Doraemon

Siapa yang tidak kenal dengan doraemon, tokoh kartun asal negeri matahari terbit berbentuk seekor kucing bewarna biru yang mempunyai kantong serbaguna di perutnya dan tidak mempunyai telinga. Doraemon adalah teman dekatnya nobi nobita, seorang anak sd yang selalu saja ketimpa kesialan.
Doraemon adalah jenis kartun yang aweet banget, bayangin aja sejak ditulis oleh Fujiko F. Fujio pada tahun 1987 sampai sekarang belum tamat-tamat juga. Kasian Nobita n temen-temennya dari dulu gak pernah naik kelas, SD terus, dan parahnya lagi mata pelajaran yang diajarkan di sekolah cuma Matematika thok....



Oleh karena itu sejak tahun 1990-an banyak yang bersepekulasi bahkan ada yang membuat cerita ending-nya... beberapa versi akhir cerita doraemon itu dapat di baca di wikipedia.
Nah bagi temen-temen yang penasaran salah satu versi akhir cerita doraeman dapat baca komiknya di bawah ini :
Versi 1. Doraemon Habis Baterai

Kira2 kisahnya, robot doraemon kehabisan baterai sehingga tidak dapat berfungsi lagi. Rencanya nobita ingin membawanya ke dunia masa depan tapi tidak di ijinkan oleh polisi masa depan dan tidak ada satupun orang yang mampu memperbaiki doraemon. Dan apabila baterainya doraemon diganti, maka seluruh memorinya akan terhapus, sehingga doraemon tidak akan mengenal siapa nobita. Akhirnya nobita bertekat ingin menjadi ahli perobotan agar dapat suatu saat menghidupkan kembali doraemon.













Beberapa tahun kemudian....



Versi 2. Nobita Anak Autis yang Penghayal

Versi ending ini bukan buatannya fujiko f. fujio (pembuat doraemon), melainkan buatan dari salah seorang penggemarnya. Berkisah bahwa nobi nobita sebenarnya adalah anak penderita autis yang tidak mempunyai tangan dan kaki yang hanya bisa berbaring ditempat tidurnya tanpa bisa melakukan apa-apa. Selama ini dia hanya menghayal mempunyai robot kucing dari masa depan bernama doraemon dan mempunyai teman-teman bermain seperti shizuka, suneo dan giant. Tetapi itu semua hanya hayalan dalam hayalannya. Sosok doraemon yang ia hayalkan aslinya adalah sebuah boneka yang selalu berada disampingnya.

Karena ia selalu menghayal mempunyai robot kucing biru, ibunya pun memarahinya dan menyuruhnya berhenti menghayal, lalu mengambil boneka kucing biru tersebut lalu membuangnya. Dan ibunya pun menanggis melihat kenyataan ini. Hiks...... ini ending yang paling menyedihkan menurut saya (T.T)

Ini cuplikannya, sorry klo bahasanya belum ditranslit:
Part 2
Part 1

Sebenarnya masih banyak versi-versi ending lain dari kisah doraemon ini, seperti nobita kecelakaan berat yang membuat dia harus dioperasi, tapi karena kesulitan biaya maka doraemon menjual seluruh barang-barang masa depannya untuk membiayai pengobatan nobita tapi itupun tidak cukup untuk membiayai pengobatan. Walhasil, nyawa nobita pun tak dapat diselamatkan.



Copied from http://mampirbro.blogspot.com/2010/07/ending-doraemon-sedih.html (dengan sedikit perubahan)