Dear Jenderal..

Beberapa waktu lampau, gue dikasih buku sama kakak Ca Ya gegara gue jadi komentator ke 1000 di blognya. Dan gue diharuskan untuk menulis review bukunya. Maap ya ka baru di review sekarang hehehe..


REVIEW: MANUSIA SETENGAH SALMON
Jeeeeeeengjeeeeeeeeeng!!



Siapa sih yang ga kenal Raditya Dika?
Si penulis buku Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, dan Marmut Merah Jambu, dan buku teranyarnya, Manusia Setengah Salmon.

Di antara buku-bukunya abang RD, kalo gue paling suka Kambing Jantan.
Karena bisa dibilang itu nenek moyangnya buku-buku dan blog-blog komedi 'wannabe' yang ada sekarang ini.
Bukan berarti buku-buku selanjutnya itu gak bagus loh ya.
Tapi menurut gue buku-buku setelahnya agak galau-galau cinta gitu.
Yaudah lah ya suka itu kan relatif ya, jenderal?

Oke balik lagi ke buku Manusia Setengah Salmon.
Covernya simple dengan muka yang gak bisa dibilang ganteng, dan lebih terlihat dewasa dari cover buku-buku sebelumnya.
Menunjukkan metamorfosis si abang RD ini yang emang udah bukan ABG labil lagi.

Dengan 264 halaman, panjang 13 cm dan lebar 20 cm, buku ini jelas lebih asik dibanding buku Statistika Matematika yang gue punya.

Di buku ini ada 19 judul.
Masih bercerita tentang kehidupan abang RD yang 'WAW', inti dari buku ini ada di bagian terakhir dengan judul "Manusia Setengah Salmon".
Cerita tentang bagaimana kita harus mencontoh ikan salmon, berani pindah.
"Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya." (hal.254)

Pindah meninggalkan sesuatu yang kurang baik menuju ke arah yang lebih baik.
"Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapakan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah." (hal.256)

Buku ini ngajarin kita buat berani move on.
Buat yang lagi pindah hati, pindah rumah, pindah dunia, pindah kebiasaan, dan pindah-pindah yang lainnya, baca buku ini deh.
Ada pelajaran dibalik gaya gaya tulisannya yang agak nyeleneh.

Di buku ini juga ada gambar-gambar kartunnya.
Itu bagian yang paling gue suka.
Soalnya ga butuh waktu lama buat bacanya.

Tapi ada beberapa bagian yang menurut gue ga jelas dan terkesan 'ga tau mau nulis apa lagi' di buku ini.
Misalnya di tips-tips nyeleneh buat ujian di bagian "Akibat bertanya ke orang yang salah tentang ujian", emotikon gaje di "Emo... Emo... Emo... Emotikon!", "Hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan tapi entah kenapa kepikiran", "Interview With The Hantus", "Telentang melihat bintang", dan "Serupa tapi emang beda".


Waktu Meet and Greet sama abang RD, banyak orang yang bilang paling suka sama judul "Bakar saja keteknya".
Tapi gue ga.
Di situ diceritain bagaimana baunya ketek supir bang RD.
Menurut gue, ga seharusnya cerita itu masuk ke buku dia.
Kasian kan supirnya.
Kekurangan orang bukan buat bahan becandaan.

Overall, abang RD tetep lucu walaupun ga selucu dulu, dan buat yang ngepens banget sama abang RD, ya buku ini must have lah ya..

Sekian review dari saya.
Kurangnya mohon dimaafkan.
Lebihnya, yaudah buat lo aja deh ya. *orang kaya*



Salam kece,

OTRL

Published with Blogger-droid v2.0.4