu itu usia kandungan 7 minggu. Tapi pas di USG abdomen belum ada titik (janin), cuma ada kantong kehamilannya aja. Dokter bilang kemungkinan Blighted Ovum. Disuruh balik 2 minggu lagi untuk liat perkembangannya sambil dikasih obat penguat yang dimasukin lewat an*s.
Hancurlah hati awak waktu itu...

Blighted Ovum (kehamilan anembrionik atau kehamilan kosong) adalah kondisi yang muncul ketika sel telur yang dibuahi menempel di dinding uterus, tapi tidak berkembang menjadi embrio.

2 minggu kemudian (1 Maret 2018), ketemu dokter lagi. Kali ini USGnya transvaginal yang rasanya ngilu-ngilu risih. Dan ternyata hasilnya nggak berubah. Masih belum ada janin, padahal harusnya di usia 9 minggu udah ada detak jantungnya.


Makin hancurlah hati awak...


Langsung aja dong ditawarin 3 alternatif sama dokter, mau kuret, pake obat, atau dibiarin keluar sendiri. Kuret cuma sebentar katanya, tapi langsung bersih. Kalo pake obat bakal sakit banget mules-mules, tapi belum tentu bersih. Pun nanti kalo ada yang ketinggalan kudu dikuret juga. Kalo dibiarin keluar sendiri ya mungkin waktunya agak lama. Karena tubuh kita akan mendeteksi kantong kehamilan itu sebagai benda asing yang nantinya pelan-pelan bakal keluar sendiri.

Akhirnya pulang dulu untuk mikir-mikir untuk cari second opinion. Selain karena ngerasa baik-baik aja, nggak ada flek atau tanda-tanda mencurigakan, masih berharap kalo si dedek emang berkembang tapi ya agak lama. Karena kalo liat forum ibu hamil ada juga yang baru keliatan pas di minggu 12. Masih berusaha untuk positive thinking..

3 Maret 2018 mamase ngajak periksa ke Kemang Medical Care. Tanpa liat review-review dokter mana yang bagus, langsung aja pergi kesana terus liat dokter mana aja yang ada. Asal perempuan. Akhirnya bertemulah kita dengan dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOG. Dokter gaul yang ramah banget dan menenangkan. Ini salah satu hal yang penting sih buat orang yang emang suka panikan.

Lagi-lagi ngerasain yang namanya USG transvaginal. Antara pengen protes, tapi penasaran. Dan yak, hasilnya masih tetep sama. Belum ada titik janin, cuma ada kantong kehamilan. Disuruh balik 2 minggu lagi, dikasih oleh-oleh vitamin dan penguat kandungan.

2 minggu kemudian obatnya abis, tapi belom mau ke dokter. Semacam udah pasrah. Setelah hari itu mulailah flek sedikit-sedikit dan mules. Sampe akhirnya tanggal 24 Maret 2018 ketemu dokter lagi dan di USG transvaginal lagi, dan didapati kenyataan bahwa kantong kehamilannya mulai luruh.
Sekali lagi, hancurlah hati awak...

USG 12w. Sebenernya udah ada titik, tapi kantong kehamilannya mulai luruh.
Seeeee...genap hatiku luruh lantah mengiringi dukaku yang kehilangan dirimuuuu~ Ada yang masih inget itu lagu apa? *LAH SALFOK -___-*

Setelah negosiasi bikin janji sama dokter, akhirnya tanggal 28 Maret 2018 sore masuk kamar bersalin. Bukan buat lahiran, tapi buat dipasang berbagai macam alat penyiksaan sebelum dikuret. Dipasang kateter untuk pipis, infus, dan laminaria untuk buka jalan lahir. Ngerasain yang namanya kaki ngangkang di atas alat yang kayak tapal kuda. Jangan ditanya gimana rasanya. Seumur-umur baru pertama kali ini ngerasain dirawat di RS. Ngerasain diinfus, dipasang kateter sama laminaria.
GAK ENAK DEH BENERAN.
Dan malu banget.

Dilatasi dan Kuretase (D & C) adalah operasi rahim untuk wanita dengan masalah menstruasi, hamil, kontrasepsi, keguguran atau polip, atau setelah melahirkan.

Semaleman tidur nggak nyenyak karena berkali-kali perut kayak diputer-puter tiap berapa menit sekali, yang kemudian diketahui bahwa itu namanya adalah kontraksi sodara-sodara. Paginya harus puasa selama 6 jam dulu sebelum tindakan. Lengkaplah sudah penyiksaan ini.

Sekitar jam 4 sore, akhirnya dibawa ke ruang operasi. Sebuah ruangan dingin yang rasanya mencekam banget. Dikelilingin 3 dokter, dokter obgyn, dokter anastesi, sama dokter apa lagi 1 lagi lupa. Setelah dipasang alat-alat yang nggak tau kegunaannya apa aja dan emang nggak sempet nanya, tetau dokter anastesi ngajak ngobrol sambil suntik bius di selang infus. Seketika dunia gelap gulita..
Bius total ternyata.

Bangun-bangun pas denger suara adzan maghrib. Terus teriak-teriak kesakitan, kata mamase. Sakit, dingin, tapi nggak bisa ngapa-ngapain. Disuruh nunggu di ruang transit sampe sekitar 1 jam untuk diliat kondisinya gimana.

Jadi kalo ditanya, kuret sakit atau nggak, jawabannya NGGAK. Soalnya pas tindakan kita dibius total jadi nggak ngerasain apa-apa. Dan tindakannya pun katanya nggak lama. Cuma setelah biusnya abis baru deh dunia rasanya kayak porak poranda. Antara rasa sedih dan sakit berkoalisi menjadi satu kesatuan Indonesia Raya sodara-sodara!

Untuk biaya kuret di Kemang Medical Care sekitar segini:
Estimasi biaya kuret di KMC untuk yang rawat inap.
Karena dokternya minta kuretnya yang pasang laminaria, jadi biayanya pake yang ini.

Estimasi biaya kuret di KMC yang One Day Care (ODC).
Bedanya yang ODC sama yang nginep katanya penanganan untuk bikin kontraksinya. Kalo nginep pake laminaria, kalo yang ODC pake obat jadi lebih cepet. Tergantung apa kata dokternya sih kayaknya.

Sekali lagi, biaya di atas itu cuma estimasi. Ya, emang awalnya bikin shock sih pas pertama liat. Bikin dompet ingin menangis. Tapi kenyataannya nggak sampe segitu kok..

Kalo ditanya BO itu terjadi karena apa, dokter bilang karena mungkin emang lagi kurang bagus aja bibitnya. Jadi secara seleksi alam tubuh bakal mendeteksi adanya benda asing. Bisa pengaruh makanan, lingkungan, atau juga karena ada infeksi dari dalam. Gitu. Kalo nggak salah sih...

8 Hari setelah kuret cek lagi ke dokter udah bersih apa belum, dan alhamdulillah udah bersih. Kata dokter pun nggak perlu nunggu 3 kali siklus haid dulu untuk program hamil lagi. Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta haid, setelah itu bisa program lagi. Dan Alhamdulillah cukup melewati 1 kali siklus haid, Allah udah ngasih kepercayaan untuk hamil lagi. Ya, walaupun akhir ceritanya belum bahagia. Tapi pasti Allah lebih tau yang terbaik buat hamba-Nya, kan?

Okeh, setelah ini insya Allah mau cerita tentang pengalaman IUFD alias kematian janin dalam kandungan. Tunggu ya, siapin mental dulu...


Wassalamualaikum


Jan 26, 2019

Perjalanan Mencari Dokter Kandungan/Obygn


Assalamualaikum

Sebagai calon orang tua baru, yang paling bikin pusing setelah ngeliat dua garis terpampang nyata di tespek adalah mencari dokter kandungan. Karena minim pengalaman, pastinya the power of google yang diandalkan kan? Oleh karena itu, yang punya blog ini mau sharing sedikit tentang dokter kandungan yang pernah ditemui selama tahun 2018 kemaren.

Untuk mencari dokter kandungan yang baik, konon katanya harus memenuhi berbagai syarat berikut:
  1. Pro kelahiran normal
  2. RUM (Rational Use of Medicine)
  3. Pro IMD (Inisiasi menyusui dini)
  4. RSnya mendukung rooming in.
Dan tambahannya biasanya: dokter kandungannya harus perempuan + menenangkan alias ndak bikin panik.

Oke, kita mulai.
Disclaimer: Tulisan ini bersifat subjektif. Kadang buat kita oke, belum tentu buat orang lain. Pun begitu sebaliknya. Namanya juga rekomendasi.


1) dr. Sitti Fausihar (RS Hermina Jatinegara)
Februari 2018, saat pertama kali tau tespek bisa nongol garis 2, pak kepala negara langsung cari-cari dokter yang bagus. Alhasil ketemulah kita dengan dr. Sitti Fausihar yang konon katanya dokter perempuan terlaris seantero RS Hermina Jatinegara. Dokternya ndak pake hijab, gaul, ramah, pinter dan to the point kalo menyampaikan sesuatu. Nah yang terakhir itu bisa jadi nilai positif, bisa juga jadi nilai negatif. Apalagi untuk calon orang tua baru yang lagi antusias liat tespek garis 2. Waktu itu kita dapet kabar yang kurang enak, dan cara penyampaiannya pun bikin hati adek terpoteque seketikah. Suspect blighted ovum (hamil kosong) katanya. Nanti kapan-kapan insya Allah diceritain okeh..

Akhirnya kita cuma dua kali ketemu sama dr. Sitti. Selain karena cara penyampaiannya yang kurang sreg di hati, antriannya pun menyayat hati sanubari.. Hiks. Kita butuh dokter yang menenangkan, seburuk apapun kenyataan.



2) dr. Fakriantini Jaya Putri (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com

dr. Fakhriantini alias dr. Eni sebenernya adalah second opinion kita karena dapet kabar kurang baik di tempat sebelumnya. Perjalanan menemukan dr. Eni pun ndak seribet sebelumnya. Tanpa pake gugling, langsung dateng ke RS, dan asal nunjuk cari yang lebih tua dengan harapan bisa lebih baik.

dr. Eni ini berhijab, super ramah, gaul, bisa ditanya apapun, bisa di Whatsapp, dan yang paling penting menenangkan. Yap, ini cukup penting buat orang yang gampang panik macem pemilik blog ini. Walaupun akhirnya kabarnya ndak berubah jadi baik, setidaknya cara penyampaiannya ndak bikin kita jadi panik sih.

Sama dr. Eni ngerasain yang namanya kuret (nanti lengkapnya insya Allah diceritain kalau lagi ada kemauan disitu ada jalan), sampe hamil usia 26 minggu kalo gak salah. Diterusin sama beliau karena emang ngerasa udah klik dan juga suasana rumah sakitnya yang super nyaman + nunggunya ndak terlalu lama.



3) dr. Ade Irawan (RSIA Asy-Syifa Sangatta)


Ketemu dr. Ade pun karena ndak sengaja. Waktu itu dapet garis dua waktu ikut suami ke Sangatta. Karena mau lebaran dan kudu naik pesawat, makanya nyari rumah sakit untuk minta penguat. Konon katanya RSIA Asy-Syifa ini lah yang bagus. Tadinya mau ketemu dr. Rahmat, pemilik RS ini. Tapi ternyata beliau udah keburu cuti. Akhirnya ketemu lah dengan dr. Ade.

RS di Sangatta sama RS di Jakarta sungguh amat sangat jauh bedanya. Di sana masih tradisional banget gitu. Tapi dokternya lumayan baik dan nenangin.



4) dr. Febriansyah Darus (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com
Masuk trimester 2, bapak kepala negara udah kepo pengen usg 4D. Alhasil bilang ke dr. Eni, terus direkomendasiin ke dr. Febriansyah yang ahli fetomaternal. Jadi fungsi usg 4Dnya bukan cuma buat keren-kerenan ya sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Tapi beneran di screening supaya bisa liat ada kelainan atau nggak. Gitu loh..

dr. Febriansyah ini orangnya super stylish, pinter, penjelasannya super detil, tapi agaknya cara penyampaiannya mirip dr. Sitti. Yah mungkin karena belum kenal ya..



5) dr. Diana Mauria Ratna Asih (Brawijaya Women and Children Hospital)


Usia kehamilan 29 minggu, bapak kepala negara minta ganti RS. Akhirnya pindahlah ke Brawijaya di Antasari. Yak, makin jauh aja pengembaraannya. Bertemulah dengan dr. Diana pilihan sang kepala negara yang konon katanya jahitannya rapi. Alasan apa pula ini. -____-

dr. Diana ini berhijab, orangnya ramah, friendly banget meskipun sama orang baru, penjelasannya detil. Tapi sayangnya datengnya suka telat. Misal dijadwal praktek jam 11, nanti jam setengah 1 baru dateng gitu. Ya positive thinking aja, mungkin abis ada tindakan ya kan..
Dan untuk pelayanan RSnya, saya pribadi lebih suka di RS sebelumnya sih, selain karena terkendala jarak, dokter-dokter di RS sebelumnya bisa langsung kita hubungin tanpa perlu lewat perantara bidan. Gitu.


6) dr. Achmad Mediana (RSIA Kemang Medical Care)
kemangmedicalcare.com
Pun karena ketidaksengajaan lagi, akhirnya semesta mempertemukan kita dengan dr. Achmad. Balik lagi ke KMC karena suatu hal, dan milih dokter yang praktek paling pagi.

dr. Achmad ini orangnya ramah dan santai banget. Bahkan saat nyampein kabar kurang baik sekalipun. Selain itu beliau sangat sangat pro normal. Alhamdulillah bisa ketemu sama beliau, jadi bisa lahiran normal meskipun tadinya agak ragu karena minus mata lumayan. Yap, beliau bisa meyakinkan kalo bisa normal, yang penting santai, sabar, dan dibawa happy supaya cepet pembukaan. Alhamdulillah semuanya lancar dan bisa normal dibantu bidan Flora Frederica yang luar biasa.

Selama perawatan beliau nengokin dan nyemangatin. Keliatan kalo beliau kerjanya pake hati deh. Berasa loh orang yang mencintai pekerjaannya sama nggak. Apalagi di bidang pelayanan kayak gini. Pun beliau sangat pelit ngasih obat. Di saat dokter lain sibuk ngasih obat untuk pemulihan, beliau cuma bilang, "HARUS HAPPY" dan "TURUNIN BERAT BADAN." Kalo nggak turun-turun nanti dimarahin sama beliau. Udah kayak bapak sama anak.

Pantes fansnya banyak.
Termasuk yang punya blog ini.


Wassalamualaikum