#review

Showing posts with label #review. Show all posts
Showing posts with label #review. Show all posts

Jul 12, 2016

REVIEW: Sabtu Bersama Bapak


Assalamualaikum

Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya, Jakarta: GagasMedia, 278 hlm.


Ini adalah sebuah cerita . Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan..., seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.


Hmm.
Awalnya kirain bakal nangis bombay pas baca buku ini. Nyatanya nggak. Emang ada beberapa part yang bikin sedih, tapi nggak sesedih pas baca cerita sejarah di Museum Lubang Buaya. Serius, itu sedih banget. Perasaan dulu mah pas masih sekolah, kalo ke museum bawaannya ngantuk.

Oke, mulai ngaco.

Buku ini keren. Sederhana, gampang dicerna, dan banyak pesan moralnya. Yaampun ki, setelah cetak ulang 22 kali, kenapa baru baca sih. Ya, setelah 22 kali. Yang punya blog emang gitu orangnya. Sabar sabarin aja..

Sosok pak Gunawan, sang bapak yang sangat inspiratif dan visioner. Walaupun fiktif, tapi ngefans boleh kali ya? Ada juga ibu Itje yang selalu berusaha jadi ibu yang baik, dan nggak mau bikin anak-anaknya yang katanya lebay itu khawatir. Ada Satya si suami yang tadinya tukang marah-marah sampe istri dan anaknya takut, terus belajar untuk jadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anaknya. Istrinya, Rissa, yang pinter ngurus anak-anak dan suaminya. Dan tokoh paling sering bikin ketawa sendiri pas baca buku ini adalah Cakra alias Saka, single yang udah mapan tapi punya prestasi 4 kali ditolak dari 3 kali nembak perempuan. Ayu, perempuan yang katanya sempurna di mata Caka, tapi keburu dimodusin Salman, si playboy kantor.

Meskipun begitu, ada beberapa bagian yang saya kurang suka dari buku ini.
Pertama, ada beberapa bagian yang agak sedikit terlalu dewasa.
Kedua, masalah prinsipil aja sih. Saya kurang setuju dengan penjabaran dan penerapan dari kalimat "perhiasan dunia dan akhirat" yang ada dimaksud di buku ini.
Selebihnya, buku ini keren banget.

JIka ingin menilai seseorang, jangan nilai dia dari bagaimana dia berinteraksi dengan kita, karena itu bisa saja tertutup topeng. Tapi nilai dia dari bagaimana orang itu berinteraksi dengan orang-orang yang dia sayang. (hal. 35-36)

Dalam hidup kalian mungkin akan datang beberapa orang berkata, "Prestasi akademis itu gak penting. Yang penting attitude." ..... Attitude baik kalian tidak akan terlihat oleh perusahaan karena mereka sudah akan membuang lamaran kerja kalian jika prestasi buruk. Prestasi akademis yang baik bukan segalanya. Tapi memang membukakan lebih banyak pintu, untuk memperlihatkan kualitas kita yang lain. (hal. 51)

Ketika orang dewasa mendapatkan atasan yang buruk, mereka akan selalu punya pilihan untuk cari kerja yang lain. Atau paling buruk, resign dan menganggur. Intinya, selalu ada pilihan untuk tidak berurusan dengan orang buruk. Anak? Mereka tidak pernah minta dilahirkan oleh orangtua buruk. Dan ketika mereka mendapatkan orangtua yang pemarah, mereka tidak dapat menggantinya. (hal. 60)

... bahwa meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri, bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf. Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan. (hal. 80)

Ada orang yang merugikan keluarga yang menyayangi mereka. Ada orang yang hanya merugikan diri sendiri. Ada orang yang berguna untuk diri diri. Ada orang yang berhasil menjadi berguna untuk keluarganya. Terakhir adalah orang-orang yang berguna bagi orang lain. (hal. 86)

Menjadi panutan bukan tugas anak sulung -- kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua -- untuk semua anak. (hal.106)

Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. Tidak datang dari barang yang kita punya. Di keluarga kita, nilai kita tidak datang dari barang. (hal. 119)

Harga dari diri kita, datang dari akhlak kita. Anak yang jujur. Anak yang baik. Anak yang berani bilang 'Saya benar' ketika benar. Anak yang berani bilang 'Maaf' ketika salah. Anak yang berguna bagi dirinya, dan orang lain. Harga dari diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke orang luar. Bukan dari barang/orang luar, berdampak ke dalam hati. (hal. 120)

Kang, ketika kalian udah gede akan ada masanya kalian harus melawan orang. Yang lebih besar, lebih kuat dari kalian. Dan akan ada masanya, kalian gak punya pilihan lain selain melawan, dan menang. Akan datang juga Kang, masanya semua orang tidak akan membiarkan kalian menang. Jadi, kalian harus pintar. Kalian harus kuat. Kalian harus bisa berdiri dan menang dengan kaki-kaki sendiri. (hal. 130-131)

Carilah pasangan yang dapat menjadi perhiasan dunia dan akhirat. (hal. 180)

Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain. (hal. 217)

Katika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.
Saya pilih kamu. Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu. Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan batin. Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang pada saya. (hal. 220-221)

Pemimpin keluarga macam apa yang minta istrinya percaya sama suami, tapi dia sendiri menyembunyikan nafkahnya. Nafkah suami itu hak keluarga, lho. Di keluarga saya, saat seseorang menjadi kepala keluarga, dia bertanggung jawab lahir batin akan kecukupan dan kebahagiaan keluarga. Sekarang dan nanti. (hal. 225)

Oke, udah segitu aja.


Udah, ki?


Iya udah.


INI MAH BUKAN REVIEW. INI MAH KALO BISA MALAH LO TULIS ULANG BUKUNYA DI SINI. -___-


Kenapa sih? Kenapaaa? Salahku apaaah?


Oiya, btw buku ini udah difilmin. Filmnya sebagus bukunya nggak sih? Ah paling sebentar lagi diputer di tipi, yak. *PLAK!*


Wassalamualaikum


Jan 5, 2014

I Not Stupid Too 2


Dear Jenderal..


Saat kita masih kecil, ada begitu banyak dukungan dan pujian untuk membantu kita melewati rintangan.
Kita tidak sadar betapa beruntungnya kita saat itu.
Seiring waktu berlalu, dukungan dan pujian itu berubah seiring kita beranjak dewasa.
Semua jadi berbeda.

Berikanlah lebih banyak pujian.
Lihatlah sisi baik seseorang.
Apa itu sulit?
Semua orang butuh pujian.
Tapi kenapa kita ragu untuk sekadar memberi pujian?

Dalam diri setiap anak, ada sisi gelap dan sisi terang.
Carilah sisi terang, dan semua yang baik akan muncul.

Ada pepatah yang berbunyi, “Barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna. Barang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna.”

Dari sini kita belajar, pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan.
Keajaiban ini mungkin berasal dari sepatah kata yang paling sederhana.
Ekspresi atau tindakan yang paling kecil sekalipun.
Kita tak pernah tau apa yang bisa kita ubah.

(I NOT STUPID TOO 2)


Sebenernya ini film lama, dirilis tahun 2006.
Sekuel dari I Not Stupid yang rilis tahun 2002.
Awalnya gue pikir judulnya salah tulis, eh tapi ternyata bener.
Emang Singlish itu agak aneh ya..
Film ini udah bertengger dengan cantik di laptop gue dari jamannya Malin Kundang belum dikutuk jadi batu.
Tapi 2014 gue baru sempet nonton -_-

Sebuah tontonan wajib untuk orang tua, calon orang tua, guru, calon guru, anak-anak, remaja, dan juga bapak menteri pendidikan tercinta.
Banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Ada juga pembenaran atas apa yang gue lakukan beberapa waktu lalu saat praktek ngajar di sekolah.

Ada karakter orang Indonesia juga loh di film ini.
Namanya Yati.
Sayangnya cuma jadi pembantu.
Hmmmm......

Salam kece,






Jul 5, 2013

REVIEW: Despicable Me 2


Dear jenderal..

Selang beberapa hari setelah Monster University rilis, datanglah sebuah film animasi baru garapan Illumination Entertainment yang telah hijrah dari Dreamworks ke Universal Pictures. *CMIIW ya*
Film yang berjudul Despicable Me 2 ini merupakan sequel dari Despicable Me yang meraih sukses pada tahun 2010.


Sinopsis:
Gru (Steve Carell), kini tengah asyik menikmati kehadiran anggota baru keluarganya, Agnes, Edith dan Margo. Hari-hari Gru disibukkan dengan ketiga putrinya tersebut. Gru bahkan kini memiliki profesi baru, yakni memproduksi selai dan jelly.

Hal tersebut tidak berlangsung lama setelah seorang wanita datang menghampiri Gru ke rumahnya, Lucy (Kristen Wiig). Dengan cara yang sedikit ekstrim, Gru pun dibawa menuju markas Liga Anti-Kejahatan. Disana, Gru dimintai bantuan untuk menghentikan seorang penjahat baru yang memiliki serum rahasia.

Berdampingan dengan Lucy sebagai rekan kerja, Gru pun memulai kembali aksinya. Ditengah-tengah pencarian tersebut, Gru bertemu dengan penjahat baru yang ia curigai, Eduardo El Macho (Benjamin Bratt). Dan disaat yang bersamaan, para minions Gru mulai menjadi korban dari kejahatan El Macho.

Bagaimanakah cara Gru menyelamatkan para minionnya tersebut? (sumber : KLIK!)


Dari segi cerita, saya merasa cerita yang ditampilkan biasa saja.
Tidak istimewa dan mudah ditebak jalan ceritanya.
Yang membuat film ini istimewa adalah kehadiran minions yang selalu memecah tawa karena tingkah lucunya.
Jika tidak ada minions, saya yakin film ini tidak akan berkesan.
Sekadar hiburan, tanpa ada pesan tersirat.

Visualnya sangat apik dengan paduan karakter lucu dan imajinatif.
Walaupun sama-sama menghadirkan sosok bermata satu seperti Monster University.
Ya dari nama penggarapnya saja sudah Illumination Entertainment.
Mungkin ini cara mereka memasyarakatkan illuminasi melalui karakter-karakter lucu dalam film.
Mungkin.

Minions

Karakter tokohnya menurut saya kurang kuat dalam sehingga jadi kurang berkesan.
Padahal Agnes di film ini lucu sekali loh.
Satu-satunya yang paling berkesan adalah Minions.
Tingkah polahnya yang konyol dan menggelitik.
Terutama saat mereka menyanyikan lagu Underwear yang merupakan plesetan dari lagu I swear.
Jika minions dibuatkan film sendiri, mungkin akan laris di pasaran.


Di akhir film, diberikan additional scene para minions yang lucunya maksimal.
Jadi jangan buru-buru keluar dan pastikan kalian menonton hingga akhir ya.
Dijamin lucu.


Dari 1 sampai 10, saya memberikan nilai 7 untuk film ini.
Cukup menghibur, tetapi tidak berhasil membuat saya ingin menonton lagi.

Salam kece,

Jun 23, 2013

REVIEW: Monsters University, Underdogs Set to Win!


Dear Jenderal..

Tau Monster University ga?
Itu loh film animasi garapan Disney Pixar yang kemaren, 21 Juni 2013, baru aja rilis.
Konon ini prequelnya Monster Inc. yang dahulu kala laris manis di pasaran.
Prequel loh ya, bukan sequel.
Kalo sequel itu kelanjutannya, nah kalo prequel itu cerita sebelumnya.
Gitu..

Monsters University
Film ini udah digembargeborin Disney Pixar dari awal tahun 2013.
Dan menurut gue keputusan DP untuk liris film ini di akhir Juni tepat banget.
Karena gue udah selese ujian dan anak-anak udah mulai liburan.
Yah walaupun nunggunya kelamaan..

Dan bener dugaan gue, satu studio full pas gue nonton.
Banyak cimit-cimit lucu gitu.
Maklum sih, soalnya hari Minggu.
Dan sebagaimana layaknya semestinya jomblo single yang beradab, barisan A pojok kanan atas emang tempat yang paling tepat buat ketawa-tawa sendirian sambil gigitin tembok.

Pojok kanan atas

Oke lupakan.

Buat yang pengen nonton film ini, kalo bisa jangan sampe telat.
Soalnya sebelum filmnya mulai, ada film animasi pendek yang judulnya "The Blue Umbrella".
Keren beneran deh.
Kok bisa ya kepikiran bikin gituan.


Lanjut ke cerita Monsters University ya.
Film ini mengisahkan tentang sesosok monster hijau bulat imut bermata satu bernama Mike Wazowski.
Mike terkagum-kagum sama pekerjaan di Monster Inc.
Dan begitu dia liat salah satu pekerjanya berasal dari Monster University, akhirnya dia bertekad untuk masuk ke Universitas tersebut.

Singkat cerita, Mike berhasil masuk MU.
Dia tertarik banget sama jurusan nakut-nakutin orang alias MU School of Scaring.
Nah di hari pertama dia masuk sana, dia ketemu sama monster gede biru polkadot ungu yang bernama James Sullivan.
Konon keluarga Sullivan itu keluarga monster yang paling bisa nakutin orang.

Mike Wazowski

Mike termasuk underdog disana.
Semua orang mandang dia sebelah mata gegara bentuknya dia yang ga ada serem-seremnya.
Tapi Mike ga putus asa.
Dia terus belajar, belajar, dan belajar.
Sedangkan si Sulley alias Sullivan yang ngerasa hebat menyandang nama besar keluarganya malah sombong dan terus-terusan ngerendahin Mike.
Sampe pada hari ujian, mereka berdua gagal dan dikeluarin dari School of Scaring.
Mike dikeluarin karena ga punya tampang serem walaupun rajin belajar, dan Sulley dikeluarin karena cuma punya tampang serem tapi ga mau belajar.


Karena pengen ngebuktiin ke orang-orang kalo dia pantes ada di kelas itu, akhirnya Mike ikut acara Scare Games yang diadain MU.
Mike bergabung bareng tim yang sangat amat tidak diperhitungkan keberadaannya, Oozma Kappa.
Bareng Squishy, Don, Art, Terri-Terry, dan juga Sulley, Mike melewati berbagai rintangan yang ada.
Awalnya Sulley meragukan kemampuan tim ini, tapi berkat Mike, Sulley jadi semangat untuk menang.
Dari rival jadi kawan.
Dan mereka pun melewati berbagai petualangan menakjubkan... *lebay*

Oke, udah segitu aja ceritanya.

Squishy. Paporitnya akoooh ^^

Dari segi grafis, yakin deh ga bakal nyesel.
Gambarnya bagus dan imajinatif banget.
Perpaduan antara Hogwarts dan Harvard gitu.
Keren!
Tapi pertama kali gue ngeliat Mike, dalam hati gue teriak gini, "Illuminati tuh illuminati!!"
Soalnya matanya satu gitu kan hehehe..


Dari segi cerita, lumayan bagus.
Banyak kejadian lucu dari tingkah para monster yang cukup bikin pipi pegel gegara ketawa.
Selain itu, pesan moralnya juga bagus.
Bagaimana kita mesti berusaha sekuat tenaga walaupun dipandang sebelah mata, gimana kita harus memperjuangkan apa yang kita ingin, ga boleh sombong, ga boleh cepet puas, ga boleh rendah diri karena kita semua punya keunikan masing-masing.
Ga cuma itu, ada juga beberapa part yang bikin gue hampir nangis.
Mungkin karena guenya yang lebay aja kali ya.
Tapi sungguh gue suka banget sama film ini.
Walaupun gue rada bingung sama endingnya sih.

Dalam skala 10, gue kasih nilai 8 deh buat film ini.
Dan kalo disuruh nonton lagi, gue ga bakal nolak deh.
Hahahaha. *ketawa sambil megangin dompet*

Eh, Despicable Me 2 awal Juli keluar looooh!
Tadi liat trailernya sih kayanya cetar deh..
Hahahaha. *ketawa sambil meganging dompet lagi*

Happy watching, Scarers!
Salam kece,








Sumber gambar:
http://www.facebook.com/PixarMonstersUniversity

Mar 25, 2013

REVIEW: The Croods, Manusia Gua Yang Mempesona


Dear Jenderal..

Ini adalah film animasi terbaru garapan Dreamworks.
Konon katanya (kata siapa ki?), ini produk balas dendam gegara film animasi Dreamworks sebelumnya, Rise of The Guardian, kurang laris di pasaran.
Mungkin karena ga gue tonton kali ya.. *eh?*
Dan yunowat, film ini berhasil menggeser film Oz The Great dan Powerful di jajaran box office.
Waaaaaaaaa hebaaaaaaat!!


Sinopsis:
Film "The Croods" berkisah tentang Grug (Nicholas Cage), sosok ayah yang kerap menakut-nakuti keluarganya dengan cerita-cerita seram tentang betapa bahayanya dunia di luar sana. Ketakutan berlebihan Grug itu akhirnya membuat lima anggota keluarganya tak pernah melihat tempat lain selain gua tempat mereka tinggal. Hingga suatu ketika, Eep (Emma Stone), putri Grug yang berjiwa petualang dan selalu haus tantangan, mencoba untuk kabur. Tak lama setelah Eep meninggalkan gua, tanpa disangka terjadilah bencana besar yang menghancurkan kediaman mereka itu. Mau tak mau, Grug beserta anggota keluarganya, Ugga (Catherine Keener), Gran (Cloris Leachman), dan Thunk (Clark Duke). harus mengikuti Eep untuk mencari lokasi tempat tinggal yang baru. Namun, sebagai keluarga prasejarah pertama yang pernah ada, mereka sama sekali tak tahu mesti ke mana. Sekian lama hidup di dalam gua mengakibatkan The Croods"buta" akan kondisi dunia yang penuh dengan makhluk-makhluk hidup liar. Sekian lama, mereka terus berpetualang dengan penuh kebingungan. Sampai kemudian, mereka bertemu dengan Guy (Ryan Reynolds). Lewat bantuan anak pengembara yang sok tahu plus usil itu, Croods family belajar untuk menaklukkan ketakutan mereka dan menemukan kebutuhan untuk bertahan hidup satu sama lain. (Pinjem dari sini)

Unyu momen
Dari segi animasi, Dreamworks mah ga usah diraguin lagi.
Gambarnya detil dan berusaha untuk terlihat senatural mungkin.
Bahkan tiap helai rambutnya keliatan nyata.
Beda sama animasi Disney yang lebih imajinatif dan dibuat lucu-lucu.
Walaupun punya karakter yang beda, tapi gue sih suka dua-duanya.
Menurut kesoktauan gue itu sih yang ngebedain animasi buatan Dreamworks sama Disney.
*Eh? Iya ga sih? Udah iyain aja ya. Emang orang cakep mah suka sok tau kaya gini -_-*


Dari sisi cerita, sederhana tapi nyampe banget pesan moralnya.
Bagaimana seorang ayah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi keluarganya, bagaimana kita harus ngelawan ketakutan kita, bagaimana kita harus berpikir kreatif dan out of the box ga cuma pake otot, bagaimana kita harus ungkapin sayang kita ke orang tua mumpung belum terlambat, bagaimana..... ah sudahlah. 
Bahkan gue nangis loh nonton film ini. :')


Ga cuma itu aja, film ini juga dikasih bumbu humor yang bisa bikin satu studio ketawa bersama dengan birama 4/4.
Karakter neneknya yang konyol, pak Grug si bapak idaman yang keren dan jago gambar, si Eep yang serba ingin tau, si Sandy yang lucu tapi brutal, si Belt yang multifungsi dan bikin pengen dibawa pulang, si Guy yang lumayan ganteng dan pinter, ah pokonya harus nonton deh.


Film ini cocok banget ditonton bareng keluarga, bareng bapak (apalagi yang bapaknya suka film Finding Nemo kaya bapak gue -_-), calon bapak dari anak-anak, ibu, kakak, handai taulan, pacar, calon pacar, mantan calon pacar, dan teman-teman.
Dari 0-10, gue kasih nilai 8,5 untuk film ini.

TA-TA-TAAAAAAAAAA!! *ala Belt*
Salam kece,







Mar 24, 2013

REVIEW: OZ, Sinetron Indosiar yang Naik Tahta


Dear Jenderal..

Tau film Oz The Great and Powerful dong?
Film ini lagi happening banget loh.
Bahkan katanya udah masuk Box Office.
*Eh? Emang iya ki? Sotoy lu!*

Minggu kemaren gue nonton film ini.
Awalnya sih penasaran apa yang bikin film ini bisa jadi buah bibir orang-orang.
Eh pas tau ini buatan Disney jadi semangat pengen nonton deh.


Sinopsis:
Oscar Diggs adalah seorang pesulap yang mengandalkan trik dan kegantengannya untuk memberikan pertunjukan sulap. Saat triknya ketahuan dan Oscar hendak berpindah tempat lagi ia dan balon udaranya kemudian terhisap sebuah topan badai. Ketika Oscar sadar ia sudah berada di sebuah dunia fantasi bernama Oz – dunia yang sesuai dengan nama panggilannya. Oscar kemudian bertemu dengan penyihir manis Theodora yang mengatakan bahwa Oscar adalah orang yang akan memenuhi ramalan dunia Oz; yang datang dan akan mengalahkan sang penyihir jahat. Oscar semula tidak percaya akan hal ini tetapi ketika ia diiming-imingi harta kekayaan dan tahta kota Emerald City maka Oscar pun setuju akan tawaran dua bersaudari Theodora dan Evanora. Sanggupkah trik sulap dari Oscar yang palsu mengalahkan sihir asli sang penyihir jahat? (pinjem dari sini)




Ekspektasi gue untuk film ini agaknya terlalu tinggi deh.
Gue pikir ini bakal jadi film fantasi yang bener-bener GREEEAAAT, eh ternyata ga.
Dibilang jelek ga, tapi dibilang keren banget ya ga juga.
Cukup menghibur, tapi kurang berkesan buat gue.
Ceritanya khas kisah fantasi anak-anak.
Orang biasa ngelawan penyihir, terus penyihirnya kalah, terus orang biasanya nikah sama penyihir yang baik.
Seperti biasa, happy ending.

Animasinya super keren.
Disney emang udah juara deh untuk masalah yang satu ini.
Tapi begitu digabungin sama orangnya, duh kok agak maksa gitu ya?
Ga begitu nyatu sama animasinya sih menurut gue.
Ada lighting yang kurang pas gitu kayanya. *eh? Iya ga sih? Ga ya? ah iya saya emang sok tau orangnya..*
Emmm.. entah kenapa jadi inget sinetron Indosiar.

Tau sinetron Indosiar dong?
Itu loh yang naga-nagaan, yang istana bawah laut, yang siluman-silumanan.
Mungkin kalo sinetron Indosiar dijual ke luar negeri laku kali ya?

Dari 0 sampe 10, gue sih kasih nilai 7,5 buat film ini.
Lumayan lah masih dapet nilai B ya :p

Ini cuma pendapat gue doang loh ya.
Kalo pendapat lo gimana?

Salam kece,







Nov 22, 2012

REVIEW: Wreck It Ralph


Dear Jenderal..

Tau Wreck-It Ralph ga?
Itu loh film animasi terbaru buatan Disney.
Eh, ga baru juga sih.
Udah hampir sebulan ada di bioskop.


Setelah melalui perjuangan panjang dan berliku, akhirnya kemaren gue berhasil nonton loh.
Padahal dari Jumat kemaren gue udah hampir nonton itu.
Tapi gegara ada premier Breaking Dawn part.2, Wreck-It Ralphnya diundur jadi sore banget.
Gue kesel.
Dan akhirnya gue nonton Breaking Dawn part.2.
Itu loh film tentang segerombol keluarga drakula yang tadinya mau tawuran tapi ga jadi.
Jujur, sampe sekarang gue ga ngerti apa yang bikin film itu begitu diagungherculeskan

Sempet kaget setengah jelek pas tau gue nonton Wreck-It Ralph bareng rombongan bocah dari sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris yang lagi nonton bareng.
Ya, satu studio isinya bocah semua.
Sumpah, ini waw.
Satu mau pipis, semua ikutan pipis.
Satu teriak-teriak, yang lain ikut teriak.
Fenomenal pokonya.

Oiya, sebelum filmnya mulai, biasanya ada iklan gitu kan.
Itu tuh yang sekeluarga liburan ke bioskop.
Gue rasa itu keluarga hartanya melimpah ruah banget deh.
Nonton berempat, 3D pula, gue sih curiga itu weekend, bapak ibunya makan dengan bahagia, anak yang laki maenan game dengan suka cita, dan yang cewe menggalau sendiri di taman sambil minum cola.
Satu pertanyaannya:
ITU MEREKA KELUAR DUIT BERAPA YA?
Gue rasa mereka punya kebon duit di rumahnya..

Oke itu ga penting.
Yang penting itu adalah sebelum film Wreck-It Ralphnya dimulai, ada sebuah short film keren.
Judulnya "Paperman".
Buatan Disney juga.
Ceritanya sih agak gak masuk di akal gue, tapi animasinya keren.

Gambar pinjeman tapi lupa pinjem dimana

Lanjut ke Wreck-It Ralph ya.
Ini film tentang kehidupan di balik game gitu.
Tentang Ralph yang bosen dianggep jahat terus, terus dia pengen dapet medali juga kaya Felix.
Tentang Vanellope yang disisihkan tapi akhirnya bisa nunjukkin ke orang-orang kalo dia bisa.
Bagus deh pokonya.
Pesan moralnya tersampaikan dengan animasi yang dobel waw pangkat 5!

Gue selalu suka film animasi.
Tiap ada film animasi baru, biasanya duit di dompet bergerak-gerak sendiri gitu.
Mungkin ini adalah jenis film yang paling cocok buat gue.
Hubungan gue dengan film horor, action, drama, dan temen-temennya itu udah lama ga kunjung baik.
Nonton horor, marah-marah.
Nonton action, mual-mual.
Nonton drama, ketiduran.


Bukan berarti gue ga suka film yang lain.
Gue suka kok film macem Harry Potter ama The Avengers.
Tapi masalahnya adalah gue kalo nonton yang kaya gitu, kalo nonton sekali biasanya belom ngerti.
Mesti berkali-kali dulu baru ngerti kalo itu film bagus.
Yah emang susah sih jadi orang cantik.

Terakhir, gue punya satu teori tentang film Indonesia.
Sebagus-bagusnya film Indonesia, kelak akan ditayangkan di tipi juga.
Percaya ga?
Ini sih menurut hasil pengamatan gue aja.
Contoh: Serdadu Kumbang, Surat Kecil Untuk Tuhan, Negeri 5 Menara, The Raid, dll.
Gue berani taruhan bentar lagi Perahu Kertas bakal ditayangin di tipi.
Kalo ga, gue rela deh dikutuk makin cantik.

Eh bentar lagi katanya Hotel Transylvania tayang loh.
Emmm..
Ngasih tau aja sih, siapa tau ada yang mau ngajakin nonton gitu.
*ini kode*

"I'm bad and that's good. I will never be good and that's not bad. There's no one I'd rather be than me. - Ralph"

Salam kece,









May 4, 2012

REVIEW: Manusia Setengah Salmon


Dear Jenderal..

Beberapa waktu lampau, gue dikasih buku sama kakak Ca Ya gegara gue jadi komentator ke 1000 di blognya. Dan gue diharuskan untuk menulis review bukunya. Maap ya ka baru di review sekarang hehehe..


REVIEW: MANUSIA SETENGAH SALMON
Jeeeeeeengjeeeeeeeeeng!!



Siapa sih yang ga kenal Raditya Dika?
Si penulis buku Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, dan Marmut Merah Jambu, dan buku teranyarnya, Manusia Setengah Salmon.

Di antara buku-bukunya abang RD, kalo gue paling suka Kambing Jantan.
Karena bisa dibilang itu nenek moyangnya buku-buku dan blog-blog komedi 'wannabe' yang ada sekarang ini.
Bukan berarti buku-buku selanjutnya itu gak bagus loh ya.
Tapi menurut gue buku-buku setelahnya agak galau-galau cinta gitu.
Yaudah lah ya suka itu kan relatif ya, jenderal?

Oke balik lagi ke buku Manusia Setengah Salmon.
Covernya simple dengan muka yang gak bisa dibilang ganteng, dan lebih terlihat dewasa dari cover buku-buku sebelumnya.
Menunjukkan metamorfosis si abang RD ini yang emang udah bukan ABG labil lagi.

Dengan 264 halaman, panjang 13 cm dan lebar 20 cm, buku ini jelas lebih asik dibanding buku Statistika Matematika yang gue punya.

Di buku ini ada 19 judul.
Masih bercerita tentang kehidupan abang RD yang 'WAW', inti dari buku ini ada di bagian terakhir dengan judul "Manusia Setengah Salmon".
Cerita tentang bagaimana kita harus mencontoh ikan salmon, berani pindah.
"Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya." (hal.254)

Pindah meninggalkan sesuatu yang kurang baik menuju ke arah yang lebih baik.
"Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapakan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah." (hal.256)

Buku ini ngajarin kita buat berani move on.
Buat yang lagi pindah hati, pindah rumah, pindah dunia, pindah kebiasaan, dan pindah-pindah yang lainnya, baca buku ini deh.
Ada pelajaran dibalik gaya gaya tulisannya yang agak nyeleneh.

Di buku ini juga ada gambar-gambar kartunnya.
Itu bagian yang paling gue suka.
Soalnya ga butuh waktu lama buat bacanya.

Tapi ada beberapa bagian yang menurut gue ga jelas dan terkesan 'ga tau mau nulis apa lagi' di buku ini.
Misalnya di tips-tips nyeleneh buat ujian di bagian "Akibat bertanya ke orang yang salah tentang ujian", emotikon gaje di "Emo... Emo... Emo... Emotikon!", "Hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan tapi entah kenapa kepikiran", "Interview With The Hantus", "Telentang melihat bintang", dan "Serupa tapi emang beda".


Waktu Meet and Greet sama abang RD, banyak orang yang bilang paling suka sama judul "Bakar saja keteknya".
Tapi gue ga.
Di situ diceritain bagaimana baunya ketek supir bang RD.
Menurut gue, ga seharusnya cerita itu masuk ke buku dia.
Kasian kan supirnya.
Kekurangan orang bukan buat bahan becandaan.

Overall, abang RD tetep lucu walaupun ga selucu dulu, dan buat yang ngepens banget sama abang RD, ya buku ini must have lah ya..

Sekian review dari saya.
Kurangnya mohon dimaafkan.
Lebihnya, yaudah buat lo aja deh ya. *orang kaya*



Salam kece,

OTRL

Published with Blogger-droid v2.0.4